• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
28 Juli 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Monolog Tubuh Yang Tak Pernah Takluk Hidupkan Kembali Semangat Cut Nyak Dhien

by SDGS Admin
10 September 2025
Monolog Tubuh Yang Tak Pernah Takluk Hidupkan Kembali Semangat Cut Nyak Dhien
25
SHARES
157
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Aceh Besar, Kabar SDGs – Semangat kepahlawanan Cut Nyak Dhien dihadirkan kembali melalui pertunjukan monolog berjudul “Tubuh yang Tak Pernah Takluk” di Museum Rumoh Cut Nyak Dhien, Lampisang, Sabtu malam, 6 September 2025. Disutradarai Nazar Syah Alam, pementasan ini menggandeng seniman muda Aceh dan berhasil menarik perhatian publik, menjadikan rumah bersejarah sang pahlawan nasional sebagai ruang refleksi budaya dan perjuangan.

Pertunjukan menitikberatkan pada gerak tubuh sebagai medium menyampaikan trauma, keteguhan, dan perlawanan. Aktor utama, Zikrayanti, menghidupkan ruh perjuangan Cut Nyak Dhien melalui ekspresi fisik yang penuh intensitas. “Dengan monolog tubuh, pesan bisa hadir melalui gerakan yang ekspresif, menghadirkan intensitas emosional, dan membuka ruang interpretasi yang lebih luas bagi penonton,” jelas Zikrayanti pada Ahad, 7 September. Ia menambahkan tampil di rumah Cut Nyak Dhien adalah impiannya sejak tiga tahun lalu yang akhirnya terwujud.

BACA JUGA

Festival Kendaraan Hias Semarakkan HUT Kota Bandar Lampung

Festival Kendaraan Hias Semarakkan HUT Kota Bandar Lampung

22 Juli 2026
Paya Seunara Adventure Festival Padukan Sport Tourism dan Wisata Alam

Paya Seunara Adventure Festival Padukan Sport Tourism dan Wisata Alam

22 Juli 2026
Extrajoss Ultimate Takeover Bali Hidupkan Komunitas Denpasar

Extrajoss Ultimate Takeover Bali Hidupkan Komunitas Denpasar

26 Juni 2026

Sutradara Nazar Syah Alam menilai karya ini penting sebagai representasi perempuan Aceh. Ia mengaku terkesan dengan sambutan publik yang memadati ruang pertunjukan. “Ini di atas ekspektasi kita. Keren sekali. Kita merasa bahwa Cut Nyak hari ini masih milik orang Aceh,” kata Nazar. Ia menegaskan bahwa monolog ini tidak hanya sebuah karya seni, melainkan juga ruang refleksi tentang keberanian dan keteguhan yang diwariskan. “Setiap perempuan di Aceh adalah Cut Nyak yang berjuang dalam ruang dan cara masing-masing,” ujarnya.

Pertunjukan ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 1, serta kolaborasi komunitas seni dan literasi Aceh seperti Studiosa, Sisi Buku, dan Teater Rongsokan. Perwakilan BPK Wilayah 1, Zahrina, mengapresiasi pementasan tersebut. “Kita patut bangga sebagai orang Aceh yang memiliki peradaban besar. Melalui monolog ini, semangat Cut Nyak Dhien dihidupkan kembali sebagai simbol perjuangan perempuan Aceh masa kini,” katanya.

Pengalaman spiritual turut dirasakan penonton, salah satunya Sarah, seniman muda yang hadir dalam pertunjukan itu. “Ekspresinya bukan hanya dirasakan oleh aktor, tetapi juga saya sebagai penonton,” ujarnya setelah mengikuti prosesi yang diawali dengan ritual kemenyan.

“Tubuh yang Tak Pernah Takluk” menjadi penegasan bahwa kesenian adalah milik bersama. Dari ruang sederhana, lahir karya yang mampu menyulam kembali tradisi, peradaban, dan perjuangan. Zikrayanti menutup dengan keyakinan bahwa kepedulian masyarakat Aceh terhadap seni masih kuat, dan semangat itu tidak akan pernah padam, sebagaimana tubuh itu tidak pernah takluk.

Share10SendTweet6
Previous Post

Karo Tour De Sinabung X Diikuti 800 Peserta dari Berbagai Daerah

Next Post

Operasi Cerebrovascular Pertama di Aceh Berhasil Dilakukan di RSUDZA

Next Post
Operasi Cerebrovascular Pertama di Aceh Berhasil Dilakukan di RSUDZA

Operasi Cerebrovascular Pertama di Aceh Berhasil Dilakukan di RSUDZA

Festival Anak Saleh Kembali Digelar di Cot Lamkuweuh

Festival Anak Saleh Kembali Digelar di Cot Lamkuweuh

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PLN Dukung Percepatan Penurunan Stunting di Samarinda

PLN Dukung Percepatan Penurunan Stunting di Samarinda

27 Juli 2026
Sinar Mas Land Kembangkan Township Perdana di Samarinda

Sinar Mas Land Kembangkan Township Perdana di Samarinda

27 Juli 2026
SR Terintegrasi 1 Sragen, Komitmen Pemerintah Fasilitasi Pendidikan Keluarga Prasejahtera

SR Terintegrasi 1 Sragen, Komitmen Pemerintah Fasilitasi Pendidikan Keluarga Prasejahtera

27 Juli 2026
Kutai Barat Salurkan Freezer untuk Dukung Usaha Perikanan

Kutai Barat Salurkan Freezer untuk Dukung Usaha Perikanan

27 Juli 2026
Jember Fashion Carnaval Perkuat Daya Saing Pariwisata Indonesia

Jember Fashion Carnaval Perkuat Daya Saing Pariwisata Indonesia

27 Juli 2026

POPULAR

  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1193 shares
    Share 477 Tweet 298
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1472 shares
    Share 589 Tweet 368
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1184 shares
    Share 474 Tweet 296
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    1224 shares
    Share 490 Tweet 306
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1191 shares
    Share 476 Tweet 298

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.