Samarinda, Kabar SDGs – Kerja keras berbulan-bulan sambil membagi waktu dengan kuliah dan sekolah akhirnya terbayar. Tim tari Sangkerta dari Universitas Mulawarman dan Basabo Smaga dari SMA Negeri 3 Samarinda keluar sebagai juara regional Balikpapan iForte National Dance Competition dan berhak mewakili Kalimantan Timur ke tingkat nasional di Jakarta.
Ajang yang digelar di Pentacity Mall, Balikpapan, Minggu (1/2/2026), diikuti 44 peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, hanya 18 tim yang tampil di panggung utama. Dari persaingan tersebut, dua tim asal Samarinda berhasil mencuri perhatian dewan juri melalui koreografi yang kuat dengan nuansa tradisional, eksekusi gerak yang rapi, serta pesan budaya yang terasa jelas.
Perwakilan Tim Sangkerta Universitas Mulawarman, Rion, mengatakan kemenangan tersebut bukan hasil yang instan. Ia bersama empat rekannya telah menyiapkan konsep tari sejak 2025, jauh sebelum latihan intensif dilakukan.
“Latihan intens kami jalani sekitar satu bulan, tapi konsepnya sudah kami siapkan sejak tahun lalu. Mulai dari pesan tari, kostum, sampai karakter gerak,” ujarnya.
Menurut Rion, tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah menjaga konsistensi latihan di tengah kesibukan akademik. Meski demikian, komitmen bersama membuat seluruh proses dapat dilalui hingga tampil maksimal di panggung kompetisi.
Cerita serupa disampaikan Tim Basabo Smaga dari SMA Negeri 3 Samarinda. Perwakilan tim, Nindya Nur Aifa, menyebut proses kurasi offline di Balikpapan menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan bagi mereka.
“Tantangan terbesar kami membagi waktu antara sekolah dan latihan. Tapi kami saling menguatkan supaya tetap bertanggung jawab dengan pendidikan,” katanya.
Meski masih berstatus pelajar, Nindya menegaskan timnya bertekad tampil lebih matang dan percaya diri saat berlaga di tingkat nasional.
Head of Marketing Communications iForte, Victor Sihombing, menilai kualitas peserta pada seleksi regional Balikpapan sangat merata dan bahkan melampaui ekspektasi penyelenggara.
“Kreativitas koreografi mereka sudah di atas standar profesional. Setiap tim punya karakter dan kekuatan masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, iForte National Dance Competition tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang ekspresi bagi generasi muda untuk mencintai sekaligus merawat budaya Nusantara melalui seni tari.
Sebagai juara regional Balikpapan, Tim Sangkerta Universitas Mulawarman dan Basabo Smaga SMA Negeri 3 Samarinda akan melaju ke grand final nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada April 2026. Mereka akan bersaing dengan perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami mohon doa masyarakat Kaltim. Semoga bisa tampil maksimal dan membawa kebanggaan untuk daerah,” ujar Nindya.
Victor menyebutkan, setiap kota seleksi memiliki karakter dan warna tersendiri. Hingga awal Februari, rangkaian kompetisi telah digelar di enam kota dari total 13 kota yang direncanakan, dengan jumlah pendaftar mencapai 710 peserta.
“Yang paling menonjol adalah kualitas yang sangat merata. Semua punya potensi dan peluang yang sama, sehingga kompetisi ini semakin menarik,” katanya.
Seleksi berikutnya akan berlanjut ke Semarang sebelum puncak grand final nasional digelar pada 25–26 April 2026 di Jakarta. Melalui ajang ini, iForte berharap semakin banyak ruang kreasi terbuka bagi pemuda dan pelajar untuk berkarya sekaligus menjaga kelestarian seni dan budaya Indonesia.












Discussion about this post