• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
30 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Wamenpar Apresiasi Tradisi Blangikhan sebagai Penggerak Pariwisata Berbasis Budaya di Lampung

by SDGS Admin
24 Februari 2026
Wamenpar Apresiasi Tradisi Blangikhan sebagai Penggerak Pariwisata Berbasis Budaya di Lampung
20
SHARES
124
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BACA JUGA

Simardangiang Bangun Benteng Budaya dan Ekonomi Hijau

Simardangiang Bangun Benteng Budaya dan Ekonomi Hijau

15 Februari 2026
Makan Bajamba Tradisi Kebersamaan yang Bertahan di Sumatera Barat

Makan Bajamba Tradisi Kebersamaan yang Bertahan di Sumatera Barat

7 Januari 2026
Bawa Pesan Persahabatan Lewat Tari, Svadara Warna Indonesia Hadirkan Rentak Nusantara di Negeri Sakura

Bawa Pesan Persahabatan Lewat Tari, Svadara Warna Indonesia Hadirkan Rentak Nusantara di Negeri Sakura

22 September 2025

Lampung Tengah, Kabar SDGs – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengapresiasi penyelenggaraan Tradisi Blangikhan di Lampung Tengah sebagai wujud nyata pariwisata yang tumbuh dari inisiatif masyarakat.

Dalam sambutannya di Nuwo Balak, Lampung Tengah, Rabu (18/2/2026), Ni Luh Puspa menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berbasis budaya dan spiritual merupakan bagian integral dari strategi nasional pariwisata Indonesia. Menurutnya, budaya adalah napas dari pariwisata berkualitas—berdaya saing, berkelanjutan, dan berakar kuat pada identitas bangsa.

“Inilah wujud nyata pariwisata yang tumbuh dari masyarakat, dikelola bersama, dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan lokal,” ujarnya.

Keterlibatan pelaku UMKM dalam rangkaian kegiatan Blangikhan turut memperkuat dampak ekonomi tradisi tersebut. Produk-produk lokal yang hadir dalam setiap perayaan budaya menjadi bukti bahwa tradisi mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat.

Tradisi Blangikhan, atau dikenal juga sebagai Blangiran, merupakan ritual penyucian diri masyarakat Lampung sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Prosesi ini dilakukan dengan penyiraman diri menggunakan air dari tujuh mata air sebagai simbol pembersihan lahir dan batin. Tradisi yang sarat nilai spiritual ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2019 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Tradisi ini menunjukkan bahwa kearifan lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan masa depan yang dapat menjadi fondasi pembangunan pariwisata berkelanjutan,” kata Ni Luh Puspa.

Penguatan budaya lokal sejalan dengan tren positif sektor pariwisata nasional sepanjang 2025. Kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 15,39 juta kunjungan atau tumbuh 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pergerakan wisatawan nusantara juga meningkat signifikan menjadi 1,20 miliar perjalanan atau naik 17,55 persen.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional pun terus menguat. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,11 persen dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar Rp23.821 triliun. Sektor pariwisata menyumbang 3,97 persen terhadap PDB nasional, dan jika memperhitungkan dampak lanjutan ke sektor terkait, total kontribusinya diperkirakan mencapai 4,80 persen atau setara Rp946 triliun hingga Rp1.143 triliun.

Di tingkat global, kualitas pariwisata Indonesia semakin mendapat pengakuan. Salah satunya melalui penetapan Desa Wisata Pemuteran, Buleleng, Bali sebagai salah satu desa wisata terbaik dunia oleh UN Tourism.

“Kita dorong desa-desa wisata di Provinsi Lampung agar semakin berkualitas dan memiliki daya saing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ujar Ni Luh Puspa.

Ia juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan agar Tradisi Blangikhan dapat dikembangkan sebagai agenda tahunan yang semakin berkualitas dan berkelanjutan, sekaligus mengidentifikasi potensi pariwisata lain di Provinsi Lampung secara terintegrasi.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan bahwa Provinsi Lampung saat ini berada di posisi ke-9 dalam daftar 10 wilayah dengan kontribusi kunjungan wisatawan terbanyak di Indonesia. Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih optimal dan terintegrasi.

Pemerintah Provinsi Lampung berencana mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk mendorong investasi dan pertumbuhan kawasan sekitar. “Kami memohon doa dan dukungan dari Wakil Menteri Pariwisata agar program ini dapat terwujud dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Komisi VII Rycko Menoza, Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, serta jajaran pemerintah daerah Provinsi Lampung. Wamenpar didampingi Asisten Deputi Event Nasional Kemenpar, Komang Ayu Astiti.

 

Share8SendTweet5
Previous Post

LPS Siapkan Pembayaran Klaim dan Likuidasi BPR Kamadana di Bangli

Next Post

Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Film Pelangi di Mars di SCBD

Next Post
Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Film Pelangi di Mars di SCBD

Wamen Ekraf Resmikan Giant Balloon Film Pelangi di Mars di SCBD

Kereta Ekonomi Kerakyatan Mulai Dijual

Kereta Ekonomi Kerakyatan Mulai Dijual

Discussion about this post

NEWS UPDATE

CSR Pertamina Balikpapan Raih Penghargaan Nasional

CSR Pertamina Balikpapan Raih Penghargaan Nasional

30 Mei 2026
Mocca Berry Jadi Menu Baru Aston Inn

Mocca Berry Jadi Menu Baru Aston Inn

30 Mei 2026
New York Siapkan Pameran Piala Dunia 2026

New York Siapkan Pameran Piala Dunia 2026

30 Mei 2026
Sambut Long Weekend, Whoosh Hadirkan Beragam Promo Tiket

Sambut Long Weekend, Whoosh Hadirkan Beragam Promo Tiket

30 Mei 2026
Menpar Dorong Penguatan Pariwisata Lewat Gastronomi di BBTF 2026

Menpar Dorong Penguatan Pariwisata Lewat Gastronomi di BBTF 2026

30 Mei 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    90 shares
    Share 36 Tweet 23

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.