Banda Aceh, Kabar SDGs – Sebanyak 28 mahasiswa dari Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh resmi diberangkatkan untuk menjalankan misi Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertaraf internasional di dua negara sekaligus: Malaysia dan Thailand.
Program lintas negara ini merupakan hasil sinergi FAH UIN Ar-Raniry dengan Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) serta Madrasah Tham Islam Suksa School yang berada di Yala, Thailand. Tak sekadar pengabdian, program ini menjadi bagian dari langkah strategis kampus untuk memperluas jejaring global dan mengasah kompetensi sosial mahasiswa dalam konteks internasional.
Dekan FAH UIN Ar-Raniry, Syarifuddin MA PhD, menegaskan bahwa pengiriman mahasiswa ke luar negeri ini merupakan bagian dari diplomasi sosial dan budaya yang diusung kampus. “Kami ingin mahasiswa menjadi duta peradaban. Mereka tidak hanya belajar, tapi membawa nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman ke ranah global,” ujarnya dalam acara pelepasan peserta pada Senin, 16 Juni 2025.
Ia menambahkan, keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ini juga merupakan upaya konkret untuk memperkuat posisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Indonesia dalam peta pendidikan internasional.
Zuniar MM, selaku Koordinator Program, menjelaskan bahwa para peserta berasal dari tiga program studi unggulan: Sejarah dan Kebudayaan Islam, Bahasa dan Sastra Arab, serta Ilmu Perpustakaan. Komposisi peserta terdiri atas 15 mahasiswa laki-laki dan 13 perempuan, yang semuanya telah melalui proses seleksi.
“Pengabdian ini akan mengasah kepekaan sosial mereka terhadap isu-isu strategis seperti pendidikan, literasi, kesehatan, serta pelestarian lingkungan dan budaya. Jadi ini bukan sekadar belajar, tapi juga bertindak nyata,” jelas Zuniar.
Program ini berlangsung selama 15 hari, mulai 16 hingga 29 Juni 2025. Mahasiswa akan memulai kegiatan dengan masa orientasi selama dua hari di UniMAP, Malaysia, sebelum melanjutkan pengabdian ke komunitas lokal di wilayah selatan Thailand. Sebagai bagian dari agenda resmi, mereka juga dijadwalkan mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Songkhla pada 23 Juni 2025.
Dua dosen, Ajidar Matsyah dan Munawiah, turut mendampingi para mahasiswa untuk memastikan pelaksanaan program berjalan lancar serta menjaga mutu kegiatan pengabdian.
Melalui program ini, UIN Ar-Raniry berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga berdaya saing dan berkontribusi dalam kancah global.












Discussion about this post