• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
17 Juli 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home UKM CORNER

Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

by SDGS Admin
4 April 2026
Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya
43
SHARES
266
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lonjakan biaya kemasan menjadi salah satu faktor yang menekan margin usaha, terutama bagi bisnis makanan dan produk kebutuhan harian yang sangat bergantung pada penggunaan plastik sebagai bahan utama kemasan.

Fenomena ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Secara fundamental, bahan baku utama plastik konvensional berasal dari minyak bumi dan gas alam. Ketergantungan tinggi terhadap energi fosil membuat harga plastik sangat sensitif terhadap fluktuasi harga minyak dunia serta gangguan rantai pasok global. Lebih dari 99 persen plastik konvensional diproduksi dari bahan fosil, sehingga ketika harga minyak mentah naik, biaya produksi plastik ikut terdorong.

BACA JUGA

Sebanyak 1200 UMKM Balikpapan Bergabung dalam Program Sapa UMKM

Sebanyak 1200 UMKM Balikpapan Bergabung dalam Program Sapa UMKM

27 Juni 2026
Kerupuk Kulit Patin Jadi Andalan Kampung Patin Kampar

Kerupuk Kulit Patin Jadi Andalan Kampung Patin Kampar

21 Juni 2026
BRI Dukung UMKM Ria Barokah Perluas Pasar dan Tingkatkan Usaha

BRI Dukung UMKM Ria Barokah Perluas Pasar dan Tingkatkan Usaha

20 Juni 2026

Dampaknya menjalar dari sektor hulu hingga ke pelaku usaha di tingkat hilir. Proses pembentukan plastik dimulai dari ekstraksi minyak mentah dan gas alam, kemudian melalui proses distilasi untuk menghasilkan nafta sebagai bahan dasar. Nafta selanjutnya diolah menjadi monomer seperti etilena dan propilena, sebelum diproses melalui polimerisasi menjadi biji plastik atau resin.

Biji plastik inilah yang menjadi bahan baku utama industri kemasan. Material tersebut kemudian dilelehkan dan dibentuk menjadi berbagai produk seperti kantong plastik dan botol melalui teknik manufaktur seperti injection molding dan ekstrusi. Karena posisinya sebagai bahan dasar, harga resin sangat menentukan harga produk akhir.

Ketika harga resin meningkat, produsen kemasan akan menyesuaikan harga jual, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap biaya operasional UMKM. Di pasaran, terdapat dua jenis biji plastik yang umum digunakan, yaitu biji plastik virgin yang berasal langsung dari minyak bumi dengan kualitas tinggi, serta biji plastik daur ulang yang lebih terjangkau namun memiliki kualitas yang bervariasi.

Kenaikan harga plastik menciptakan efek domino yang dimulai dari kenaikan harga minyak, berlanjut pada peningkatan biaya produksi resin, hingga akhirnya mendorong kenaikan harga kemasan. Kondisi ini membuat biaya operasional UMKM semakin besar, terutama bagi usaha dengan volume produksi tinggi.

Sebagai alternatif, bioplastik mulai dilirik sebagai solusi jangka panjang. Material ini berasal dari bahan nabati seperti jagung, singkong, dan tebu, serta dinilai lebih ramah lingkungan dan terbarukan. Namun, hingga saat ini harga bioplastik masih relatif lebih tinggi dibandingkan plastik konvensional.

Secara keseluruhan, kenaikan harga plastik mencerminkan struktur industri yang masih bergantung pada energi fosil. Selama ketergantungan ini belum berkurang, fluktuasi harga diperkirakan akan terus terjadi. Bagi pelaku UMKM, memahami rantai produksi plastik menjadi langkah penting dalam menyusun strategi adaptasi, mulai dari efisiensi penggunaan kemasan hingga inovasi desain yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.

Share17SendTweet11
Previous Post

JW Marriott Surabaya Hadirkan Cita Rasa Hungaria Lewat Flavors Beyond Borders

Next Post

SATU Indonesia Awards 2026 Dorong Aksi Generasi Muda

Next Post
SATU Indonesia Awards 2026 Dorong Aksi Generasi Muda

SATU Indonesia Awards 2026 Dorong Aksi Generasi Muda

PBMB Dirikan Posko Layanan Kendaraan di Besakih

PBMB Dirikan Posko Layanan Kendaraan di Besakih

Discussion about this post

NEWS UPDATE

ITS Kembangkan Material Komposit Berbasis Sumber Daya Lokal

ITS Kembangkan Material Komposit Berbasis Sumber Daya Lokal

16 Juli 2026
Bali Disiapkan Jadi Pusat Finansial Internasional

Bali Disiapkan Jadi Pusat Finansial Internasional

16 Juli 2026
Danantara Percepat Proyek Hilirisasi Nasional

Danantara Percepat Proyek Hilirisasi Nasional

16 Juli 2026
Danantara Satukan Empat Manajer Investasi BUMN

Danantara Satukan Empat Manajer Investasi BUMN

16 Juli 2026
Bhayangkara Road Race Jadi Ajang Pembinaan Pembalap Muda

Bhayangkara Road Race Jadi Ajang Pembinaan Pembalap Muda

15 Juli 2026

POPULAR

  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    961 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1240 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    962 shares
    Share 385 Tweet 241
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    994 shares
    Share 398 Tweet 249

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.