Bali, Kabar SDGs – Pemerintah terus mematangkan rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Bali sebagai upaya meningkatkan daya saing Indonesia di sektor keuangan global. Kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas keuangan internasional yang dapat menarik investasi, memperkuat pasar keuangan domestik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam proses pengembangannya, pemerintah menjadikan Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai acuan. Kawasan keuangan di Uni Emirat Arab tersebut dinilai berhasil mengubah Dubai menjadi salah satu pusat keuangan dunia melalui berbagai kebijakan yang mendukung iklim investasi, termasuk insentif pajak korporasi hingga 0 persen selama 40 tahun, keberadaan lebih dari 50.000 tenaga profesional, serta reputasinya sebagai “Wall Street of MEASA” (Middle East, Africa, and South Asia).
Dengan mengadopsi berbagai praktik terbaik tersebut, PFII di Bali diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan, meningkatkan arus investasi internasional, memperdalam pasar keuangan nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan global.
Sebagai bagian dari persiapan, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, memimpin rapat pada Selasa (14/7) bersama Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir serta jajaran Managing Director dan Board of Directors (BoD) Danantara. Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk mendukung kesiapan pengembangan PFII di Bali.
Pembahasan dalam rapat difokuskan pada penyusunan strategi investasi, pembangunan ekosistem keuangan yang memenuhi standar internasional, serta optimalisasi peran Danantara dalam mendukung pengembangan aset, infrastruktur, dan berbagai layanan penunjang kawasan finansial tersebut.
“PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Dengan ekosistem yang kompetitif dan berstandar global, kami ingin menghadirkan lebih banyak investasi yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Dony.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah optimistis PFII di Bali akan berkembang menjadi pusat keuangan yang mampu menarik investor dari berbagai negara, memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat finansial di kawasan, serta memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.








Discussion about this post