• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
2 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Digital Printing Diharapkan Jadi Solusi Pengrajin Tradisional Bisa Dapat Royalti Dari Karyanya

by SDGS Admin
26 Januari 2025
Digital Printing Diharapkan Jadi Solusi Pengrajin Tradisional Bisa Dapat Royalti Dari Karyanya
27
SHARES
170
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Lisensi dan royalti. Dua istilah penting tersebut menjadi dasar bagi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) untuk mendorong perkembangan para pelaku dalam sektor ekonomi kreatif.

Dalam sebuah pertemuan antara Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf) Irene Umar dan Anthony Liem sebagai Direktur Digital Printing Indonesia, mereka mendiskusikan peluang untuk memajukan industri mode. Irene mengungkapkan bahwa digital printing dapat menjadi solusi bagi pelaku ekonomi kreatif, terutama pengrajin tradisional, agar dapat memperoleh royalti.

BACA JUGA

No Content Available

“Kami ingin sekaligus mengenalkan berbagai teknologi yang ada di Indonesia. Selama ini, kita mengenal batik dengan sejumlah cara produksinya, mulai dari kerajinan tangan, kemudian ada batik cap, dan sekarang ada batik printing. Melalui batik printing, pengrajin batik tradisional bisa tetap menerima lisensi dan royalti jika desain batik mereka dituangkan ke dalam format printing,” ujar Wamenekraf Irene dalam pertemuan yang berlangsung di Menara Merdeka, Jakarta pada Jumat, 17 Januari 2025.

Wamenekraf Irene yang didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf Yuke Sri Rahayu juga mengamati hasil cetakan logo Ekraf yang diterapkan pada kain sarung bermotif tenun dan hijab. Ia berharap bahwa pemanfaatan teknologi pencetakan digital tidak hanya mempertahankan keberadaan pengrajin batik dan tenun tradisional, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku bisnis mode untuk berkolaborasi.

Sementara itu, Yuke Sri Rahayu, yang menjabat sebagai Deputi Kreativitas Budaya dan Desain di Kemenekraf, memberikan dukungan terhadap ide untuk menampilkan hasil kerajinan para perajin tradisional yang dapat diterapkan pada kain melalui teknologi cetak digital. Yuke menyatakan bahwa tidak hanya perajin batik yang memiliki kesempatan untuk memperoleh lisensi dari hasil cetakan digital, tetapi juga perajin tenun di wilayah lain seperti Toraja dan Toba pun bisa memanfaatkan kesempatan ini.

“Jika ingin mewujudkan kolaborasi ini, dukungan dari para pelaku industri fesyen sangat diperlukan. Selama ini, Ekraf telah banyak membantu para pembatik dan penenun tradisional, dan kami ingin inisiatif ini terus berlanjut. Kami sangat berharap kerja sama ini dapat berjalan di masa depan,” kata Yuke.

Harapan ini mendapatkan sambutan positif dari Anthony Liem, Direktur Digital Printing Indonesia. Dia menjelaskan bahwa tujuan presentasinya kepada Kemenekraf adalah untuk membentuk kerjasama bisnis antara subsektor ekraf.

“Saya sangat senang berada di sini untuk membahas hal ini, karena ternyata semangat dari Ibu Wamen dan tim Ekraf sangat mengesankan terhadap visi saya. Menurut pandangan saya, Ekraf memiliki potensi besar dalam mengubah ekonomi kreatif di Indonesia. Kita perlu menghargai sejarah kita, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi yang ada saat ini. Kita tidak boleh kehilangan ciri khas sebagai bangsa Indonesia, namun juga harus merambah ke cakupan yang lebih global,” ucap Anthony Liem.

Share11SendTweet7
Previous Post

Brand Fesyen Lokal Diharapkan Tetap Jaga Identitas Nasional

Next Post

Kemenkes Luncurkan Panduan Tuberkulosis bagi Nakes

Next Post
Kemenkes Luncurkan Panduan Tuberkulosis bagi Nakes

Kemenkes Luncurkan Panduan Tuberkulosis bagi Nakes

Bank Aceh Dukung Pembagian Makanan Tambahan di Pidie Jaya

Bank Aceh Dukung Pembagian Makanan Tambahan di Pidie Jaya

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Disperindag Aceh Tuntaskan Operasi Pasar Murah di Enam Daerah

Disperindag Aceh Tuntaskan Operasi Pasar Murah di Enam Daerah

2 Mei 2026
Banyak Perusahaan di Jatim Bayar Upah di Bawah UMK

Banyak Perusahaan di Jatim Bayar Upah di Bawah UMK

2 Mei 2026
KRL Bekasi Timur Segera Beroperasi Usai Investigasi

KRL Bekasi Timur Segera Beroperasi Usai Investigasi

2 Mei 2026
Rutan Sawahlunto Gelar Pembinaan Pramuka untuk Warga Binaan

Rutan Sawahlunto Gelar Pembinaan Pramuka untuk Warga Binaan

2 Mei 2026
APPMBGI Dorong Command Center Program MBG Nasional

APPMBGI Dorong Command Center Program MBG Nasional

1 Mei 2026

POPULAR

  • Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

    Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Korban Meninggal Dunia Bertambah, KAI Batasi Perjalanan KRL Sampai Stasiun Bekasi

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, KAI Lakukan Evakuasi

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Relaksasi Pelaporan SPT Pajak Diberlakukan Hingga Akhir April

    20 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.