• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
24 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Eceng Gondok di Pekalongan Jadi Kompos untuk ‘Urban Farming’

by SDGS Admin
14 Mei 2025
Eceng Gondok di Pekalongan Jadi Kompos untuk ‘Urban Farming’
25
SHARES
158
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Pekalongan, Kabar SDGs – Warga di Kelurahan Padukuhan Kraton, Kota Pekalongan, telah memperlihatkan pendekatan kreatif dalam menangani isu lingkungan sekaligus membantu pertanian kota.

Tanaman eceng gondok, yang selama ini dipandang sebagai gangguan dan mencemari sungai, kini mereka ubah menjadi bahan untuk pupuk organik yang ramah lingkungan.

BACA JUGA

Festival Balon Udara di Pekalongan dan Wonosobo

Festival Balon Udara di Pekalongan dan Wonosobo

30 Maret 2026
Kerusakan Infrastruktur di Pekalongan Ditangani Cepat oleh KemenPU

Kerusakan Infrastruktur di Pekalongan Ditangani Cepat oleh KemenPU

8 September 2025
Surabaya Peringati Hari Konservasi Alam dengan Aksi Jaga Sungai Jagir

Surabaya Peringati Hari Konservasi Alam dengan Aksi Jaga Sungai Jagir

22 Agustus 2025

Lurah Padukuhan Kraton, Widya Putry Nugroho, mengatakan bahwa inisiatif ini lahir sebagai solusi ganda untuk menangani limbah eceng gondok sambil memenuhi kebutuhan pupuk alami bagi kegiatan pertanian kota di area mereka. Warga mengolah eceng gondok berukuran kecil menjadi kompos dengan metode yang relatif mudah.

“Kami di sini mengolah eceng gondok menjadi kompos untuk usaha pertanian kota. Meski jumlah yang dihasilkan kini masih terbatas, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ucap Putry baru-baru ini.

Menurut Putry, langkah pertama dalam pembuatan kompos adalah memotong eceng gondok. Hasil dari pemotongan itu kemudian dicampurkan dengan tanah atau sekam dengan perbandingan satu karung eceng gondok dan satu karung tanah atau sekam. Tanpa perlu menambah bahan lain, campuran ini akan menjadi kompos yang siap digunakan dalam waktu sekitar dua minggu.

Dari satu karung eceng gondok yang diproses dengan satu karung tanah, dihasilkan dua karung kompos. Kompos ini kemudian dipakai langsung oleh warga untuk aktivitas pertanian di sekitar rumah mereka.

“Alhamdulillah, kompos yang kami hasilkan sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan pertanian kota warga. Saat ini, kami belum bisa memproduksi dalam jumlah besar untuk dijual,” tambahnya.

Putry juga menambahkan bahwa eceng gondok mengandung berbagai unsur hara yang baik untuk pertumbuhan tanaman, sehingga memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk organik.

“Melalui pengelolaan yang tepat, tanaman air yang dulunya menjadi masalah kini beralih fungsi menjadi sumber daya berharga untuk mendukung pertanian kota yang berkelanjutan,” tutupnya.

Share10SendTweet6
Previous Post

Arus Balik Libur Panjang, Okupansi Whoosh Whoosh Capai di Atas 80%

Next Post

Alpukat Diva Berpotensi Jadi Ikon Pertanian Pekalongan

Next Post
Alpukat Diva Berpotensi Jadi Ikon Pertanian Pekalongan

Alpukat Diva Berpotensi Jadi Ikon Pertanian Pekalongan

Pegiat Ekonomi Kreatif Yogyakarta Berpeluang Besar Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Pegiat Ekonomi Kreatif Yogyakarta Berpeluang Besar Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PORSEROSI Purwakarta Perkuat Motivasi Atlet Jelang Porprov Jabar 2026

PORSEROSI Purwakarta Perkuat Motivasi Atlet Jelang Porprov Jabar 2026

24 Juni 2026
SLPI Fase II Diluncurkan untuk Perkuat Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan

SLPI Fase II Diluncurkan untuk Perkuat Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan

24 Juni 2026
Workshop Onang-Onang Dorong Literasi Budaya Generasi Muda

Workshop Onang-Onang Dorong Literasi Budaya Generasi Muda

23 Juni 2026
Soechi Lines Tawarkan Sukuk Rp500 Miliar untuk Refinancing Utang

Soechi Lines Tawarkan Sukuk Rp500 Miliar untuk Refinancing Utang

23 Juni 2026
YKI Balikpapan Gencarkan Deteksi Dini Kanker bagi Perempuan

YKI Balikpapan Gencarkan Deteksi Dini Kanker bagi Perempuan

23 Juni 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    527 shares
    Share 211 Tweet 132
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    497 shares
    Share 199 Tweet 124
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    488 shares
    Share 195 Tweet 122

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.