• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
11 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Wilayah Towale di Sulawesi Tengah Berpotensi Jadi Desa Wisata Internasional

by SDGS Admin
28 April 2023
Wilayah Towale di Sulawesi Tengah Berpotensi Jadi Desa Wisata Internasional
61
SHARES
380
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

DONGGALA, KabarSDGs – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah, Diah Agustianingsih mengatakan, Desa Towale atau biasa dikenal dengan Desa Pusat Laut di Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala berpotensi menjadi desa wisata internasional.

“Desa wisata ini memang kami dorong khusus karena desa ini menawarkan keindahan bawah laut dan keindahan pantai dengan hamparan pasir putih,” ujar Diah saat melakukan wawancara dengan Tim Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo secara virtual di Palu, Jumat (28/04/2023).

BACA JUGA

Probolinggo Rafting Hadirkan Wisata Baru Lereng Argopuro

Probolinggo Rafting Hadirkan Wisata Baru Lereng Argopuro

9 April 2026
Sungai Trokon Jadi Primadona Wisata Alam Curup

Sungai Trokon Jadi Primadona Wisata Alam Curup

28 Maret 2026
Wisata Alam Curup Dongkrak UMKM Lokal

Wisata Alam Curup Dongkrak UMKM Lokal

27 Maret 2026

Ia menjelaskan, salah satu hal unik di Desa Towale adalah keberadaan satu sumur yang diberi nama pusat laut atau dalam bahasa Kaili sebut puse ntasi yang berdiameter 10 meter dengan kedalaman 7 meter yang merupakan sumur terbesar di dunia.

“Ini merupakan salah satu keunikan tersendiri dari Desa Towale. Konon dikatakan bahwa jika mandi di sumur ini akan membuat orang menjadi awet muda. Makanya, Desa Towale ini juga dinamakan desa pusat laut karena keberadaan sumur ini,” ungkap Diah.

Ia juga menerangkan, Desa Towale menawarkan kearifan lokal masyarakat, di mana masyarakat setempat hampir sebagian besar bekerja dengan menenun sarung Donggala atau biasa di kenal dengan Buya Sabe atau Batik Bomba.

Diah melanjutkan, masyarakat di Desa Towale, hampir 80 persen bekerja sebagai penenun, khususnya ibu-ibu dengan masih menggunakan alat tenun tradisional.

“Motif kain tenun memiliki ciri khas tersendiri yakni motif dasar bunga yang di modifikasi dalam berbagai bentuk. Itulah yang membedakan dari tenun daerah lain,” jelasnya.

Menurut Diah, salah satu destinasi yang menarik di kunjungi oleh wisatawan yakni destinasi religinya, sebuah mesjid bernama Bulava Mpongeo yang di bangun sejak zaman kerajaan Kaili pada 1800-an.

Ia juga menjelaskan, daya tarik lainnya adalah atraksi dan ritual budaya memandikan kucing yang terbuat dari emas yang merupakan salah satu ritual yang biasa dilakukan menolak bala atau musibah menurut kepercayaan masyarakat sekitar.

“Jadi hal tersebut adalah integrasi antara keindahan alam dan budaya, itulah yang kami tawarkan dari Desa Towale,” ujar Diah.

Ia mengharapkan, pemerintah daerah Kabupaten Donggala dan perangkat desa serta seluruh pihak terus bekerja sama, mendukung, mempublikasikan, dan mempromosikan Desa Towale sebagai desa wisata internasional.

Share24SendTweet15
Previous Post

385 WNI yang Dievakuasi dari Sudan Berhasil Mendarat di Indonesia

Next Post

BPBD Kabupaten Banyuwangi Lakukan Pembersihan Drainase untuk Pastikan Keamanan Pemudik

Next Post
BPBD Kabupaten Banyuwangi Lakukan Pembersihan Drainase untuk Pastikan Keamanan Pemudik

BPBD Kabupaten Banyuwangi Lakukan Pembersihan Drainase untuk Pastikan Keamanan Pemudik

Conch Cement Indonesia Kirimkan 25 Putra Putri Terbaik Daerah ke Luar Negeri

Conch Cement Indonesia Kirimkan 25 Putra Putri Terbaik Daerah ke Luar Negeri

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Dirut PLN Raih Penghargaan Green Leadership PROPER

Dirut PLN Raih Penghargaan Green Leadership PROPER

11 April 2026
Kemnaker Dorong Sertifikasi Peserta Magang Nasional

Kemnaker Dorong Sertifikasi Peserta Magang Nasional

11 April 2026
Usaha Kue Rumahan Yulianti Tumbuh Berkat Ketekunan

Usaha Kue Rumahan Yulianti Tumbuh Berkat Ketekunan

11 April 2026
Respons Aspirasi Masyarakat, Kementerian PU  Perbaiki Jalan Taan–Bela’–Kopeang di Mamuju

Respons Aspirasi Masyarakat, Kementerian PU  Perbaiki Jalan Taan–Bela’–Kopeang di Mamuju

10 April 2026
Jember Prioritaskan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

Jember Prioritaskan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

10 April 2026

POPULAR

  • Program P3TGAI 2026 Dimulai di 12.000 Lokasi, Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat

    Program P3TGAI 2026 Dimulai di 12.000 Lokasi, Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    25 shares
    Share 10 Tweet 6

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.