• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
11 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Warga Lamongan Protes Dugaan Polusi Debu Dolomit

by SDGS Admin
15 September 2026
Warga Lamongan Protes Dugaan Polusi Debu Dolomit
20
SHARES
124
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Lamongan, Kabar SDGs – Ratusan warga Perumahan Graha Indah, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, menyampaikan protes atas dugaan pencemaran debu yang diduga berasal dari aktivitas pabrik pengolahan dolomit di Desa Drajat. Sepanjang September 2026, warga mengaku harus berhadapan dengan debu putih yang masuk ke kawasan permukiman hampir setiap hari.

Kondisi tersebut disebut semakin terasa ketika kemarau ekstrem berlangsung. Debu tidak hanya menempel pada rumah dan kendaraan, tetapi juga mengotori tanaman yang berada di sekitar permukiman. Lokasi perumahan yang berbatasan langsung dengan kawasan pabrik membuat warga merasakan dampak tersebut secara langsung.

BACA JUGA

Overcapacity Jadi Kendala Pengguna Transportasi Publik

Overcapacity Jadi Kendala Pengguna Transportasi Publik

18 September 2023
Pidana Penjara dan Denda bagi Pelaku Emisi

Pidana Penjara dan Denda bagi Pelaku Emisi

18 September 2023
Emisi Terbesar di Jabodetabek dari Kendaraan Bermotor

Emisi Terbesar di Jabodetabek dari Kendaraan Bermotor

18 September 2023

Ketua RT Perumahan Graha Indah, Roni Sumitro, menggambarkan kondisi yang dialami warga dengan menunjukkan tebalnya lapisan debu putih yang menempel pada bagian atap rumah.

“Kami hidup bersama racun debu! Rumah kami bukan gudang debu! Pohon saja tak bisa bernapas, apalagi kami,” protes Ketua RT Perum Graha Indah, Roni Sumitro, sambil menunjukkan lapisan debu putih yang menempel tebal di atap rumah warga.

Kekhawatiran terhadap kemungkinan dampak kesehatan akibat paparan debu dalam jangka panjang mendorong warga menyuarakan aksi bertajuk “Stop Polusi Dolomit”. Mereka meminta perusahaan melakukan evaluasi terhadap proses pengolahan serta sistem penyaringan material yang digunakan.

Warga juga mendesak perusahaan memasang alat pengendali debu atau dust collector. Peralatan tersebut dinilai diperlukan untuk mengurangi penyebaran partikulat dari aktivitas pengolahan ke lingkungan permukiman.

Selain meminta perusahaan mengambil langkah penanganan, warga berharap Pemerintah Desa Paciran dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan ikut turun ke lokasi. Pemerintah diminta menjadi mediator sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap kondisi lingkungan, termasuk pengujian kualitas atau baku mutu udara di wilayah yang terdampak.

Menanggapi laporan tersebut, DLH Kabupaten Lamongan menyatakan akan melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Sekretaris DLH Kabupaten Lamongan, Inganatul Muhimmah, S.T., M.T., yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Lamongan, Etik Sulistyani, S.Sos., M.Si., mengatakan pihaknya baru memperoleh informasi mengenai keluhan warga tersebut.

“Kami baru terima informasi kaitan hal tersebut siang ini, Senin kami akan cek lapangan. Secara umum, kegiatan pengolahan kapur harus memasang alat pengendali emisi berupa dust collector atau cyclone,” tegas Inganatul saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026).

Ia menjelaskan, perangkat pengendali emisi memiliki fungsi menangkap partikulat agar tidak langsung terlepas dan menyebar ke lingkungan sekitar kegiatan industri.

Selain memeriksa kondisi debu di kawasan permukiman, DLH Lamongan akan mengecek kepatuhan lingkungan perusahaan. Pemeriksaan tersebut mencakup persetujuan lingkungan, pelaksanaan komitmen pengelolaan emisi serta berbagai kewajiban lain terkait pengelolaan lingkungan hidup.

“Kami akan pastikan kepemilikan persetujuan lingkungan kegiatan tersebut, komitmen pengelolaan emisi, dan komitmen lingkungan hidup lainnya. Kalau melihat aduannya, ini cukup parah debunya lepas ke pemukiman,” pungkasnya.

Pemeriksaan lapangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi lingkungan di sekitar Perumahan Graha Indah. Hasil pengecekan juga akan menjadi dasar untuk memastikan apakah keluhan warga berkaitan dengan ketidakpatuhan terhadap ketentuan pengelolaan lingkungan atau adanya persoalan teknis pada sistem pengendalian emisi pabrik.

Share8SendTweet5
Previous Post

Dinkes Batu Gencarkan Temuan Kasus TBC

Next Post

Parta Hadirkan Perpustakaan di Ruang Terbuka Denpasar

Next Post
Parta Hadirkan Perpustakaan di Ruang Terbuka Denpasar

Parta Hadirkan Perpustakaan di Ruang Terbuka Denpasar

Sekolah di Tanjungpinang Terapkan Belajar Daring

Sekolah di Tanjungpinang Terapkan Belajar Daring

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Pertamina RU V Balikpapan Perkuat Budaya Hidup Sehat Lewat SEBUSE Kalcer 2026

Pertamina RU V Balikpapan Perkuat Budaya Hidup Sehat Lewat SEBUSE Kalcer 2026

11 Oktober 2026
Enam Pebalap Indonesia Bidik Podium Moto4 Asia Cup di Mandalika

Enam Pebalap Indonesia Bidik Podium Moto4 Asia Cup di Mandalika

11 Oktober 2026
Asahan Panen Perdana Pisang Kepok Abu Hasil Pengembangan PT Hijau Surya

Asahan Panen Perdana Pisang Kepok Abu Hasil Pengembangan PT Hijau Surya

11 Oktober 2026
Asahan Dukung Pesparani Katolik 2026

Asahan Dukung Pesparani Katolik 2026

11 Oktober 2026
USK Gelar Pameran Seni Internasional Bertema Cultural Nuances

USK Gelar Pameran Seni Internasional Bertema Cultural Nuances

10 Oktober 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3701 shares
    Share 1480 Tweet 925
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3696 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3639 shares
    Share 1456 Tweet 910
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3666 shares
    Share 1466 Tweet 917
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3989 shares
    Share 1596 Tweet 997

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.