• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
20 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Imlek 2026 Momentum Pembaruan Diri dan Harmoni Kehidupan

by SDGS Admin
18 Februari 2026
Imlek 2026 Momentum Pembaruan Diri dan Harmoni Kehidupan
22
SHARES
138
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Surabaya, Kabar SDGs – Perayaan Imlek 2026 tidak lagi semata dimaknai sebagai tradisi tahunan yang identik dengan barongsai dan angpao, tetapi juga sebagai momentum penting untuk memulai siklus kehidupan baru. Dosen Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra, Dr Olivia, menilai Imlek sebagai titik balik reflektif untuk memperbaiki diri sekaligus mempererat relasi antarmanusia.

Olivia menjelaskan, secara historis Imlek menandai peralihan dari musim dingin menuju musim semi dalam tradisi Tionghoa. Peralihan ini melambangkan berakhirnya fase lama dan dimulainya harapan baru. “Imlek adalah momen transisi. Masyarakat Tionghoa menutup lembaran lama dan menyambut siklus baru dengan semangat pembaruan,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

BACA JUGA

Kue Keranjang Simbol Harapan di Perayaan Imlek

Kue Keranjang Simbol Harapan di Perayaan Imlek

18 Februari 2026
Makna Buah Keberuntungan di Perayaan Imlek Tahun Kuda

Makna Buah Keberuntungan di Perayaan Imlek Tahun Kuda

18 Februari 2026
Imlek Nasional 2026 Angkat Harmoni Budaya Nusantara

Imlek Nasional 2026 Angkat Harmoni Budaya Nusantara

13 Februari 2026

Ia mengungkapkan, tradisi membersihkan rumah menjelang Imlek bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan simbol membuang kesialan dan energi negatif dari tahun sebelumnya. Saat hari perayaan tiba, aktivitas menyapu justru dihentikan sebagai simbol menjaga keberuntungan yang telah datang agar tidak ikut tersapu pergi.

Makna simbolis juga tercermin dalam sajian makanan khas Imlek. Kue keranjang atau Nián Gāo dimaknai sebagai doa agar derajat hidup terus meningkat dari tahun ke tahun. Sajian ikan hampir selalu hadir karena dalam bahasa Mandarin pelafalannya bermakna “kelebihan” atau “sisa rezeki”, sebagai harapan akan kelimpahan yang berkelanjutan.

Olivia menambahkan, fenomena hujan yang kerap turun bertepatan dengan perayaan Imlek juga dipandang positif dalam filosofi Tionghoa. Hujan dimaknai sebagai simbol turunnya rezeki dan keberkahan bagi kehidupan manusia. Pada 2026, masyarakat memasuki Tahun Kuda Api, yang dalam kepercayaan Tionghoa melambangkan kecepatan, kerja keras, serta energi dan pertumbuhan yang membara.

Menurutnya, Tahun Kuda Api menjadi momentum tepat untuk bergerak lebih cepat dalam menyelesaikan rencana yang tertunda dan mempercepat pencapaian tujuan hidup. Alumnus doktoral Universitas Airlangga Surabaya ini menegaskan bahwa esensi Imlek sesungguhnya terletak pada keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan.

“Imlek mengajarkan pentingnya harmoni dan pembaruan diri agar kehidupan ke depan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Share9SendTweet6
Previous Post

Kue Keranjang Simbol Harapan di Perayaan Imlek

Next Post

Pemkot Balikpapan Apresiasi Film Lokal Kerja Apa Dikerjain

Next Post
Pemkot Balikpapan Apresiasi Film Lokal Kerja Apa Dikerjain

Pemkot Balikpapan Apresiasi Film Lokal Kerja Apa Dikerjain

Pelatihan Administrasi Perkantoran Perluas Akses Kerja Difabel di Balikpapan

Pelatihan Administrasi Perkantoran Perluas Akses Kerja Difabel di Balikpapan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Badung Perkuat Pengawasan Sampah Sektor Horeka

Badung Perkuat Pengawasan Sampah Sektor Horeka

20 Mei 2026
Koster Bahas Kerja Sama Strategis Bali dan Tiongkok

Koster Bahas Kerja Sama Strategis Bali dan Tiongkok

19 Mei 2026
Jatim Open Woodball Perdana Digelar di Sidoarjo

Jatim Open Woodball Perdana Digelar di Sidoarjo

19 Mei 2026
Kuah Beulangong Aceh Hadir di Jakarta Selatan

Kuah Beulangong Aceh Hadir di Jakarta Selatan

19 Mei 2026
Pembangunan Sekolah Rakyat di Pacitan Capai 50%, Kementerian PU Percepat Penyelesaian

Pembangunan Sekolah Rakyat di Pacitan Capai 50%, Kementerian PU Percepat Penyelesaian

19 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Hijau Lewat Pembangunan 16 Pabrik CBG

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Kemnaker Buka Bantuan TKM Pemula 2026

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Aceh Buka Bantuan Pendidikan Korban Bencana

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • MJO Picu Hujan Tinggi di Riau

    18 shares
    Share 7 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.