Gorontalo, Kabar SDGs – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melakukan supervisi langsung ke kios resmi pupuk di Kabupaten Gorontalo untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan tepat sasaran hingga tingkat pengecer yang bersentuhan langsung dengan petani. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga ketepatan waktu, jumlah, dan mutu pupuk yang disalurkan menjelang musim tanam.
Kunjungan lapangan pada Senin (18/05/2026) dipimpin Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman bersama jajaran Dewan Komisaris yang terdiri dari Sukardi Rinakit, Ir. Musthofa, dan H. Azis Samual, S.Sos., M.Si. Turut mendampingi Regional CEO 4 Wisnu Ramadhani, SM Penjualan Wilayah Region 4B Endah Wulandari, serta VP Pengelolaan Pelanggan Yusva Sulistyo.
Agenda pengawasan dilakukan di Kios Pupuk UD CPM Pulbala yang menjadi salah satu titik distribusi pupuk bersubsidi di daerah tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin manajemen Pupuk Kaltim guna memastikan pupuk dapat diterima petani dalam kondisi baik serta sesuai kebutuhan musim tanam.
Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman menilai kios resmi memiliki peran penting dalam rantai distribusi karena menjadi titik terdekat yang berhubungan langsung dengan petani.
“Kunjungan ke lapangan ini merupakan bentuk dukungan nyata Pupuk Kaltim terhadap program ketahanan pangan nasional. Saat ini stok pupuk di Gorontalo untuk urea subsidi tercatat sebanyak 5.832 ton dan NPK Kakao sebanyak 24 ton. Sementara realisasi penyaluran urea bersubsidi di Gorontalo hingga Mei 2026 telah mencapai 15.152 ton,” ujar Qomaruzzaman.
Ia menjelaskan, secara umum ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Gorontalo saat ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan petani. Meski demikian, perusahaan tetap berupaya meningkatkan ketepatan distribusi agar pupuk dapat diterima sesuai jadwal kebutuhan di lapangan. Hingga saat ini, perusahaan juga mengklaim belum menerima laporan terkait keluhan mutu pupuk, khususnya produk subsidi seperti urea dan NPK Kakao.
Dalam kunjungan tersebut, Dewan Komisaris Pupuk Kaltim juga meninjau secara langsung kondisi kios, ketersediaan stok, serta pelayanan kepada petani penerima pupuk subsidi.
“Pengawasan yang baik harus hadir hingga ke titik terdepan pelayanan. Kios resmi adalah wajah Pupuk Kaltim di hadapan petani. Kita perlu memastikan wajah itu mencerminkan komitmen perusahaan yang sesungguhnya,” ujar Sukardi Rinakit.
Musthofa turut menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan jaringan distribusi agar penyaluran pupuk bersubsidi dapat berjalan lancar dan mendukung program swasembada pangan nasional.
“Pengecekan langsung ke kios menjadi wujud penguatan supervisi untuk menjamin ketersediaan dan efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi kepada para petani penerima manfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Azis Samual menilai keberhasilan distribusi pupuk akan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas petani dan penguatan ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri.
Pupuk bersubsidi yang didistribusikan melalui jaringan kios di Gorontalo meliputi pupuk Urea dan NPK Kakao yang selama ini menjadi kebutuhan utama petani untuk mendukung sektor tanaman pangan dan perkebunan.
Melalui pengawasan langsung hingga tingkat kios resmi, Pupuk Kaltim berharap distribusi pupuk di Gorontalo terus berjalan optimal sehingga petani dapat memperoleh akses pupuk yang mudah, tepat waktu, dan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.











Discussion about this post