• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
12 Juli 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Ekonomi Global Berubah Indonesia Diminta Adaptif

by SDGS Admin
21 April 2026
Ekonomi Global Berubah Indonesia Diminta Adaptif
22
SHARES
138
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BACA JUGA

Danantara Raup USD1,5 Miliar dari Obligasi Global Perdana

Danantara Raup USD1,5 Miliar dari Obligasi Global Perdana

17 Juni 2026
Airlangga Dorong Kerja Sama Ekonomi Global di Tengah Gejolak Dunia

Airlangga Dorong Kerja Sama Ekonomi Global di Tengah Gejolak Dunia

7 Juni 2026
Cirebon Jadi Simpul Penting Pergerakan Wisata dan Ekonomi Selama Nataru 2025/2026

Cirebon Jadi Simpul Penting Pergerakan Wisata dan Ekonomi Selama Nataru 2025/2026

5 Januari 2026

Jakarta, Kabar SDGs – Perkembangan ekonomi global yang semakin terfragmentasi kembali menjadi perhatian dalam pertemuan International Monetary Fund dan World Bank. Di tengah tekanan terhadap stabilitas global serta pengetatan likuiditas, sejumlah analis menilai pendekatan kedua lembaga tersebut belum sepenuhnya mampu mengimbangi perubahan struktur ekonomi dunia yang berlangsung cepat.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai kebijakan yang diambil masih bertumpu pada kerangka lama yang berfokus pada stabilitas makroekonomi, kehati-hatian fiskal, dan koordinasi global. Menurutnya, pendekatan tersebut belum cukup responsif terhadap dinamika baru di pasar internasional. “IMF dan World Bank masih berbicara dalam kerangka lama. Stabilitas itu penting, tetapi tidak cukup. Dunia sudah bergerak lebih cepat daripada bahasa kebijakan yang digunakan saat ini,” ujar Fakhrul, dalam keterangannya Senin (20/04/2026).

Ia menjelaskan, perubahan signifikan yang kini terjadi terlihat dari ketidakseimbangan likuiditas global. Pengetatan suplai dolar Amerika Serikat, meningkatnya kebutuhan pembiayaan domestik AS, serta perubahan perilaku investor global turut memicu tekanan baru dalam sistem keuangan internasional.

Selain itu, meningkatnya peran mata uang Tiongkok melalui offshore renminbi (CNH) dinilai mulai mengubah lanskap transaksi dan pembiayaan lintas negara. Fakhrul menyebut fenomena ini sebagai tanda awal pergeseran menuju sistem keuangan global yang lebih multipolar. “Kita sedang menghadapi dua arus besar yang bergerak bersamaan: keterbatasan likuiditas dolar dan meningkatnya peran CNH dalam transaksi global. Ini bukan sekadar perubahan pasar, tetapi awal dari pergeseran arsitektur keuangan dunia,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan sekadar siklus ekonomi biasa, melainkan transformasi struktural yang membutuhkan kebijakan lebih adaptif. Negara yang tidak mampu menyesuaikan diri berpotensi menghadapi biaya pendanaan yang lebih tinggi serta gejolak ekonomi yang semakin besar.

Dalam konteks Indonesia, ia menilai perlunya strategi untuk memperkuat kemandirian pendanaan dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Beberapa langkah yang dianggap penting antara lain penguatan skema local currency settlement, pemanfaatan CNH dalam pembiayaan, pendalaman pasar keuangan berbasis rupiah, serta perluasan basis investor. “Indonesia tidak bisa lagi hanya menjadi price taker. Kita harus mulai menjadi bagian dari perancang sistem pembiayaan kita sendiri,” tegasnya.

Ia juga menilai fragmentasi ekonomi global merupakan bagian dari transisi menuju sistem yang lebih kompleks dan tidak lagi bergantung pada satu pusat kekuatan. Dalam situasi tersebut, akses likuiditas akan semakin bergantung pada kerja sama bilateral dan regional serta fleksibilitas kebijakan masing-masing negara. “Kalau kita masih membaca dunia dengan pendekatan lama, kita akan tertinggal. Ke depan, likuiditas tidak lagi otomatis tersedia. Ia harus diakses melalui strategi yang tepat,” katanya.

Fakhrul menekankan pentingnya arah kebijakan nasional yang jelas agar mampu merespons perubahan global. Menurutnya, pelaku pasar tidak hanya melihat stabilitas, tetapi juga arah transformasi ekonomi suatu negara.

Menutup pernyataannya, ia menilai peluang dari perubahan arsitektur keuangan global cukup besar jika dimanfaatkan dengan tepat. “Jika Indonesia ingin mencapai pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen, maka tantangan pendanaan harus diselesaikan secara struktural. Diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk melalui CNH, bisa menjadi salah satu opsi strategis,” pungkasnya.

 

Share9SendTweet6
Previous Post

KBRI Tokyo Pantau WNI Pasca Gempa Jepang

Next Post

Lampung Percepat Layanan Kesehatan Daerah dan Distribusi Farmasi

Next Post
Lampung Percepat Layanan Kesehatan Daerah dan Distribusi Farmasi

Lampung Percepat Layanan Kesehatan Daerah dan Distribusi Farmasi

Festival UMKM Lampung Timur Dorong Ekonomi Desa

Festival UMKM Lampung Timur Dorong Ekonomi Desa

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Wagub Tinjau Pengembangan Shrimp Estate Sukamara

Wagub Tinjau Pengembangan Shrimp Estate Sukamara

12 Juli 2026
Museum Negeri Bengkulu Jadi Pusat Edukasi Sejarah

Museum Negeri Bengkulu Jadi Pusat Edukasi Sejarah

12 Juli 2026
Geopark Sangkulirang Mangkalihat Jalani Verifikasi Nasional

Geopark Sangkulirang Mangkalihat Jalani Verifikasi Nasional

12 Juli 2026
YBM PLN Salurkan Santunan untuk Anak Yatim

YBM PLN Salurkan Santunan untuk Anak Yatim

12 Juli 2026
Indonesia dan Singapura Sepakati 26 Kerja Sama Strategis

Indonesia dan Singapura Sepakati 26 Kerja Sama Strategis

11 Juli 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    860 shares
    Share 344 Tweet 215
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    862 shares
    Share 345 Tweet 216

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.