• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
19 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home UKM CORNER

Mahasiswa USK Kembangkan Produk dari Cangkang Tiram dan Minyak Nilam

by SDGS Admin
25 Mei 2025
Mahasiswa USK Kembangkan Produk dari Cangkang Tiram dan Minyak Nilam
22
SHARES
137
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Banda Aceh, Kabar SDGs – Mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala (USK) yang terlibat dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) di Aceh menciptakan scrub menggunakan cangkang tiram dan minyak nilam. Produk ini, yang dinamai Scruber, adalah hasil kerja sama antara mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dengan arahan Dr. Vicky Prajaputra, yang merupakan dosen di Prodi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan USK.

Anggota tim ini termasuk Muhammad Ghufran, Ismail Husein, dan Maghfirah dari Prodi Ilmu Kelautan angkatan 2021, serta Rizky Rayhan Prasetyo dan Dila Puspita Sari Simbolon dari Prodi Ilmu Hukum angkatan 2021.

BACA JUGA

UMKM Balikpapan Didorong Terapkan Ekonomi Hijau

UMKM Balikpapan Didorong Terapkan Ekonomi Hijau

10 Juni 2026
Unwar olah Bonggol Pisang jadi Produk Pangan Bernilai Ekonomi

Unwar olah Bonggol Pisang jadi Produk Pangan Bernilai Ekonomi

2 Juni 2026
PLN Dorong UMKM Perbatasan Naik Kelas

PLN Dorong UMKM Perbatasan Naik Kelas

29 Mei 2026

Ghufran, selaku ketua tim Scruber, mengungkapkan bahwa produk ini diciptakan sebagai solusi untuk dua isu utama yang dihadapi masyarakat. Pertama, akumulasi limbah cangkang tiram di Gampong Alue Naga. Kedua, kesulitan bagi petani nilam di Aceh dalam menjual minyak nilam mentah yang mereka hasilkan.

Dalam proses produksinya, Tim Scruber melakukan persiapan untuk menghasilkan kalsium oksida dari cangkang tiram. Cangkang tiram ini memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3) yang sangat tinggi, mencapai 96 persen. Dengan metode kalsinasi pada suhu tinggi, cangkang tersebut kemudian diubah menjadi kalsium oksida (CaO).

“Kandungan CaO dalam Scruber telah diteliti dan terbukti bebas dari logam berat, serta memiliki keunggulan sebagai bahan abrasif yang efisien dalam mengangkat sel kulit mati dan merangsang regenerasi kulit,” tambah Ghufran.

Sementara itu, minyak nilam fraksi ringan yang ditambahkan ke dalam Scruber diperoleh dengan memurnikan minyak nilam mentah menggunakan teknologi distilasi molekuler. Proses ini memberikan berbagai manfaat tambahan.

Minyak nilam diketahui memiliki karakteristik antibakteri, antijamur, antioksidan, berfungsi sebagai fiksatif aroma, serta kemampuan anti-penuaan, sehingga sangat bermanfaat untuk mengharumkan, merawat, dan melindungi kulit.

“Diharapkan, produk Scruber ini bisa menjadi jawaban untuk dua persoalan utama di Aceh, yakni penumpukan limbah cangkang tiram dan kesulitan yang dihadapi petani nilam dalam memasarkan minyak nilam mentah mereka,” katanya.

Ghufran melanjutkan, produksi Scruber dimulai sejak Februari 2024 di laboratorium Atsiri Research Center USK yang memiliki sertifikat BPOM. Ini memastikan bahwa kualitas dan keamanan produk lebih terjamin, dengan mengandalkan bahan baku utama berupa kalsium oksida yang dihasilkan dari kalsinasi cangkang tiram yang dikumpulkan dari pesisir pantai Alue Naga.

Adapun minyak nilam fraksi ringan dihasilkan melalui proses distilasi molekuler dari minyak nilam mentah yang diperoleh dari petani lokal.

Berkat terobosan ini, tim Scruber mendapatkan undangan untuk berpartisipasi dalam acara Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2024 di Universitas Halu Oleo, Kendari, yang akan berlangsung dari 25 hingga 27 Oktober 2024. KMI Expo merupakan platform penting bagi para pengusaha muda untuk memperlihatkan produk mereka dan bersaing di tingkat nasional.

“Keberhasilan tim kami untuk berpartisipasi dalam KMI Expo XV 2024 adalah sebuah pencapaian yang signifikan. Ini tidak hanya menegaskan keunggulan produk Scruber, tetapi juga merupakan langkah penting dalam mendukung para petani nilam di Aceh serta memanfaatkan limbah cangkang tiram yang berlimpah,” ungkapnya.

Dosen pembimbing dan mentor Tim Scruber, Dr. Vicky Prajaputra, menyatakan bahwa selain Scruber, ada beberapa produk lain yang telah dikembangkan, seperti kolagen dari tulang ikan tuna, masker wajah untuk mengatasi jerawat, serum anti penuaan yang berbahan kolagen dari tulang tuna, lotion pengusir nyamuk, dan pelembap tangan yang terbuat dari kombinasi gelatin kulit tuna dan minyak nilam.

Lebih lanjut, Tim Scruber telah berhasil mendapatkan dukungan pendanaan untuk paten formulasi produk dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Semoga inovasi ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani nilam di Aceh,” kata Vicky.

Share9SendTweet6
Previous Post

Konten Kreator di Aceh Besar Didorong Promosikan Produk UMKM Lokal

Next Post

Investor Tertarik Kembangkan Manajemen Sampah Ramah Lingkungan di Tanjungpinang

Next Post
Investor Tertarik Kembangkan Manajemen Sampah Ramah Lingkungan di Tanjungpinang

Investor Tertarik Kembangkan Manajemen Sampah Ramah Lingkungan di Tanjungpinang

KAI Group: Kereta Bandara Perkuat Konektivitas Nasional

Tarif Promo Commuter Line Basoetta 3 Ribu Rupiah Masih Berlaku

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Indonesia Perkuat Ekraf Jadi Mesin Baru Hadapi Persaingan Kekuatan Global

Indonesia Perkuat Ekraf Jadi Mesin Baru Hadapi Persaingan Kekuatan Global

19 Juni 2026
RAT KUD Sejahtera Tegaskan Peran Koperasi Dorong Hilirisasi Sawit

APKASINDO Luncurkan Platform Informasi Harga Sawit Nasional

19 Juni 2026
Kementerian Ekraf Dukung Rayakan Kemerdekaan Lewat Instalasi Pinisi Rasi Creativity

Kementerian Ekraf Dukung Rayakan Kemerdekaan Lewat Instalasi Pinisi Rasi Creativity

19 Juni 2026
Tingkatkan Standar Layanan, InJourney Airports Kembangkan 4 Bandara Tahun Ini

Tingkatkan Standar Layanan, InJourney Airports Kembangkan 4 Bandara Tahun Ini

19 Juni 2026
Green Justice Indonesia Salurkan 10 Ribu Bibit Kemenyan untuk Pulihkan Hutan Adat

Green Justice Indonesia Salurkan 10 Ribu Bibit Kemenyan untuk Pulihkan Hutan Adat

19 Juni 2026

POPULAR

  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    446 shares
    Share 178 Tweet 112
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    687 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    408 shares
    Share 163 Tweet 102

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.