• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
7 November 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Irigasi dan Pasokan Air Diperkuat untuk Hadapi Ancaman El Nino

Pemerintah Jaga Pangan Nasional

by Riski Yanti
21 Juni 2026
Irigasi dan Pasokan Air Diperkuat untuk Hadapi Ancaman El Nino
16
SHARES
101
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi fenomena El Nino melalui penguatan sistem irigasi dan pengamanan ketersediaan air guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengeboran air tanah dalam, pembangunan jaringan irigasi tersier, hingga pembentukan satuan tugas (Satgas) lintas unit agar penanganan dapat berjalan secara terpadu.

BACA JUGA

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

26 Oktober 2026
Kementerian PU Perkuat Tanggul Sungai Pasca Banjir di Tapanuli Tengah

Kementerian PU Perkuat Tanggul Sungai Pasca Banjir di Tapanuli Tengah

26 Oktober 2026
Pembangunan Tol Semarang – Demak, Ditargetkan Selesai Tahun 2027

Pembangunan Tol Semarang – Demak, Ditargetkan Selesai Tahun 2027

25 Oktober 2026

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, dampak El Nino tidak hanya berpotensi menyebabkan kekeringan pada lahan pertanian, tetapi juga dapat memengaruhi ketersediaan air bagi masyarakat melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) serta mengurangi tampungan air di sejumlah bendungan.

“Untuk mengantisipasi El Nino, kami membentuk Satgas. Karena yang terdampak tidak hanya irigasi dan sawah yang kekeringan, tetapi mungkin di beberapa titik SPAM dan bendungan juga akan mengalami kekeringan,” ujar Menteri Dody dalam Infratalks di Auditorium Kementerian PU, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Menurut Menteri Dody, pembentukan Satgas diperlukan untuk memperkuat koordinasi lintas unit di lingkungan Kementerian PU, termasuk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Cipta Karya, dan unit organisasi terkait lainnya, sehingga langkah antisipasi dapat dilaksanakan secara terpadu dan efektif.

Meski demikian, upaya mitigasi sebenarnya telah dilakukan sejak awal tahun. Melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU telah melaksanakan program pengeboran air tanah dalam di sejumlah wilayah yang selama ini rawan mengalami kekeringan.

“Sebetulnya, antisipasi awal sudah dikerjakan oleh teman-teman SDA. Dari awal tahun sudah melakukan program pengeboran dalam di beberapa titik yang selama ini kita lihat sebagai titik kekeringan di seluruh Indonesia,” katanya.

Salah satu daerah yang menjadi prioritas adalah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta sejumlah wilayah lain seperti Nusa Tenggara Timur yang selama ini kerap mengalami krisis air pada musim kemarau.

Selain meningkatkan ketersediaan sumber air, Menteri Dody juga menekankan pentingnya pembangunan jaringan irigasi tersier agar distribusi air ke lahan pertanian dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.

“Saya minta selain melakukan pengeboran air dalam, khusus untuk air yang diperuntukkan bagi irigasi sawah maupun kebun, wajib juga dibuat jaringan irigasi tersier,” tegasnya.

Penguatan infrastruktur irigasi tersebut sejalan dengan implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.

Melalui kebijakan tersebut, Kementerian PU bersama pemerintah daerah terus memastikan jaringan irigasi berfungsi optimal guna menjaga produktivitas pertanian nasional.

Untuk mengoptimalkan pelaksanaan Inpres tersebut, Kementerian PU bersama Kementerian Pertanian telah menyepakati pelaksanaan pendataan dan pembangunan jaringan irigasi secara simultan.

Sinergi ini diharapkan menghasilkan perencanaan yang lebih presisi sehingga program irigasi pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya dapat dilaksanakan lebih awal, lebih tepat sasaran, dan berbasis data yang lebih akurat.

“Kita bersepakat dengan Kementerian Pertanian bahwa kita mengeksekusi Inpres Irigasi itu bersamaan dengan mendata irigasi-irigasi daerah. Kemudian 2026 dan seterusnya bisa kita kerjakan lebih awal dan lebih presisi. Tapi fungsinya sama, bagaimana agar swasembada pangan itu terwujud,” tegas Menteri Dody.

Melalui penguatan sistem irigasi, peningkatan ketersediaan sumber air, serta kolaborasi lintas sektor, Kementerian PU terus berupaya menjaga produktivitas sektor pertanian di tengah ancaman perubahan iklim sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan air bagi masyarakat sebagai fondasi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Share6SendTweet4
Previous Post

Iran Buka Kembali Selat Hormuz

Next Post

Kementerian PU Bangun Jembatan Permanen Demi Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra

Next Post
Kementerian PU Bangun Jembatan Permanen Demi Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra

Kementerian PU Bangun Jembatan Permanen Demi Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra

10 Ruas Tol Baru Siap Difungsionalkan Jelang Nataru

10 Ruas Tol Baru Siap Difungsionalkan Jelang Nataru

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Kemenhub dan Kemenlu Perkuat Diplomasi Dukungan Pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO

Kemenhub dan Kemenlu Perkuat Diplomasi Dukungan Pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO

6 November 2026
Nataru 2027, Pegawai Diusulkan WFH untuk Kelancar Arus Lalu Lintas

Nataru 2027, Pegawai Diusulkan WFH untuk Kelancar Arus Lalu Lintas

6 November 2026
Paviliun Wonderful Indonesia Raih “Best Stand Design in Asia” dk bursa pariwisata dunia WTM London 2026

Paviliun Wonderful Indonesia Raih “Best Stand Design in Asia” dk bursa pariwisata dunia WTM London 2026

6 November 2026
Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Perkuat Daya Tarik Wisata Berbasis Budaya

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Perkuat Daya Tarik Wisata Berbasis Budaya

6 November 2026
Gubernur Bali Siapkan Bonus dan Beasiswa untuk Tiga Atlet Disabilitas Berprestasi

Gubernur Bali Siapkan Bonus dan Beasiswa untuk Tiga Atlet Disabilitas Berprestasi

6 November 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4578 shares
    Share 1831 Tweet 1145
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4225 shares
    Share 1690 Tweet 1056
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4251 shares
    Share 1700 Tweet 1063
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4287 shares
    Share 1715 Tweet 1072
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3640 shares
    Share 1456 Tweet 910

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.