• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
11 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Sungai Kahayan Alami Ablasi Akibat Hujan Lebat, Ini yang Dilakukan BPBD Kota Palangkaraya

by SDGS Admin
19 Januari 2023
Sungai Kahayan Alami Ablasi Akibat Hujan Lebat, Ini yang Dilakukan BPBD Kota Palangkaraya
58
SHARES
363
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

PALANGKARAYA, KabarSDGs – Bantaran Sungai Kahayan yang melintasi Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah alami fenomena ablasi yang dipicu oleh hujan lebat pada Selasa (17/1), sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Dua kelurahan terdampak terkait fenomena alam tersebut, yaitu Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahadut, dan Kelurahan Marang, Kecamatan Bukit Batu.

BACA JUGA

Pesawat Bantuan BNPB Tiba di Riau untuk Operasi Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla

Pesawat Bantuan BNPB Tiba di Riau untuk Operasi Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla

20 Februari 2026
Persemaian Hiu Putih Berkah Jadi Ruang Hijau Favorit Warga Palangka Raya

Persemaian Hiu Putih Berkah Jadi Ruang Hijau Favorit Warga Palangka Raya

2 November 2025
Semangat Merah Putih Dikobarkan Lewat Jalan Sehat dan Gubernur Cup 2025

Semangat Merah Putih Dikobarkan Lewat Jalan Sehat dan Gubernur Cup 2025

30 Juli 2025

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya Emi Abriyani mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan upaya jangka pendek, menengah dan panjang dalam percepatan penanganan ablasi sungai.

“Kami telah mempersiapkan langkah jangka pendek, menengah hingga panjang untuk menangani ablasi ini, untuk jangka pendek kami upayakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak serta pendataan di lapangan bersama lintas sektor,” ujar Emi pada program Teropong Bencana, Rabu (18/1).

Ia melanjutkan, untuk langkah jangka menengah, BPBD dan Pemerintah Kota Palangkaraya akan melakukan relokasi yang dimulai dari analisa dan kajian yang mendalam serta penyusunan dokumen lingkungan terkait persiapan pemindahan warga terdampak.

Emi juga menjelaskan pada upaya jangka panjang, proses pemindahan warga terdampak dari bantaran sungai kahayan akan dilaksanakan seiring dengan pembuatan master plan terkait tata lingkungan pada bantaran sungai Kahayan.

“Ini (ablasi) kali pertama terjadi dalam dua tahun terakhir, kami harus mempersiapkan berbagai upaya agar hal ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pada upaya jangka pendek, BPBD Kota Palangkaraya telah mempersiapkan dua titik pengungsian, yaitu di Rumah Sehat Pelamboyan dan Posyandu di Jl. Kalimantan.

“Pada titik pengungsian sudah kami aktifkan dapur umum, pemberian bantuan logistik serta selimut, perbaikan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang rusak akibat abrasi juga sedang dilakukan untuk kebutuhan mobilisasi masyarakat,” terang Emi.

Ia menjelaskan, saat ini arus air naik kembali dan retakan-retakan di sepanjang bantaran sungai masih terus berlangsung, sehingga kerusakan rumah masih bertambah.

“Kami secara aktif masih melakukan pemantauan dan pendataan bersama lintas sektor serta telah menetapkan status tanggap darurat, mengaktifkan posko dan pendampingan bagi warga terdampak,” ungkap Emi

Berdasarkan data yang dihimpun oleh BPBD Kota Palangkaraya, ablasi telah terjadi sejak 1 Januari 2023 lalu dengan jumlah rumah yang amblas empat unit. Kemudian ablasi kembali terjadi yang menyebabkan tiga rumah amblas rusak berat. Lalu ablasi terjadi lagi pada 17 Januari dengan rumah amblas mencapai delapan unit. Total kerusakan akibat ablasi adalah 15 unit rumah dan berdampak pada 35 jiwa.

Berdasarkan prakiraan cuaca per 19 sampai 20 Januari 2023 yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kota Palangkaraya didominasi cuaca berawan dan hujan ringan.

Terkait hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ablasi yang terjadi akibat faktor cuaca. Masyarakat turut diimbau untuk mengikuti instruksi dari pemerintah daerah setempat guna meminimalkan potensi adanya korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Diketahui, fenomena ablasi yang terjadi di Kota Palangkaraya ini memiliki makna berbeda dengan abrasi. Abrasi adalah hilangnya daratan di wilayah pesisir pantai disebabkan oleh faktor alami dan manusia, sedangkan ablasi menunjukkan pengikisan yang terjadi di daerah aliran sungai.

Share23SendTweet15
Previous Post

Menteri LHK : World Water Forum ke-10 akan Diselenggarakan di Bali Tahun 2023

Next Post

Tahun Ini Diprediksi Alami Kemarau Panjang, BNPB Siapkan Strategi Pencegahan Karhutla

Next Post
Tahun Ini Diprediksi Alami Kemarau Panjang, BNPB Siapkan Strategi Pencegahan Karhutla

Tahun Ini Diprediksi Alami Kemarau Panjang, BNPB Siapkan Strategi Pencegahan Karhutla

Ketum PBNU: Para Pemimpin serta Warga Nahdliyin Diharap Lebih Bersemangat Menjaga dan Merawat Indonesia

Ketum PBNU: Para Pemimpin serta Warga Nahdliyin Diharap Lebih Bersemangat Menjaga dan Merawat Indonesia

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Dirut PLN Raih Penghargaan Green Leadership PROPER

Dirut PLN Raih Penghargaan Green Leadership PROPER

11 April 2026
Kemnaker Dorong Sertifikasi Peserta Magang Nasional

Kemnaker Dorong Sertifikasi Peserta Magang Nasional

11 April 2026
Usaha Kue Rumahan Yulianti Tumbuh Berkat Ketekunan

Usaha Kue Rumahan Yulianti Tumbuh Berkat Ketekunan

11 April 2026
Respons Aspirasi Masyarakat, Kementerian PU  Perbaiki Jalan Taan–Bela’–Kopeang di Mamuju

Respons Aspirasi Masyarakat, Kementerian PU  Perbaiki Jalan Taan–Bela’–Kopeang di Mamuju

10 April 2026
Jember Prioritaskan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

Jember Prioritaskan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

10 April 2026

POPULAR

  • Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

    Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Program P3TGAI 2026 Dimulai di 12.000 Lokasi, Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    25 shares
    Share 10 Tweet 6

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.