• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
19 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

Rombongan MWCNU Pleret Kunjungi Makam Ki Ageng Pemanahan di Kotagede, Ini Alasannya

by SDGS Admin
16 Oktober 2023
Rombongan MWCNU Pleret Kunjungi Makam Ki Ageng Pemanahan di Kotagede, Ini Alasannya
87
SHARES
544
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BANTUL, KabarSDGs – Rombongan dari MWCNU Pleret pada Minggu (15/10/2023) sore melaksanakan kunjungan ziarah ke Makam Ki Ageng Pemanahan dan Panembahan Senopati yang berada di Komplek Pemakaman Raja di Kotagede, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kunjungan tersebut dalam rangka menyambut Hari Santri 2023 yang jatuh pada setiap tanggal 22 Oktober.

Sebelum berkunjug ke makam, para rombongan dari MWCNU Pleret melaksanakan sholat ashar terlebih dahulu di Masjid Mataram Kotagede. Setelah itu, para rombongan menuju komplek Makam Ki Ageng Pemanahan yang berada di selatan masjid.

BACA JUGA

Bantul Gelar Gerakan Tanam dan Panen Padi Demi Capai Swasembada Pangan

Bantul Gelar Gerakan Tanam dan Panen Padi Demi Capai Swasembada Pangan

13 Februari 2025
Renovasi Masjid Baitul Barokah Telan Biaya 160 Juta dari Warga Diresmikan Bupati Bantul

Renovasi Masjid Baitul Barokah Telan Biaya 160 Juta dari Warga Diresmikan Bupati Bantul

12 Februari 2025
Pemkab Bantul Raih Penghargaan Bhumandala Kanaka Dalam Wujudkan Tata Kelola Data yang Lebih Baik

Pemkab Bantul Raih Penghargaan Bhumandala Kanaka Dalam Wujudkan Tata Kelola Data yang Lebih Baik

11 November 2024

Pengurus MWCNU Pleret, Haryadi mengatakan, pihaknya melakukan kunjungan yang pertama kali ke Makam Ki Ageng Pemanahan dan Panembahan Senopati.

“Ini adalah kunjungan pertama kami. Di MWCNU Pleret kan ada Yayasan Pemanahan, KB Pemanahan, TK Pemanahan, dan SDNU Pemanahan. Jadi, kami semacam ‘tabarukan’ ke makam Ki Ageng Pemanahan,” ujarnya.

Haryadi juga menerangkan, kunjungan awal ini diikuti oleh enam orang dari perwakilan MWCNU Pleret, Yayasan Pemanahan, dan SDNU Pemanahan.

“Rencananya akan menjadi kegiatan rutin MWCNU Pleret. Diharapkan pertemuan selanjutnya yang ikut lebih banyak. Hari ini banyak yang berhalangan hadir,” terangnya.

Diketahui, Ki Ageng Pemanahan dikenal juga sebagai Kyai Gede Mataram. Ia adalah seorang tokoh perintis Kerajaan Mataram Islam yang berasal dari Sela (sebuah desa di Grobogan) dan kemudian hijrah ke Pengging. Ia dijuluki sebagai “Pamanahan” karena bertempat tinggal di desa Manahan, suatu tempat di utara Laweyan (sekarang menjadi salah satu kelurahan di Surakarta).

Pada tahun 1556 ia mendapat mandat dari Sultan Pajang yang bernama Adiwijaya/Joko Tingkir untuk membuka pemukiman di hutan Mentaok. Putranya, Raden Ngabehi Saloring Pasar yang juga dikenal dengan nama Sutawijaya menjadi keturunan pertama darinya yang memimpin daerah tersebut. Sutawijaya mendirikan kerajaan yang disebut Kesultanan Mataram Islam yang bergelar Panembahan Senapati.

Sejarah Yayasan Pemanahan

Seorang Pengurus MWCNU Pleret sekaligus pendiri Yayasan Pemanahan M. Rosyid Husaini mengatakan, nama Pemanahan sendiri bersumber dari beberapa kata.

“Pertama berasal dari nama Ki Ageng Pemanahan yang babad Alas Mentaok, permulaan dari Kerajaan Mataram Islam. Kedua berasal dari kata panah, yang artinya memanah atau membidik. Kemudian, Pemanahan itu juga artinya kembali ke hati. Jadi, semuanya dikembalikan kepada hati,” ujarnya.

Rosyid menerangkan, terkait itu, sehingga ada tiga alasan mengapa Pemanahan itu dijadikan sebagai nama Yayasan Pemanahan. Ia melanjutkan, Yayasan Pemanahan lahir sekitar tahun 2008.

“Waktu itu persyaratannya pokoknya belum lengkap. Kemudian diaktekan kembali pada 2016 dengan pendiri lima orang,” jelasnya.

Rosyid membeberkan, waktu itu pembina yayasannya adalah bapak Radino, pengawasnya bapak Maharsi, ketua bapak Imam Muhsin, Sekretaris bapak Sriyanto, dan dirinya sebagai bendahara yayasan. Ia menjelaskan, dikrenakan yayasan harus ada tiga unsur, yakni Pembina, pengawas, dan pengurus.

Setelah itu, pihaknya merekrut bebarapa anggota di berbagai wilayah di Peret. Awalnya Yayasan Pemanahan membuat Kelompok Bermain (KB) Pemanahan yang berkerja sama dengan PKK setempat pada sekitar 2010.

“Setelah itu, mendirikan SDNU Pemanahan. Awalnya kami membentuk tim dari orang-orang yang ahli di bidangnya untuk memberi masukan-masukan dan akhirnya bisa membentuk SD. Kami juga konsultasi ke dinas-dinas terkait dan sekolah-sekolah lain,” ungkap Rosyid.

Ia menjabarkan, awalnya dirinya dirinya didapuk menjadi kepala sekolah dengan dua guru dan satu tukang kebun dan muridnya ada empat. Karena ada kesibukan lain, kemudian dirinya mengundurkan diri sebagai kepala sekolah.

“Setelah mendirikan Yayasan, kemudian awalnya itu mendirikan Sekolah Dasar Islam Pemanahan (SDIP). Setelah itu, saya dihubungi oleh jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), dikiranya kami bagian mereka. Kemudian kami berdiskusi. Kebetulan juga banyak orang yayasan yang aktif juga pengurus MWCNU Pleret, kemudian dinamakan SDNU Pemanahan,” tutur Rosyid.

Share35SendTweet22
Previous Post

Pertemuan Bilateral dengan Jepang, Menteri Basuki Harapkan Dukungan Dalam World Water Forum ke-10 2024

Next Post

KA Bandara Yogyakarta Batalkan Perjalanan

Next Post
KA Bandara Yogyakarta Batalkan Perjalanan

KA Bandara Yogyakarta Batalkan Perjalanan

Wamen LHK Promosikan SVLK Kepada Para Pelaku Usaha di Jerman

Wamen LHK Promosikan SVLK Kepada Para Pelaku Usaha di Jerman

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Bupati Kutim Kumpulkan Perusahaan Sawit Bahas Harga TBS

Bupati Kutim Kumpulkan Perusahaan Sawit Bahas Harga TBS

19 Juni 2026
AHRT Raih Tiga Podium di ARRC Motegi 2026

AHRT Raih Tiga Podium di ARRC Motegi 2026

19 Juni 2026
Satlantas Rohil Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan pada Hari Bhayangkara

Satlantas Rohil Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan pada Hari Bhayangkara

19 Juni 2026
Indonesia Perkuat Ekraf Jadi Mesin Baru Hadapi Persaingan Kekuatan Global

Indonesia Perkuat Ekraf Jadi Mesin Baru Hadapi Persaingan Kekuatan Global

19 Juni 2026
RAT KUD Sejahtera Tegaskan Peran Koperasi Dorong Hilirisasi Sawit

APKASINDO Luncurkan Platform Informasi Harga Sawit Nasional

19 Juni 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    450 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    414 shares
    Share 166 Tweet 104
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    415 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    691 shares
    Share 276 Tweet 173

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.