• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
17 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Monolog Tubuh Yang Tak Pernah Takluk Hidupkan Kembali Semangat Cut Nyak Dhien

by SDGS Admin
10 September 2025
Monolog Tubuh Yang Tak Pernah Takluk Hidupkan Kembali Semangat Cut Nyak Dhien
26
SHARES
163
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Aceh Besar, Kabar SDGs – Semangat kepahlawanan Cut Nyak Dhien dihadirkan kembali melalui pertunjukan monolog berjudul “Tubuh yang Tak Pernah Takluk” di Museum Rumoh Cut Nyak Dhien, Lampisang, Sabtu malam, 6 September 2025. Disutradarai Nazar Syah Alam, pementasan ini menggandeng seniman muda Aceh dan berhasil menarik perhatian publik, menjadikan rumah bersejarah sang pahlawan nasional sebagai ruang refleksi budaya dan perjuangan.

Pertunjukan menitikberatkan pada gerak tubuh sebagai medium menyampaikan trauma, keteguhan, dan perlawanan. Aktor utama, Zikrayanti, menghidupkan ruh perjuangan Cut Nyak Dhien melalui ekspresi fisik yang penuh intensitas. “Dengan monolog tubuh, pesan bisa hadir melalui gerakan yang ekspresif, menghadirkan intensitas emosional, dan membuka ruang interpretasi yang lebih luas bagi penonton,” jelas Zikrayanti pada Ahad, 7 September. Ia menambahkan tampil di rumah Cut Nyak Dhien adalah impiannya sejak tiga tahun lalu yang akhirnya terwujud.

BACA JUGA

Festival Nipah Dorong Ekonomi Budaya Suak Timah

Festival Nipah Dorong Ekonomi Budaya Suak Timah

13 September 2026
Sidoarjo Dorong Ekosistem Seni dan Budaya Lewat Darjonesia Dance Festival

Sidoarjo Dorong Ekosistem Seni dan Budaya Lewat Darjonesia Dance Festival

11 September 2026
Mambesak Akustik Hidupkan Kembali Semangat Seni Papua

Mambesak Akustik Hidupkan Kembali Semangat Seni Papua

7 Agustus 2026

Sutradara Nazar Syah Alam menilai karya ini penting sebagai representasi perempuan Aceh. Ia mengaku terkesan dengan sambutan publik yang memadati ruang pertunjukan. “Ini di atas ekspektasi kita. Keren sekali. Kita merasa bahwa Cut Nyak hari ini masih milik orang Aceh,” kata Nazar. Ia menegaskan bahwa monolog ini tidak hanya sebuah karya seni, melainkan juga ruang refleksi tentang keberanian dan keteguhan yang diwariskan. “Setiap perempuan di Aceh adalah Cut Nyak yang berjuang dalam ruang dan cara masing-masing,” ujarnya.

Pertunjukan ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 1, serta kolaborasi komunitas seni dan literasi Aceh seperti Studiosa, Sisi Buku, dan Teater Rongsokan. Perwakilan BPK Wilayah 1, Zahrina, mengapresiasi pementasan tersebut. “Kita patut bangga sebagai orang Aceh yang memiliki peradaban besar. Melalui monolog ini, semangat Cut Nyak Dhien dihidupkan kembali sebagai simbol perjuangan perempuan Aceh masa kini,” katanya.

Pengalaman spiritual turut dirasakan penonton, salah satunya Sarah, seniman muda yang hadir dalam pertunjukan itu. “Ekspresinya bukan hanya dirasakan oleh aktor, tetapi juga saya sebagai penonton,” ujarnya setelah mengikuti prosesi yang diawali dengan ritual kemenyan.

“Tubuh yang Tak Pernah Takluk” menjadi penegasan bahwa kesenian adalah milik bersama. Dari ruang sederhana, lahir karya yang mampu menyulam kembali tradisi, peradaban, dan perjuangan. Zikrayanti menutup dengan keyakinan bahwa kepedulian masyarakat Aceh terhadap seni masih kuat, dan semangat itu tidak akan pernah padam, sebagaimana tubuh itu tidak pernah takluk.

Share10SendTweet7
Previous Post

Karo Tour De Sinabung X Diikuti 800 Peserta dari Berbagai Daerah

Next Post

Operasi Cerebrovascular Pertama di Aceh Berhasil Dilakukan di RSUDZA

Next Post
Operasi Cerebrovascular Pertama di Aceh Berhasil Dilakukan di RSUDZA

Operasi Cerebrovascular Pertama di Aceh Berhasil Dilakukan di RSUDZA

Festival Anak Saleh Kembali Digelar di Cot Lamkuweuh

Festival Anak Saleh Kembali Digelar di Cot Lamkuweuh

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Batam Gelar Operasi Pasar Murah Tekan Inflasi

Batam Gelar Operasi Pasar Murah Tekan Inflasi

16 September 2026
CapCut Bawa Talenta Kreatif Indonesia ke Layar Lebar

CapCut Bawa Talenta Kreatif Indonesia ke Layar Lebar

16 September 2026
Sekolah di Tanjungpinang Terapkan Belajar Daring

Sekolah di Tanjungpinang Terapkan Belajar Daring

16 September 2026
Parta Hadirkan Perpustakaan di Ruang Terbuka Denpasar

Parta Hadirkan Perpustakaan di Ruang Terbuka Denpasar

16 September 2026
Warga Lamongan Protes Dugaan Polusi Debu Dolomit

Warga Lamongan Protes Dugaan Polusi Debu Dolomit

15 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3016 shares
    Share 1206 Tweet 754
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2695 shares
    Share 1078 Tweet 674
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2665 shares
    Share 1066 Tweet 666
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2695 shares
    Share 1078 Tweet 674
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2708 shares
    Share 1083 Tweet 677

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.