• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
22 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Digital Printing Diharapkan Jadi Solusi Pengrajin Tradisional Bisa Dapat Royalti Dari Karyanya

by SDGS Admin
26 Januari 2025
Digital Printing Diharapkan Jadi Solusi Pengrajin Tradisional Bisa Dapat Royalti Dari Karyanya
29
SHARES
179
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Lisensi dan royalti. Dua istilah penting tersebut menjadi dasar bagi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) untuk mendorong perkembangan para pelaku dalam sektor ekonomi kreatif.

Dalam sebuah pertemuan antara Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf) Irene Umar dan Anthony Liem sebagai Direktur Digital Printing Indonesia, mereka mendiskusikan peluang untuk memajukan industri mode. Irene mengungkapkan bahwa digital printing dapat menjadi solusi bagi pelaku ekonomi kreatif, terutama pengrajin tradisional, agar dapat memperoleh royalti.

BACA JUGA

No Content Available

“Kami ingin sekaligus mengenalkan berbagai teknologi yang ada di Indonesia. Selama ini, kita mengenal batik dengan sejumlah cara produksinya, mulai dari kerajinan tangan, kemudian ada batik cap, dan sekarang ada batik printing. Melalui batik printing, pengrajin batik tradisional bisa tetap menerima lisensi dan royalti jika desain batik mereka dituangkan ke dalam format printing,” ujar Wamenekraf Irene dalam pertemuan yang berlangsung di Menara Merdeka, Jakarta pada Jumat, 17 Januari 2025.

Wamenekraf Irene yang didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf Yuke Sri Rahayu juga mengamati hasil cetakan logo Ekraf yang diterapkan pada kain sarung bermotif tenun dan hijab. Ia berharap bahwa pemanfaatan teknologi pencetakan digital tidak hanya mempertahankan keberadaan pengrajin batik dan tenun tradisional, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku bisnis mode untuk berkolaborasi.

Sementara itu, Yuke Sri Rahayu, yang menjabat sebagai Deputi Kreativitas Budaya dan Desain di Kemenekraf, memberikan dukungan terhadap ide untuk menampilkan hasil kerajinan para perajin tradisional yang dapat diterapkan pada kain melalui teknologi cetak digital. Yuke menyatakan bahwa tidak hanya perajin batik yang memiliki kesempatan untuk memperoleh lisensi dari hasil cetakan digital, tetapi juga perajin tenun di wilayah lain seperti Toraja dan Toba pun bisa memanfaatkan kesempatan ini.

“Jika ingin mewujudkan kolaborasi ini, dukungan dari para pelaku industri fesyen sangat diperlukan. Selama ini, Ekraf telah banyak membantu para pembatik dan penenun tradisional, dan kami ingin inisiatif ini terus berlanjut. Kami sangat berharap kerja sama ini dapat berjalan di masa depan,” kata Yuke.

Harapan ini mendapatkan sambutan positif dari Anthony Liem, Direktur Digital Printing Indonesia. Dia menjelaskan bahwa tujuan presentasinya kepada Kemenekraf adalah untuk membentuk kerjasama bisnis antara subsektor ekraf.

“Saya sangat senang berada di sini untuk membahas hal ini, karena ternyata semangat dari Ibu Wamen dan tim Ekraf sangat mengesankan terhadap visi saya. Menurut pandangan saya, Ekraf memiliki potensi besar dalam mengubah ekonomi kreatif di Indonesia. Kita perlu menghargai sejarah kita, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi yang ada saat ini. Kita tidak boleh kehilangan ciri khas sebagai bangsa Indonesia, namun juga harus merambah ke cakupan yang lebih global,” ucap Anthony Liem.

Share12SendTweet7
Previous Post

Brand Fesyen Lokal Diharapkan Tetap Jaga Identitas Nasional

Next Post

Kemenkes Luncurkan Panduan Tuberkulosis bagi Nakes

Next Post
Kemenkes Luncurkan Panduan Tuberkulosis bagi Nakes

Kemenkes Luncurkan Panduan Tuberkulosis bagi Nakes

Bank Aceh Dukung Pembagian Makanan Tambahan di Pidie Jaya

Bank Aceh Dukung Pembagian Makanan Tambahan di Pidie Jaya

Discussion about this post

NEWS UPDATE

SBY Gelar Pameran Lukisan di Surabaya

SBY Gelar Pameran Lukisan di Surabaya

21 September 2026

Calon Arang, Legenda Bali dalam Balutan Seni Pertunjukan Modern

21 September 2026
Polinela dan ITERA Perkuat Kerja Sama Akademik

Polinela dan ITERA Perkuat Kerja Sama Akademik

21 September 2026
Brand Fesyen Lokal Kuasai Pasar Internasional

Brand Fesyen Lokal Kuasai Pasar Internasional

21 September 2026
Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi Bali melalui Penataan Terminal LNG Benoa

Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi Bali melalui Penataan Terminal LNG Benoa

21 September 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2896 shares
    Share 1158 Tweet 724
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3220 shares
    Share 1288 Tweet 805
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2908 shares
    Share 1163 Tweet 727
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2897 shares
    Share 1159 Tweet 724
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2863 shares
    Share 1145 Tweet 716

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.