Balikpapan, Kabar SDGs – Pemerintah Kota Balikpapan menunjukkan dukungan nyata terhadap perkembangan industri kreatif daerah melalui kegiatan nonton bareng film Kerja, Apa Dikerjain? di Cinepolis Living Plaza Balikpapan, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus pengakuan atas karya sineas muda lokal yang mulai menembus layar lebar nasional.
Wali Kota Rahmad Mas’ud menyampaikan kebanggaannya atas lahirnya film yang diproduksi, disutradarai, dan diperankan oleh putra-putri daerah dengan nuansa lokal yang kuat. Ia menilai keterlibatan lebih dari 30 kreator konten lokal dalam film tersebut menjadi bukti bahwa Balikpapan memiliki potensi besar di bidang perfilman. “Film yang diproduksi, disutradarai, dan diperankan oleh putra-putri daerah, dengan melibatkan lebih dari 30 kreator konten lokal. Pemkot mengapresiasi hasil karya ini,” ujarnya sebelum pemutaran film.
Menurut Rahmad, perkembangan industri perfilman lokal tidak hanya berdampak pada sektor hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Industri kreatif dinilai mampu menciptakan lapangan kerja, mengembangkan potensi generasi muda, sekaligus menjadi sarana promosi daerah. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Balikpapan untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor strategis penopang perekonomian daerah.
Rahmad juga menyoroti meningkatnya minat masyarakat terhadap film-film lokal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Momentum tersebut, katanya, menjadi peluang besar bagi karya anak daerah untuk mendapatkan tempat di hati penonton. “Kami mengajak masyarakat Balikpapan menonton film lokal bersama keluarga dan kerabat sebagai bentuk dukungan nyata terhadap karya kreatif daerah,” ajaknya.
Kegiatan nonton bareng ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua KNPI Kota Balikpapan, panitia Hari Jadi ke-129 Kota Balikpapan, para sineas, aktor dan aktris lokal, serta insan media. Acara tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-129 Kota Balikpapan.
Di akhir kegiatan, Rahmad berharap kolaborasi antara pemerintah dan komunitas kreatif dapat terus diperkuat. Ia optimistis Balikpapan ke depan tidak hanya dikenal sebagai kota jasa dan industri, tetapi juga sebagai kota yang melahirkan karya seni dan film berkualitas dari generasi muda berbakat.












Discussion about this post