Denpasar, Kabar SDGs – Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 menjadi penanda dimulainya lembaran baru sekaligus hadirnya Tahun Kuda yang sarat harapan dan optimisme. Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, perayaan Imlek tidak hanya dimaknai melalui doa dan kebersamaan keluarga, tetapi juga diwujudkan lewat berbagai simbol yang dipercaya membawa keberuntungan, salah satunya melalui pemilihan buah-buahan.
Dalam budaya Tionghoa, buah bukan sekadar pelengkap sajian, melainkan simbol doa dan harapan. Pemilihannya berkaitan erat dengan filosofi bahasa, khususnya penggunaan homofon atau bunyi kata yang menyerupai makna baik. Karena itu, buah yang disajikan atau diberikan saat Imlek diyakini mengandung pesan simbolis yang mencerminkan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.
Apel menjadi salah satu buah yang kerap hadir dalam perayaan Imlek. Dalam pelafalan tertentu, kata apel terdengar serupa dengan kata yang bermakna damai, sehingga buah ini dimaknai sebagai simbol keharmonisan dan keselamatan. Apel hijau sering dihubungkan dengan rezeki, sementara apel merah melambangkan kemakmuran dan keberhasilan.
Buah jeruk, terutama jeruk mandarin, tangerine, dan kumquat, juga identik dengan Imlek. Bentuknya yang bulat mencerminkan keutuhan dan kebersamaan, sedangkan warna kuning keemasannya melambangkan kelimpahan dan energi positif. Tidak jarang jeruk dijadikan hadiah dalam jumlah genap sebagai simbol keberuntungan dan keseimbangan.
Anggur turut melengkapi deretan buah bermakna baik. Tumbuh bergerombol dalam satu tangkai, anggur dimaknai sebagai lambang rezeki yang melimpah dan keberuntungan yang terus bertambah. Anggur ungu kerap diasosiasikan dengan kehormatan, sementara anggur hijau melambangkan vitalitas dan kemakmuran.
Buah delima juga memiliki filosofi mendalam. Banyaknya biji dalam buah ini menjadi simbol kesuburan dan keberlanjutan keturunan. Warna merah cerah pada delima dipercaya melambangkan umur panjang serta kemakmuran, sehingga kerap dihadiahkan sebagai doa baik bagi keluarga.
Buah naga merah tak kalah populer saat Imlek. Warna merah yang dominan serta unsur naga yang identik dengan kejayaan dan keberhasilan membuat buah ini dipercaya membawa keberuntungan. Selain bermakna simbolis, rasanya yang manis dan tampilannya yang menarik menjadikannya pilihan favorit sebagai sajian maupun hadiah.
Nanas melengkapi simbol buah keberuntungan di perayaan Imlek. Dalam pelafalan tertentu, nama nanas diasosiasikan dengan datangnya kekayaan. Warna keemasannya melambangkan kemakmuran, sementara rasa manisnya dipercaya membawa kehidupan yang penuh keberkahan sepanjang tahun.












Discussion about this post