• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
2 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

BRIN kembangkan Pesawat Udara Nir Awak yang dapat Terbang dan Mendarat Vertikal

by SDGS Admin
1 Juni 2023
BRIN kembangkan Pesawat Udara Nir Awak yang dapat Terbang dan Mendarat Vertikal
44
SHARES
273
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Sebagai satu-satunya lembaga pemerintah yang mengawasi riset, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki visi untuk membentuk ekosistem riset di Indonesia bagi masyarakat dan industri. BRIN menciptakan berbagai program dan skema pendanaan yang dapat diikuti oleh industri dengan bekerja sama dengan para peneliti BRIN.

Salah satu contohnya adalah kerjasama antara PT Elevasi Teknologi Aeronautika (INAERO) dan Pusat Riset Teknologi Terbang (PRTP) yang merupakan bagian dari BRIN, dalam Program Pengusaha Pemula berbasis Riset (PPRBR) pada tahun 2022.

BACA JUGA

Kemenhub dan BRIN Bangun Teknologi Smart Buoy Untuk Navigasi Pelayaran

Kemenhub dan BRIN Bangun Teknologi Smart Buoy Untuk Navigasi Pelayaran

15 Februari 2026
MTCRC dan PNU Latih Pemetaan Habitat Bentik di Pulau Tidung Kecil

MTCRC dan PNU Latih Pemetaan Habitat Bentik di Pulau Tidung Kecil

13 November 2025
Otorita IKN dan BRIN Kolaborasi Kaji Penamaan Rupa Bumi di Nusantara

Otorita IKN dan BRIN Kolaborasi Kaji Penamaan Rupa Bumi di Nusantara

21 Oktober 2025

Kepala Pusat Riset Teknologi Penerbangan BRIN, Fadilah Hasim menerangkan, kerjasama ini bertujuan untuk mengembangkan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) dengan kemampuan peluncuran dan pendaratan secara vertikal.

“Salah satu pengujian yang dilakukan pada sistem PUNA adalah pengujian sistem autopilot di laboratorium DO-178C yang terletak di PRTP-BRIN,” ujarnya dalam siaran tertulis resmi BRIN.

Fadilah melanjutkan, PUNA yang dikembangkan melalui skema pendanaan PPRBR ini menggunakan basis AEROpro B type. AEROpro B type adalah salah satu jenis PUNA dengan sayap tetap (fixed wing) yang diproduksi oleh INAERO. PUNA ini menggunakan bahan berupa serat karbon komposit.

“Pada saat melakukan misi terbang, PUNA diluncurkan menggunakan tali pelontar dan memerlukan lahan dengan luas tertentu. Hal yang sama berlaku untuk pendaratannya,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, Misi terbang peluncuran dan pendaratan dikendalikan secara manual dengan menggunakan remote kontrol. Ketika mencapai ketinggian terbang yang ditentukan, PUNA akan beralih ke mode otonom, di mana sistem autopilot akan mengambil alih kendali penerbangan dari pilot untuk mengikuti misi terbang yang telah ditentukan.

Berdasarkan AEROpro B type tersebut, INAERO dan PRTP-BRIN mengembangkan PUNA menjadi tipe AEROpro BX. Tipe ini memiliki kemampuan lepas landas dan pendaratan secara vertikal (VTOL). AEROpro BX dapat digunakan untuk pemetaan presisi dalam skala luas, dengan kemampuan mencakup area seluas 300-500 hektar dalam setiap penerbangan. Selain itu, dengan mengganti muatan (payload) menjadi kamera infra merah (FLIR), AEROpro BX juga dapat digunakan sebagai platform untuk pemantauan dalam skala terbatas.

Fadilah menyebutkan, AEROpro BX memiliki fleksibilitas untuk melakukan lepas landas dan pendaratan dari berbagai tempat tanpa memerlukan landasan, sehingga dapat digunakan untuk misi pemetaan atau pemantauan di daerah-daerah yang tidak memiliki landasan atau lapangan.

“Namun, tipe AEROpro BX juga memiliki kelemahan. Tipe ini memiliki daya tahan terbang yang lebih rendah dibandingkan dengan versi non-VTOL dengan kapasitas baterai yang sama. Selain itu, kapasitas angkut muatan juga lebih kecil dibandingkan dengan versi non-VTOL, karena versi VTOL membawa beban tambahan berupa komponen VTOL seperti mesin, baling-baling, dan rangka penyangga mesin,” jelas Fadilah.

Fadilah meneruskan, pada tahun 2023 ini, tujuan utamanya adalah menguji sistem autopilot yang telah dikembangkan untuk PUNA tipe AEROpro BX di laboratorium DO-178C. Hal ini bertujuan untuk memverifikasi dan memvalidasi persyaratan dari sistem autopilot yang telah ditentukan pada tahun 2022.

“Jika sesuai dengan rencana awal, diharapkan PUNA tipe AEROpro BX ini dapat memasuki tahap pengujian akhir pada tahun 2024 dan dapat mulai dipasarkan pada tahun 2025,” tambahnya.

BRIN telah memiliki Laboratorium DO-178C yang dapat digunakan untuk verifikasi dan validasi perangkat lunak flight control law yang terpasang dalam sistem autopilot UAV. Dengan melakukan verifikasi dan validasi di darat, kita dapat memiliki keyakinan bahwa sistem autopilot yang dikembangkan telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan sebelumnya. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah keamanan sistem autopilot saat beroperasi.

“Jika sistem autopilot ini diuji secara menyeluruh di darat dan terbukti aman untuk diuji terbang, maka sistem autopilot ini dapat dipasang pada UAV untuk dilakukan uji terbang lanjutan guna memverifikasi dan memvalidasi hasil pengujian di laboratorium DO-178C,” terang Fadilah.

Kerjasama dengan industri merupakan salah satu langkah BRIN untuk membangun ekosistem riset yang kuat di Indonesia. Selain PPRBR, kerjasama antara INAERO dan PRTP-BRIN juga melibatkan kegiatan penelitian dan pengembangan lainnya.

Ia memberi contoh, pada bulan April 2023, mereka mengadakan workshop di mana INAERO merakit produk drone kustom dari bahan busa yang siap digunakan untuk misi pemetaan presisi. Hal ini merupakan upaya BRIN dalam membangun kerjasama yang erat dengan industri untuk mendorong riset di Indonesia.

Share18SendTweet11
Previous Post

Kemdikbudristek Luncurkan Program Magang Bersertifikat Kebudayaan

Next Post

Presiden Jokowi: Pancasila Fondasi Kemajuan Bangsa Indonesia

Next Post
Presiden Jokowi: Pancasila Fondasi Kemajuan Bangsa Indonesia

Presiden Jokowi: Pancasila Fondasi Kemajuan Bangsa Indonesia

Menko Polhukam Mengusulkan Pembangunan Museum dan Diorama Bung Karno di Ende

Menko Polhukam Mengusulkan Pembangunan Museum dan Diorama Bung Karno di Ende

Discussion about this post

NEWS UPDATE

KRL Bekasi Timur Segera Beroperasi Usai Investigasi

KRL Bekasi Timur Segera Beroperasi Usai Investigasi

2 Mei 2026
Rutan Sawahlunto Gelar Pembinaan Pramuka untuk Warga Binaan

Rutan Sawahlunto Gelar Pembinaan Pramuka untuk Warga Binaan

2 Mei 2026
APPMBGI Dorong Command Center Program MBG Nasional

APPMBGI Dorong Command Center Program MBG Nasional

1 Mei 2026
Pemerintah Serahkan Sertifikat KI Dorong Ekonomi Kreatif

Pemerintah Serahkan Sertifikat KI Dorong Ekonomi Kreatif

1 Mei 2026
Aceh Apresiasi Pembangunan Kampus LIPIA Banda Aceh

Aceh Apresiasi Pembangunan Kampus LIPIA Banda Aceh

1 Mei 2026

POPULAR

  • Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

    Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Korban Meninggal Dunia Bertambah, KAI Batasi Perjalanan KRL Sampai Stasiun Bekasi

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, KAI Lakukan Evakuasi

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Relaksasi Pelaporan SPT Pajak Diberlakukan Hingga Akhir April

    20 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.