Surabaya, Kabar SDGs – Pemerintah Kota Surabaya meraih penghargaan “Smart Environment” dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) atas keberhasilan mengembangkan inovasi lingkungan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid kepada Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya, M. Fikser, dalam acara di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Rabu (27/8/2025).
Fikser menjelaskan, apresiasi ini tidak lepas dari terobosan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo yang dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Fasilitas itu mampu mengolah ribuan ton sampah rumah tangga menjadi energi listrik ramah lingkungan.
“PLTSa Benowo adalah yang pertama di Indonesia, bisa menghasilkan listrik hingga 11 megawatt per hari yang disalurkan ke jaringan PLN,” kata Fikser.
Ia menambahkan, teknologi di PSEL Benowo bukan hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menekan emisi gas metana yang memicu perubahan iklim. “Dengan demikian, PLTSa Benowo berkontribusi pada upaya global mitigasi perubahan iklim,” ujarnya.
Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat yang konsisten menjaga kebersihan kota. “Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus berinovasi mewujudkan kota bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.












Discussion about this post