Perth, Kabar SDGs – Pemutaran film ROOTS karya Michael Schindhelm kembali digelar, kali ini di Perth, Australia Barat, setelah sebelumnya memperoleh sambutan positif saat ditayangkan di sejumlah lokasi di Bali. Film ini menghadirkan narasi sinematik tentang perjalanan panjang Bali dalam menghadapi perubahan akibat pariwisata global.
Film ROOTS mengangkat kisah yang belum banyak diungkap secara visual mengenai transformasi Bali selama lebih dari satu abad. Cerita dibuka dengan kehadiran pelukis Walter Spies yang pertama kali datang ke Bali dan kemudian dikaitkan dengan perkembangan pariwisata serta modernitas di pulau tersebut. Dalam alur film, sosok Spies dihadirkan kembali secara simbolik untuk menelusuri berbagai perubahan yang terjadi di Bali dari masa ke masa.
Pendekatan mendalam yang digunakan Michael Schindhelm turut melibatkan lebih dari seratus seniman dari berbagai disiplin, sehingga mampu menghadirkan gambaran kompleks tentang realitas budaya Bali di tengah arus globalisasi. Film ini juga mendapat dukungan dari KBH.G Basel dalam proses produksinya.
Project Director pemutaran ROOTS, Yudha Bantono, menjelaskan bahwa pemutaran tahun 2026 diawali di Underscore Gallery and Studio Perth pada 10 April. Ia turut hadir untuk membuka acara sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan seperti diskusi seni dan dialog budaya.
Menurut Yudha, pemutaran ini bukan sekadar menampilkan film, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara seniman Bali dan Perth di masa mendatang. Ia menilai ROOTS tidak hanya menjadi refleksi kritis terhadap perkembangan Bali, tetapi juga mendorong pemikiran tentang masa depan pulau tersebut. “Dengan saling silang berdialog secara seni dan budaya, proyek pemutaran film ROOTS diharapkan akan memberikan cakrawala pandang untuk memahami kondisi Bali dan perkembangannya saat ini”, tambah Yudha Samuael Beilby.
Ia juga menyampaikan bahwa film ini akan terus diputar secara bergilir di berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Magelang, Surabaya, hingga Mataram di Lombok, serta kembali hadir dalam sejumlah agenda seni di Bali. Pemutaran berkelanjutan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman publik terhadap dinamika budaya Bali melalui pendekatan seni dan sinema.












Discussion about this post