Sidoarjo, Kabar SDGs – Akses menuju Dusun Kepetingan di Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, hingga kini masih menjadi tantangan bagi masyarakat. Wilayah yang berada di ujung timur desa tersebut hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai menggunakan perahu kayu karena akses darat belum memadai.
Kondisi ini mendapat perhatian Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, saat melakukan kunjungan dalam rangka peringatan Hari Kartini, Jumat (24/4/2026). Kunjungan tersebut juga diisi dengan kegiatan bakti sosial bagi warga setempat.
Dengan jumlah penduduk sekitar 110 jiwa, mayoritas masyarakat Dusun Kepetingan berprofesi sebagai nelayan. Namun, keterbatasan infrastruktur serta akses layanan dasar masih menjadi persoalan yang dihadapi hingga saat ini. “Pemerintah daerah harus memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk mendorong perekonomian warga. Jika fasilitas terpenuhi, kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil akan meningkat dan pemerataan pembangunan bisa dirasakan semua kalangan,” ungkap Mimik.
Selain meninjau kondisi wilayah secara langsung, Mimik juga menyalurkan bantuan berupa nasi bungkus kepada warga serta kue bagi anak-anak sekolah dasar. Ia turut berdialog dengan masyarakat, khususnya lansia dan perempuan, guna mendengarkan aspirasi mereka secara langsung.
Di sisi lain, Kepala Dusun Kepetingan, Edi Iswanto, menyampaikan bahwa sejumlah program pembangunan belum berjalan optimal. Salah satu yang menjadi perhatian adalah anggaran pavingisasi jalan desa yang hingga kini belum terealisasi. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh status kepemimpinan desa yang masih dijabat oleh pelaksana tugas, sehingga pelaksanaan program belum maksimal. “Akses utama warga masih melalui jalur sungai, sementara akses darat masih sulit dilalui. Kami berharap adanya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah ini,” jelasnya.
Letak geografis Dusun Kepetingan yang berbatasan langsung dengan aliran sungai menuju laut membuat kawasan ini semakin terisolasi. Oleh karena itu, kunjungan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini, tetapi juga momentum untuk mendorong perhatian lebih terhadap pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah terpencil.












Discussion about this post