• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
9 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Hadapi Kemarau Panjang 2026, Menteri PU Pastikan Kesiapan Air Irigasi dari Waduk Gajah Mungkur

by Riski Yanti
6 April 2026
Hadapi Kemarau Panjang 2026, Menteri PU Pastikan Kesiapan Air Irigasi dari Waduk Gajah Mungkur
17
SHARES
104
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Wonogiri, KabarSDGs – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan kesiapan pasokan air irigasi dari Waduk Gajah Mungkur untuk mengantisipasi musim kemarau 2026 yang diperkirakan datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung hingga Desember 2026.

BACA JUGA

KemenPU Percepat Pembangunan 11 Sekolah Rakyat di Jawa Tengah

KemenPU Percepat Pembangunan 11 Sekolah Rakyat di Jawa Tengah

18 Februari 2026
Longsor di Cisarua, Kementerian PU Perketat Proses Evakuasi

Longsor di Cisarua, Kementerian PU Perketat Proses Evakuasi

25 Januari 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Fokus Penanganan Infrastruktur Sanitasi di Aceh Tamiang

Menteri PU Dody Hanggodo Fokus Penanganan Infrastruktur Sanitasi di Aceh Tamiang

21 Januari 2026

Karena itu, Kementerian PU menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan air, khususnya bagi sektor pertanian.

“Waduk ini harus tetap mampu menyuplai kebutuhan air, terutama untuk irigasi pertanian. Insyaallah aman, kita siapkan berbagai langkah agar kebutuhan air tetap terpenuhi hingga musim kemarau berakhir,” kata Menteri Dody.

Saat ini, Waduk Gajah Mungkur dimanfaatkan untuk mengairi sekitar 25.000 hektare lahan pertanian melalui jaringan irigasi Colo Barat dan Colo Timur. Volume air yang tersedia mencapai sekitar 340 juta meter kubik, dengan tampungan efektif sekitar 260 juta meter kubik.

Untuk menjaga keberlanjutan fungsi waduk, Kementerian PU melakukan berbagai upaya pengendalian sedimentasi guna memperpanjang usia layanan bendungan. Salah satunya dengan mengoperasikan empat kapal keruk untuk mengurangi endapan sedimen di dalam waduk.

“Pengerukan dilakukan secara rutin. Selain itu, kita juga memasang sejumlah sistem seperti closure dike untuk menahan sedimen sebelum masuk ke waduk. Ada beberapa metode yang kita lakukan agar usia layanan bendungan bisa terus bertambah,” ujar Menteri Dody.

Saat ini telah dibangun tiga unit closure dike yang berfungsi menahan sedimen dari aliran Sungai Keduang sebelum masuk ke waduk, sehingga mengurangi laju pendangkalan.

Selain itu, upaya konservasi juga dilakukan di wilayah hulu melalui penanaman pohon oleh Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama masyarakat guna memperbaiki kondisi daerah tangkapan air.

“Hulu yang rusak menjadi salah satu penyebab utama sedimentasi. Karena itu, kita ajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan penghijauan agar yang masuk ke waduk lebih banyak air dibandingkan sedimen,” tutur Menteri Dody.

Sebagai langkah antisipatif, pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan serta memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Pertanian untuk menjaga produktivitas pertanian nasional.

Melalui pengelolaan waduk yang terpadu, Kementerian PU optimistis Waduk Gajah Mungkur tetap andal dalam mendukung ketahanan pangan dan ketersediaan air nasional, khususnya di tengah tantangan kemarau panjang dan perubahan iklim.

 

Share7SendTweet4
Previous Post

PLN EPI Bangun Ekosistem Biomassa di Kalimantan

Next Post

INACA Apresiasi Kebijakan Kenaikan Harga Avtur

Next Post
InJourney Airports Potong 50% Tarif Jasa Bandara Pada Angkutan Lebaran 2026

INACA Apresiasi Kebijakan Kenaikan Harga Avtur

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Kerusakan Jalan Cikopo–Sadang

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Kerusakan Jalan Cikopo–Sadang

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Mahasiswa Myanmar Rasakan Hangatnya Studi di Banda Aceh

Mahasiswa Myanmar Rasakan Hangatnya Studi di Banda Aceh

9 April 2026
Wisata Bromo Ditutup Sementara demi Pemulihan Alam

Wisata Bromo Ditutup Sementara demi Pemulihan Alam

8 April 2026
Presiden Dorong Kampus Riset Perumahan Nasional

Presiden Dorong Kampus Riset Perumahan Nasional

8 April 2026
Sumur Minyak Tua Kolok Siap Dihidupkan

Sumur Minyak Tua Kolok Siap Dihidupkan

8 April 2026
Harga Bahan Baku Tekan Usaha Tahu Rumahan

Harga Bahan Baku Tekan Usaha Tahu Rumahan

8 April 2026

POPULAR

  • Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

    Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Program P3TGAI 2026 Dimulai di 12.000 Lokasi, Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Longsor di Jalur KA Bandung Barat, Sejumlah Perjalanan KA Dibatalkan dan Dialihkan

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Sustainability-Linked Loan: Ketika Bank Berlomba Jual Produk yang Masih Setengah Hati

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Poco X8 Series Resmi Hadir di Indonesia

    19 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.