• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
22 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Eceng Gondok di Pekalongan Jadi Kompos untuk ‘Urban Farming’

by SDGS Admin
14 Mei 2025
Eceng Gondok di Pekalongan Jadi Kompos untuk ‘Urban Farming’
27
SHARES
168
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Pekalongan, Kabar SDGs – Warga di Kelurahan Padukuhan Kraton, Kota Pekalongan, telah memperlihatkan pendekatan kreatif dalam menangani isu lingkungan sekaligus membantu pertanian kota.

Tanaman eceng gondok, yang selama ini dipandang sebagai gangguan dan mencemari sungai, kini mereka ubah menjadi bahan untuk pupuk organik yang ramah lingkungan.

BACA JUGA

Festival Balon Udara di Pekalongan dan Wonosobo

Festival Balon Udara di Pekalongan dan Wonosobo

30 Maret 2026
Kerusakan Infrastruktur di Pekalongan Ditangani Cepat oleh KemenPU

Kerusakan Infrastruktur di Pekalongan Ditangani Cepat oleh KemenPU

8 September 2025
Surabaya Peringati Hari Konservasi Alam dengan Aksi Jaga Sungai Jagir

Surabaya Peringati Hari Konservasi Alam dengan Aksi Jaga Sungai Jagir

22 Agustus 2025

Lurah Padukuhan Kraton, Widya Putry Nugroho, mengatakan bahwa inisiatif ini lahir sebagai solusi ganda untuk menangani limbah eceng gondok sambil memenuhi kebutuhan pupuk alami bagi kegiatan pertanian kota di area mereka. Warga mengolah eceng gondok berukuran kecil menjadi kompos dengan metode yang relatif mudah.

“Kami di sini mengolah eceng gondok menjadi kompos untuk usaha pertanian kota. Meski jumlah yang dihasilkan kini masih terbatas, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ucap Putry baru-baru ini.

Menurut Putry, langkah pertama dalam pembuatan kompos adalah memotong eceng gondok. Hasil dari pemotongan itu kemudian dicampurkan dengan tanah atau sekam dengan perbandingan satu karung eceng gondok dan satu karung tanah atau sekam. Tanpa perlu menambah bahan lain, campuran ini akan menjadi kompos yang siap digunakan dalam waktu sekitar dua minggu.

Dari satu karung eceng gondok yang diproses dengan satu karung tanah, dihasilkan dua karung kompos. Kompos ini kemudian dipakai langsung oleh warga untuk aktivitas pertanian di sekitar rumah mereka.

“Alhamdulillah, kompos yang kami hasilkan sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan pertanian kota warga. Saat ini, kami belum bisa memproduksi dalam jumlah besar untuk dijual,” tambahnya.

Putry juga menambahkan bahwa eceng gondok mengandung berbagai unsur hara yang baik untuk pertumbuhan tanaman, sehingga memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk organik.

“Melalui pengelolaan yang tepat, tanaman air yang dulunya menjadi masalah kini beralih fungsi menjadi sumber daya berharga untuk mendukung pertanian kota yang berkelanjutan,” tutupnya.

Share11SendTweet7
Previous Post

Arus Balik Libur Panjang, Okupansi Whoosh Whoosh Capai di Atas 80%

Next Post

Alpukat Diva Berpotensi Jadi Ikon Pertanian Pekalongan

Next Post
Alpukat Diva Berpotensi Jadi Ikon Pertanian Pekalongan

Alpukat Diva Berpotensi Jadi Ikon Pertanian Pekalongan

Pegiat Ekonomi Kreatif Yogyakarta Berpeluang Besar Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Pegiat Ekonomi Kreatif Yogyakarta Berpeluang Besar Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan Diproyeksikan Tumbuh 7,69 Persen

Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan Diproyeksikan Tumbuh 7,69 Persen

22 September 2026
KSOP Gresik Isi Harhubnas dengan Aksi Sosial

KSOP Gresik Isi Harhubnas dengan Aksi Sosial

22 September 2026
ASDP Perkuat Kesiapsiagaan Darurat, Latih Personel Sertifikasi Damkar 

ASDP Perkuat Kesiapsiagaan Darurat, Latih Personel Sertifikasi Damkar 

22 September 2026
Ratusan Pendonor Darah Sidoarjo Dapat Apresiasi

Ratusan Pendonor Darah Sidoarjo Dapat Apresiasi

22 September 2026
SBY Gelar Pameran Lukisan di Surabaya

SBY Gelar Pameran Lukisan di Surabaya

21 September 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2906 shares
    Share 1162 Tweet 727
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3230 shares
    Share 1292 Tweet 808
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2918 shares
    Share 1167 Tweet 730
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2907 shares
    Share 1163 Tweet 727
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2873 shares
    Share 1149 Tweet 718

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.