• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
15 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Dinkes Batu Gencarkan Temuan Kasus TBC

by SDGS Admin
15 September 2026
Dinkes Batu Gencarkan Temuan Kasus TBC
14
SHARES
90
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Batu, Kabar SDGs – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu meningkatkan upaya penemuan kasus tuberkulosis (TBC) secara aktif di tengah masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi warga yang diduga terinfeksi sehingga dapat segera menjalani pemeriksaan dan memperoleh pengobatan.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penanggulangan Bencana Dinkes Kota Batu, dr. Icang Sarrazin, mengatakan pihaknya menjalankan program Active Case Finding (ACF) pada 42 lokasi atau lokus yang tersebar di Kota Batu.

BACA JUGA

BPJS Kesehatan Ingatkan Ketentuan Denda dan Layanan yang Tidak Dijamin

BPJS Kesehatan Ingatkan Ketentuan Denda dan Layanan yang Tidak Dijamin

17 Juni 2026
Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

14 Juni 2026
Sumatera Barat Catat Kasus Demam Tertinggi Pascabanjir

Sumatera Barat Catat Kasus Demam Tertinggi Pascabanjir

7 Desember 2025

“Ini untuk menemukan teman-teman yang menderita TBC, mungkin selama ini belum ditemukan karena berbagai macam stigma, malu dan sebagainya. Padahal penyakit ini bisa sembuh 100 persen asal ditemukan dan segera ditegakkan diagnosisnya,” ujar dr. Icang. Senin (14/9/2026)

Sasaran pemeriksaan mencakup masyarakat yang memiliki kontak erat atau tinggal bersama pasien TBC. Selain itu, pemeriksaan juga menyasar penderita diabetes yang mengalami batuk berkepanjangan serta warga dengan keluhan batuk yang tidak kunjung membaik.

Proses pemeriksaan dilakukan melalui pemeriksaan dahak dan foto toraks. Jika diperlukan, tenaga medis dapat melakukan pemeriksaan lanjutan berdasarkan kondisi masing-masing warga.

Dalam kegiatan tersebut, Dinkes Kota Batu menargetkan 589 warga yang masuk kategori dugaan TBC untuk menjalani pemeriksaan. Dari setiap lokus, terdapat sekitar 10 hingga 30 orang yang teridentifikasi memiliki dugaan TBC. Namun, temuan tersebut belum dapat langsung dinyatakan sebagai kasus TBC karena masih harus dikonfirmasi melalui pemeriksaan medis.

“Dugaan TBC belum tentu TBC. Ini sedang kami seleksi. Kami juga bersama dokter spesialis paru membaca hasil pemeriksaan sekaligus memberikan pengobatan bagi yang memang terdiagnosis,” jelasnya.

dr. Icang juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan batuk yang berlangsung dalam waktu lama. Batuk selama lebih dari dua minggu, keringat dingin pada malam hari dan riwayat kontak erat dengan pasien TBC merupakan kondisi yang perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

Menurutnya, diabetes dan kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami TBC. Meski demikian, kebiasaan merokok tidak secara otomatis membuat seseorang terinfeksi penyakit tersebut.

Masyarakat juga diminta tidak langsung mengonsumsi obat sendiri ketika mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh. Pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan diperlukan agar penyebab batuk dapat diketahui secara tepat.

“Kalau batuk tidak sembuh-sembuh, saya tetap menyarankan datang ke puskesmas agar segera terdeteksi dan bisa dibedakan antara TBC atau alergi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa TBC tidak seharusnya menjadi alasan bagi masyarakat untuk memberikan stigma atau mengucilkan penderitanya. Pasien tetap dapat menjalankan aktivitas selama menjalani pengobatan dengan memperhatikan langkah pencegahan penularan, termasuk menggunakan masker.

“TBC bukan stigma. Saya tegaskan sekali lagi pada prinsipnya TBC bisa disembuhkan 100 persen dan obati sampai sembuh.” ujar dr. Icang.

Selain memperkuat penemuan kasus, Dinkes Kota Batu mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan rutin mencuci tangan dan menggunakan masker, terutama ketika mengalami gejala gangguan pernapasan.

Share6SendTweet4
Previous Post

DPR Usulkan MBG Kembali ke Dapur Sekolah

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Dinkes Batu Gencarkan Temuan Kasus TBC

Dinkes Batu Gencarkan Temuan Kasus TBC

15 September 2026
DPR Usulkan MBG Kembali ke Dapur Sekolah

DPR Usulkan MBG Kembali ke Dapur Sekolah

15 September 2026
Infrastruktur Pengendalian Banjir Banjarmasin Diperkuat

Infrastruktur Pengendalian Banjir Banjarmasin Diperkuat

15 September 2026
Jembatan Manyar Resmi Dibuka

Jembatan Manyar Resmi Dibuka

15 September 2026
DPD Dorong Penguatan SDM Kemaritiman Indonesia

DPD Dorong Penguatan SDM Kemaritiman Indonesia

15 September 2026

POPULAR

  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2618 shares
    Share 1047 Tweet 655
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2934 shares
    Share 1174 Tweet 734
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2609 shares
    Share 1044 Tweet 652
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2583 shares
    Share 1033 Tweet 646
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2627 shares
    Share 1051 Tweet 657

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.