Probolinggo, Kabar SDGs – Perayaan Yadnya Kasada 2026 menghadirkan momen khusus bagi sejumlah tokoh di wilayah Probolinggo. Sebanyak 10 tokoh dari unsur pemerintah, TNI, Polri, dan organisasi kemasyarakatan menerima pengukuhan sebagai warga kehormatan Suku Tengger dalam rangkaian prosesi yang digelar di kawasan Bromo.
Tokoh yang memperoleh penghargaan tersebut antara lain Peppy Ribut Yudo Apriyanto beserta istri, Danyon TP 836/Brama Yodha beserta istri, Rico Yumasri beserta istri, M. Wahyudin Latif beserta istri, Kajari Probolinggo, serta Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo.
Prosesi pengukuhan dipimpin oleh Romo Sutomo dan didampingi Kepala Desa Ngadisari, Sunaryono, bersama istri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi yang melekat dalam perayaan Yadnya Kasada sebagai bentuk penghormatan kepada pihak-pihak yang dinilai memiliki kedekatan dan kontribusi terhadap masyarakat Tengger.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia, Bambang Suprapto, berharap pengukuhan warga kehormatan dapat memperkuat hubungan baik antara masyarakat Tengger dengan berbagai unsur yang selama ini mendukung kehidupan sosial dan budaya di kawasan tersebut.
“Tentunya tali persaudaraan kita saling terjaga dan semakin erat. Selain itu, ini juga berkaitan dengan kesejahteraan antara manusia dan sesama juga alam kepada kita tetap terjaga,” katanya.
Bupati Probolinggo, Gus Haris, menilai Yadnya Kasada merupakan tradisi yang selalu dinantikan masyarakat, khususnya warga Suku Tengger. Menurutnya, pemerintah daerah juga berupaya menjadikan perayaan tersebut sebagai daya tarik yang dapat disaksikan lebih luas oleh wisatawan.
“Mengingat bahwa Suku Tengger merupakan agama Hindu tertua di dunia. Ini merupakan kebanggaan bagi kami karena memiliki kekayaan yang sangat bersejarah,” akunya.
Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri, menyampaikan bahwa penyematan status warga kehormatan bukan sekadar penghargaan, tetapi juga amanah untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan Bromo-Tengger.
Tradisi pengukuhan warga kehormatan Suku Tengger telah menjadi agenda rutin dalam setiap perayaan Yadnya Kasada. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, penghargaan serupa juga diberikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo serta Wali Kota Probolinggo sebagai bentuk penghormatan dari masyarakat Tengger.










Discussion about this post