• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
9 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Pariwisata Labuan Bajo Diperkuat Pascagempa

by SDGS Admin
31 Agustus 2026
Pariwisata Labuan Bajo Diperkuat Pascagempa
19
SHARES
117
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Manggarai Barat, Kabar SDGs – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana bertemu Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, pelaku industri, serta asosiasi pariwisata di Labuan Bajo untuk membahas pemulihan sektor pariwisata Flores setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 pada 15 Agustus 2026. Pertemuan tersebut sekaligus membahas strategi pengembangan pariwisata Labuan Bajo dalam jangka menengah dan panjang.

Pertemuan yang berlangsung pada Jumat (28/8/2026) itu melibatkan berbagai unsur pariwisata, mulai dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), pelaku wisata bahari, pramuwisata, kelompok usaha, hingga pemangku kepentingan lainnya.

BACA JUGA

Pelindo Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Flores

Pelindo Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Flores

6 September 2026
Menpar Dorong Pemulihan Desa Adat Sade

Menpar Dorong Pemulihan Desa Adat Sade

29 Agustus 2026
Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 103 Orang

Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 103 Orang

26 Agustus 2026

Dalam kesempatan tersebut, Menpar Widiyanti menyampaikan belasungkawa dan empati kepada masyarakat yang terdampak bencana, khususnya keluarga korban meninggal dunia, korban luka, serta warga yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghasilan.

Pemerintah pusat, kata dia, terus melakukan penanganan bencana melalui berbagai kementerian dan lembaga sesuai tugas masing-masing. Upaya tersebut mencakup bantuan sosial dan logistik, layanan kesehatan, pemulihan hunian serta konektivitas, transportasi, distribusi bantuan, keberlanjutan pendidikan, hingga pengurusan kembali dokumen kependudukan.

Presiden Republik Indonesia juga telah mengunjungi wilayah terdampak untuk memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik. Pemerintah pusat turut memberikan dukungan anggaran sebesar Rp200 miliar kepada pemerintah daerah yang terdampak.

Dalam konteks pariwisata, Kementerian Pariwisata hadir untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi industri dan masyarakat sekaligus memetakan kebutuhan pemulihan yang dapat ditangani sesuai kewenangan kementerian.

“Kementerian Pariwisata hadir di Labuan Bajo dengan fokus pada pemulihan dan keberlanjutan sektor pariwisata. Hari ini saya bertemu langsung dengan pemerintah daerah, industri, asosiasi, serta para pemangku kepentingan pariwisata. Yang paling penting, saya datang ke sini untuk mendengar langsung kondisi, tantangan, dan kebutuhan mereka pascabencana,” ujar Menpar Widiyanti.

Ia menjelaskan, prioritas pemulihan perlu disesuaikan dengan tingkat kerusakan, kesiapan destinasi dan pelaku usaha untuk kembali beraktivitas, serta seberapa besar ketergantungan masyarakat terhadap sektor pariwisata.

Pemulihan juga harus mencakup seluruh rantai industri, bukan hanya objek wisata. Akomodasi, restoran, desa wisata, kapal wisata, pemandu, hingga pelaku UMKM perlu mendapat perhatian sehingga pemulihan dapat mengembalikan pekerjaan dan pendapatan masyarakat.

Menpar Widiyanti menyebut terdapat empat fokus utama dalam pemulihan pariwisata Flores. Pertama, memastikan keselamatan sekaligus membangun komunikasi publik berdasarkan data terkini. Kedua, memulihkan destinasi, industri, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Ketiga, mengembalikan kepercayaan pasar melalui reaktivasi pariwisata secara bertahap. Keempat, meningkatkan ketangguhan destinasi dalam menghadapi potensi bencana.

“Pemulihan tidak berhenti pada perbaikan kerusakan fisik. Momentum ini harus kita gunakan untuk memperkuat manajemen risiko bencana, SOP tanggap darurat, jalur dan titik evakuasi, sistem komunikasi, hingga kesiapan seluruh pelaku pariwisata menghadapi kondisi darurat,” kata Menpar Widiyanti.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melaporkan kegiatan pariwisata di Labuan Bajo masih berjalan setelah gempa. Berdasarkan laporan per 28 Agustus 2026, tercatat 2.854 keberangkatan kapal dengan 32.692 pergerakan wisatawan sejak 15 Agustus 2026. Aktivitas penerbangan domestik dan internasional juga disebut relatif stabil.

Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar telah kembali menerima wisatawan setelah sebelumnya sempat ditutup pada periode tertentu untuk keperluan asesmen keselamatan. Sejumlah destinasi wisata darat juga masih menjalankan aktivitasnya.

Menurut Menpar, kondisi tersebut perlu disampaikan kepada masyarakat dan wisatawan secara akurat. Informasi harus menggambarkan kondisi terkini setiap destinasi, termasuk lokasi yang sudah beroperasi, masih menjalani pemeriksaan keselamatan, maupun yang sementara belum dapat dikunjungi.

“Keselamatan wisatawan dan masyarakat tetap menjadi prioritas. Karena itu, informasi harus berbasis data yang sama, diperbarui secara cepat, dan disampaikan secara konsisten agar wisatawan dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan,” ujar Menpar.

Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, serta pelaku industri. Pemantauan dilakukan terhadap berbagai daya tarik wisata, akomodasi, restoran, fasilitas pariwisata, dan aksesibilitas.

Selain membantu proses asesmen, BPOLBF turut mendukung penyampaian informasi kepada wisatawan, pendampingan wisatawan, serta distribusi bantuan. Berbagai masukan yang diperoleh dari pelaku industri akan menjadi bahan tindak lanjut untuk memperkuat pemulihan dan tata kelola keselamatan pariwisata.

Penguatan aspek keselamatan juga menjadi perhatian dalam pengembangan wisata bahari Labuan Bajo. Menpar menilai peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penerapan standar operasional, kepatuhan terhadap aturan keselamatan, serta kesiapan menghadapi kondisi darurat di darat dan laut perlu terus ditingkatkan.

Sepanjang 2026, Kementerian Pariwisata telah menjalankan sejumlah program peningkatan kompetensi pelaku pariwisata, termasuk Sertifikasi Tenaga Kerja Pariwisata Indonesia (SATRIA) untuk bidang kepemanduan serta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang mencakup wisata tirta, wisata gunung, dan snorkeling.

Pelaku dan asosiasi wisata dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan perlunya pelatihan mitigasi gempa dan tsunami bagi pekerja pariwisata, termasuk nakhoda, awak kapal, pemandu, dan operator wisata.

“Pariwisata yang berkualitas selalu dimulai dari hal yang paling mendasar, yaitu keselamatan masyarakat dan wisatawan. Karena itu, penguatan kapasitas pelaku, SOP, kepatuhan di lapangan, serta koordinasi antar-pemangku kepentingan harus terus kita tingkatkan,” kata Menpar Widiyanti.

Selain pemulihan pascagempa, pemerintah juga membahas pengembangan daya tarik wisata baru di luar kawasan Taman Nasional Komodo. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan pilihan pengalaman wisata yang lebih beragam, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta memperluas dampak ekonomi ke masyarakat di berbagai wilayah.

Sejumlah lokasi yang menjadi pembahasan antara lain Pulau Kukusan, Pulau Kelor, dan Gua Rangko. Pengembangan juga diarahkan pada berbagai potensi wisata lain yang terdapat di Manggarai Barat dan kawasan Flores.

“Labuan Bajo memiliki potensi yang sangat besar, baik di laut maupun di darat. Ke depan, kita perlu terus memperkuat produk dan pengalaman wisata sehingga pergerakan wisatawan semakin tersebar, lama tinggal meningkat, dan manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat,” kata Menpar Widiyanti.

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengatakan gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 tidak memberikan dampak besar terhadap aktivitas pariwisata Labuan Bajo secara keseluruhan. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan tetap melakukan pemantauan dan memastikan operasional kegiatan wisata mengutamakan keselamatan.

“Kunjungan wisatawan relatif sama dibandingkan sebelum gempa. Penerbangan domestik maupun internasional juga relatif stabil. Pemerintah daerah terus memastikan informasi kepada masyarakat dan wisatawan tersampaikan dengan baik, termasuk berkoordinasi dengan KSOP terkait keselamatan pelayaran,” kata Edistasius.

Ia juga menilai penambahan destinasi wisata baru diperlukan untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus mendorong penyebaran aktivitas wisata ke wilayah lain di Manggarai Barat.

Menpar Widiyanti memastikan berbagai masukan dari pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku industri akan menjadi bahan tindak lanjut bersama kementerian, lembaga, serta pemangku kepentingan terkait.

“Labuan Bajo harus pulih, dan pada saat yang sama kita ingin Labuan Bajo semakin tangguh dan semakin siap menghadapi berbagai risiko di masa depan. Kita ingin pariwisata terus bertumbuh, dengan keselamatan yang semakin kuat dan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat,” kata Menpar Widiyanti.

Share8SendTweet5
Previous Post

Menteri Dody Targetkan 3 Sekolah Rakyat di Kepri Rampung Juni 2027

Next Post

214 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Flores, Kementerian PU Perkuat Layanan Pengungsi

Next Post
214 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Flores, Kementerian PU Perkuat Layanan Pengungsi

214 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Flores, Kementerian PU Perkuat Layanan Pengungsi

PLN Buka Peluang Inovasi Berkelanjutan dari Kaltim dan Kaltara

PLN Buka Peluang Inovasi Berkelanjutan dari Kaltim dan Kaltara

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Sango Ceramics Buka Showroom Baru di Surabaya

Sango Ceramics Buka Showroom Baru di Surabaya

9 September 2026
KAI Services dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat Lanjutkan Kerja Sama Pengelolaan Loko Cafe Malioboro

KAI Services dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat Lanjutkan Kerja Sama Pengelolaan Loko Cafe Malioboro

9 September 2026
Kewaspadaan Ditingkatkan di Wilayah Terdampak Karhutla

Bandara Wunopito NTT Ditutup akibat Abu Vulkanik Gunung Lewotolok

9 September 2026
ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan, Antrean Ketapang-Gilimanuk Berhasil Terurai

ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan, Antrean Ketapang-Gilimanuk Berhasil Terurai

9 September 2026
20 Tukik Dilepasliarkan di Pantai Banyuwangi

20 Tukik Dilepasliarkan di Pantai Banyuwangi

8 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2711 shares
    Share 1084 Tweet 678
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2395 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2389 shares
    Share 956 Tweet 597
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2379 shares
    Share 952 Tweet 595

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.