• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
14 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home AKADEMIKA

Tanoto Foundation Bina Generasi Muda dengan Kemampuan SDGs

by SDGS Admin
21 Oktober 2024
Tanoto Foundation Bina Generasi Muda dengan Kemampuan SDGs
34
SHARES
215
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, Kabar SDGs – Dengan meningkatnya upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), potensi ekonomi hijau (green economy) dan peluang kerja berkelanjutan sangatlah besar. Generasi muda banyak yang tertarik untuk terlibat dalam bidang ini dan memberikan kontribusi untuk masa depan. Hanya saja, antusiasme itu belum diiringi dengan pemahaman dan kemampuan tentang SDGs itu sendiri.

Michael Susanto, Kepala Pengembangan Kepemimpinan & Beasiswa Tanoto Foundation, menyatakan bahwa SDG Academy Indonesia (SDG AI), sebuah platform pembelajaran mengenai SDGs dan integrasinya yang merupakan hasil kerja sama Tanoto Foundation dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN / Bappenas), dan UNDP, berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas generasi muda dalam bidang SDGs, terutama di sektor pendidikan.

BACA JUGA

Dorong Akselerasi SDGs, LAN Selenggarakan Konferensi Internasional

Dorong Akselerasi SDGs, LAN Selenggarakan Konferensi Internasional

23 April 2026
Menteri Dody Ajak Generasi Muda Bangun Budaya Pilah Sampah Sejak Dini

Menteri Dody Ajak Generasi Muda Bangun Budaya Pilah Sampah Sejak Dini

28 Oktober 2025
Generasi Muda Jadi Motor Inovasi Transportasi Masa Depan

Generasi Muda Jadi Motor Inovasi Transportasi Masa Depan

18 September 2025

Hal ini disampaikan dalam Konferensi Tahunan SDGs 2024 (SAC 2024) yang berjudul Inovasi Menuju Indonesia Emas: Keterkaitan Pendidikan Berkualitas, Pekerjaan, dan Industri Hijau, di Jakarta.

Menurut Michael, setelah memasuki dunia kerja, banyak mahasiswa kerap bertanya apakah apa yang mereka pelajari selama ini dapat berguna untuk masa depan.

“Kita sering mengatakan bahwa pekerjaan hijau terbatas pada jenis pekerjaan tertentu. Meskipun begitu, banyak pekerjaan terkait dengan ekonomi hijau,” ungkap Michael melalui siaran pers yang dikutip pada Minggu (20/10/2024).

Di sisi lain, potensi tersebut tidak dapat diabaikan, namun masih banyak lulusan pendidikan tinggi yang belum memiliki keterampilan yang diperlukan.

Hanya 1 dari 8 orang memiliki keterampilan yang memadai untuk mendukung ekonomi hijau. Bagi mereka yang sudah bekerja, sebanyak 60% pekerja berminat untuk beralih ke bidang keberlanjutan, namun merasa tidak percaya diri karena kurangnya keterampilan yang memadai. Akhirnya karir mereka tidak berkembang ke depan,” ujarnya.

Kondisi itulah yang membuat Tanoto Foundation, lembaga filantropi independen yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada 1981, bersama Bappenas dan UNDP membentuk SDG AI yang berfokus dalam menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki integritas tinggi serta komitmen yang kuat untuk mempercepat pencapaian target TPB/SDGs di Indonesia.

Michael menjelaskan, SDG AI menargetkan keterlibatan semua pemangku kepentingan SDGs, yakni pemerintah, akademisi, swasta, filantropi, organisasi masyarakat, dan media. Pada SAC 2024, Michael mengajak untuk fokus pada bidang SDGs, khususnya penciptaan kota dan komunitas berkelanjutan.

Dalam bidang ini, harus diperhatikan perumahan yang aman dan terjangkau, sistem transportasi publik yang baik, serta ruang publik yang inklusif.

Masih banyak masalah dalam bidang ini yang bisa diselesaikan melalui pendekatan SDGs dan ekonomi hijau namun belum ada solusi yang tepat.

Misalnya, hanya 56% warga yang dapat mengakses transportasi publik dan 90% sampah berasal dari rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik.

Menurut Michael, lulusan perguruan tinggi dengan perspektif SDGs mampu menciptakan solusi untuk isu-isu tersebut sehingga SDGs dapat tercapai.

Ia menjelaskan bahwa banyak perguruan tinggi tengah mengembangkan pendekatan pendidikan berkelanjutan untuk merubah perilaku, sikap, dan kompetensi lulusan sesuai dengan prinsip SDGs.

Penerapan pendekatan ini tidak hanya terfokus pada aspek fisik seperti bangunan hijau atau energi terbarukan. Pendidikan berkelanjutan harus dimasukkan dalam kurikulum akademik dan pembelajaran di lapangan untuk mencari solusi atas masalah-masalah nyata.

Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapat pengalaman belajar, belajar secara multidisiplin, dan memiliki berbagai keahlian relevan.

Sebagai contoh, kerjasama antara Tanoto Foundation dan UNESCO sejak tahun 2023 telah memfasilitasi sekitar 400 mahasiswa untuk mempelajari tantangan-tantangan yang dihadapi masyarakat dan melakukan penelitian guna merancang solusinya.

Melalui pendidikan, kami mengembangkan keterampilan SDGs yang sebelumnya belum sepenuhnya terampil. Di masa mendatang, penting bagi kita untuk mengembangkan bakat-bakat di bidang pembangunan berkelanjutan,” kata Michael dengan tegas.

Share14SendTweet9
Previous Post

Indonesian AID Salurkan Dukungan SDGs Ratusan Milyar Selama 5 Tahun

Next Post

Kolaborasi Komunitas Literasi Rapture dan Dinas Perpustakaan Tapanuli Utara dalam Diskusi Praktik Baik

Next Post
Kolaborasi Komunitas Literasi Rapture dan Dinas Perpustakaan Tapanuli Utara dalam Diskusi Praktik Baik

Kolaborasi Komunitas Literasi Rapture dan Dinas Perpustakaan Tapanuli Utara dalam Diskusi Praktik Baik

Pedoman Penerapan BGCE Wujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Pedoman Penerapan BGCE Wujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

MJO Picu Hujan Tinggi di Riau

MJO Picu Hujan Tinggi di Riau

14 Mei 2026
Jembatan Bailey Dirampungkan Dukung Percepatan Sekolah Rakyat Brebes

Jembatan Bailey Dirampungkan Dukung Percepatan Sekolah Rakyat Brebes

14 Mei 2026
DLH Tubaba Tinjau Dugaan Limbah Dapur MBG

DLH Tubaba Tinjau Dugaan Limbah Dapur MBG

14 Mei 2026
Akses Tol Pattimura Dibangun untuk Tingkatkan Konektivitas Kota Salatiga

Akses Tol Pattimura Dibangun untuk Tingkatkan Konektivitas Kota Salatiga

14 Mei 2026
Waspada! Penipuan Pencari Kerja Atas Nama KAI Services

Waspada! Penipuan Pencari Kerja Atas Nama KAI Services

14 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Hijau Lewat Pembangunan 16 Pabrik CBG

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • KAI Services Buka Lowongan Pramugara dan Pramugari Kereta Api

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Izin Bus ALS Berpotensi Dicabut Kemenhub

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Wamenaker Dorong Pemuda Ciptakan Lapangan Kerja Baru

    19 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.