Aceh Besar, Kabar SDGs – Warga Gampong Lamkeunung, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, berhasil mengubah ampas kopi menjadi produk briket bernama Bricket LK Coffee yang dikelola di bawah Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). Sejak awal 2025, usaha ini sudah melibatkan 12 pekerja yang seluruhnya ibu-ibu setempat.
Meski masih tergolong baru, usaha tersebut mulai memberikan harapan ekonomi bagi masyarakat. Dengan harga Rp1.000 per keping atau Rp20.000 per kemasan, produk ini menjadi tambahan pendapatan warga.
Salah seorang penggerak usaha, Wina, menjelaskan kapasitas produksi masih terbatas karena hanya menggunakan satu mesin sederhana. “Sekarang kapasitasnya hanya sekitar 100 keping per hari. Padahal kalau ada tambahan mesin, potensinya bisa sampai 1.200 keping per hari,” jelasnya, Rabu (24/9/2025).
Ia menilai briket berbahan ampas kopi merupakan produk unik dengan prospek cerah, mengingat Aceh memiliki ketersediaan bahan baku yang melimpah dan masih minim pesaing. “Dengan dukungan berbagai pihak, Bricket LK Coffee bisa berkembang lebih pesat, membuka lapangan kerja, sekaligus bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” kata dia.
Keuchik Lamkeunung, Amiruddin Idris, menegaskan bahwa pengembangan usaha briket ini akan menjadi fokus utama gampong pada 2026. “Pengembangannya akan menggunakan dana desa dan juga terbuka bagi investor yang ingin berkontribusi memajukan ekonomi masyarakat,” ujarnya.












Discussion about this post