Pada hari Selasa (15/10), Komunitas Literasi Rapture bekerja sama dengan Perpustakaan Tapanuli Utara mengadakan kegiatan “Diskusi Praktik Baik” yang bertempat di Tapanuli Utara. Seminar ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, hingga perwakilan dari rumah baca anak yang tersebar di wilayah Tapanuli Utara. Kegiatan ini menjadi ajang berbagi ilmu dan pengalaman dalam upaya meningkatkan literasi di daerah Tapanuli Utara.
Diskusi Praktik Baik diadakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat terkait dengan pengembangan literasi di lingkungan mereka. Komunitas Literasi Rapture, sebagai inisiator acara, berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan panduan praktis bagi para peserta untuk lebih aktif dalam mengembangkan budaya membaca di kalangan anak-anak dan masyarakat umum.
Selain itu, Perpustakaan Tapanuli Utara juga memiliki misi untuk memajukan minat baca di wilayahnya, khususnya melalui kegiatan yang melibatkan berbagai komunitas literasi dan rumah baca anak. Dengan adanya seminar ini, diharapkan akan muncul lebih banyak program dan inisiatif yang mendorong budaya membaca di Tapanuli Utara.

Diskusi ini juga dihadiri oleh perwakilan rumah baca anak yang tersebar di Tapanuli Utara. Mereka membawa pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam mengelola rumah baca, terutama dalam menarik minat anak-anak untuk membaca. Melalui seminar ini, mereka mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman, memperoleh ide-ide baru, dan membangun jaringan dengan komunitas literasi lainnya.
Salah satu pembicara utama adalah seorang Kepala Dinas Perpustakaan Tapanuli Utara yang berbagi mengenai pentingnya peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan komunitas. Ia mengungkapkan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga pusat kegiatan yang bisa memberdayakan masyarakat melalui berbagai program literasi. Ia memberikan contoh-contoh program yang berhasil meningkatkan minat baca masyarakat di wilayah Tapanuli Utara.
Pembicara yang menjadi narasumber pada acara ini menghadirkan Bapak Kepala Dinas Perpustakaan Tapanuli Utara, B.M. Sinaga, SP.,MSi dan Ibu Kepala Bidang Perpustakaan Tapanuli Utara, Kartini Eva C. Nahampun, SSTP, MSP, dan yang menjadi moderator pada diskusi ini adalah Ketua Panitia Komunitas Literasi, Bapak Agus Sitorus, SSos. Pemateri memaparkan tentang pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, seperti komunitas literasi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan budaya literasi. Menurutnya, kolaborasi ini sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan minat baca, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja.
Sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung setelah pemaparan materi menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para peserta. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta mengenai cara menghadapi tantangan di lapangan, seperti keterbatasan akses buku, rendahnya minat baca di masyarakat, dan bagaimana cara mengatasi kebosanan anak-anak saat berada di rumah baca.

“Demi berkembangnya literasi di Tapanuli Utara,perlu dibentuk forum literasi di Tapanuli Utara agar sesama komunitas literasi dapat bersinergi dalam membangun minat membaca di kalangan anak2.” Ungkap Agus Sitorus, selaku ketua panitia seminar ini.
Salah satu perwakilan rumah baca anak mengungkapkan tantangan yang sering dihadapinya, yaitu minimnya fasilitas di rumah baca yang ia kelola. Dalam sesi ini, pembicara memberikan solusi praktis, seperti mengadakan kegiatan mendongeng, lomba membaca, dan penggunaan media digital untuk menarik minat anak-anak. Peserta lain juga berbagi pengalaman mereka dalam menyelenggarakan program yang sukses meningkatkan jumlah pengunjung di rumah baca masing-masing.
Diskusi Praktik Baik ini tidak hanya berakhir pada hari penyelenggaraannya, tetapi juga membuka jalan untuk berbagai program tindak lanjut. Komunitas Literasi Rapture dan Perpustakaan Tapanuli Utara berkomitmen untuk terus mendukung program-program literasi yang digagas oleh para peserta. Salah satu rencana yang akan dilaksanakan adalah mengadakan pelatihan intensif bagi pengelola rumah baca anak, dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola rumah baca secara profesional dan kreatif.
Diskusi Praktik Baik yang diadakan oleh Komunitas Literasi Rapture dan Perpustakaan Tapanuli Utara pada 15 Oktober 2024 ini menjadi momen penting dalam upaya meningkatkan literasi di Tapanuli Utara. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, dan perwakilan rumah baca anak, kegiatan ini berhasil menjadi ajang berbagi inspirasi dan pengalaman dalam menciptakan lingkungan yang mendukung budaya membaca. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal menuju terciptanya generasi yang lebih cerdas dan berwawasan luas melalui budaya membaca yang kuat.












Discussion about this post