Purwakarta, Kabar SDGs – Puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwakarta terlibat aktif mengelola lahan pertanian yang berada di Desa Cileunca, Kecamatan Bojong. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis sekaligus upaya pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan produktif.
Sekitar 30 warga binaan dilibatkan langsung dalam pengolahan lahan dan budidaya berbagai komoditas sayuran, salah satunya bayam. Hasil panen dari lahan tersebut kemudian disalurkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pemenuhan gizi masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, menjelaskan bahwa program pemberdayaan ini terlaksana melalui kerja sama dengan Wakil Bupati Purwakarta. “Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah memiliki perhatian serius terhadap pembinaan dan masa depan warga binaan,” ujar Kusnali, Kamis (12/2).
Ia menambahkan, program tersebut memberikan manfaat ganda bagi warga binaan. Selain memperoleh keterampilan dalam pengelolaan lahan dan budidaya pertanian, para peserta juga mendapatkan upah dari hasil kerja mereka yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pidana.
Kusnali menegaskan bahwa seluruh warga binaan yang dilibatkan telah melalui proses seleksi yang ketat dan tetap berada di bawah pengawasan selama bekerja di luar lapas. Meskipun berasal dari berbagai latar belakang kasus pidana, mereka dinilai layak mengikuti program pembinaan berbasis kemandirian tersebut. “Hasil pertanian ini akan diserap langsung oleh program MBG. Pasarnya sudah jelas, sehingga warga binaan tinggal bekerja dan mendapatkan upah,” katanya.
Ke depan, Kusnali berharap model pemberdayaan berbasis pertanian ini dapat diterapkan oleh lapas-lapas lain di Jawa Barat maupun daerah lainnya. Program serupa dinilai mampu mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat.












Discussion about this post