Mojokerto, Kabar SDGs – Dalam upaya mendukung pembinaan fisik dan mental warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto kembali menggelar kegiatan senam bersama pada Selasa (2/7). Kegiatan yang berlangsung di lapangan blok hunian ini diikuti dengan antusias oleh seluruh warga binaan dan dipimpin langsung oleh petugas Lapas.
Senam pagi rutin menjadi bagian dari program pembinaan jasmani yang diusung Lapas Mojokerto sebagai upaya preventif menjaga kesehatan serta membangun suasana pemasyarakatan yang sehat, dinamis, dan manusiawi.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang kebugaran, tetapi juga sarana membangun semangat, kekompakan, serta rekreasi positif bagi warga binaan.
“Senam pagi ini tidak hanya untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga untuk membangun semangat, kekompakan, dan suasana yang sehat di antara warga binaan. Ini merupakan salah satu bentuk pembinaan yang bersifat preventif dan konstruktif,” ujar Rudi.
Dengan iringan musik dan gerakan senam yang energik, para peserta mengikuti setiap instruksi dengan penuh semangat dan keceriaan. Interaksi positif antara petugas dan warga binaan menjadi nilai tambah dalam membangun iklim pemasyarakatan yang inklusif dan berdaya manusia.
Program seperti ini sejalan dengan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan, serta tujuan ke-16 tentang penguatan kelembagaan yang adil, damai, dan inklusif.
Lapas Mojokerto menyatakan komitmennya untuk terus mengadakan kegiatan serupa, guna memastikan bahwa warga binaan mendapatkan ruang pembinaan yang komprehensif—baik secara fisik, mental, maupun sosial—sebagai bagian dari proses reintegrasi yang lebih baik ke masyarakat.












Discussion about this post