• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
26 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home AKADEMIKA

Mahasiswa Myanmar Rasakan Hangatnya Studi di Banda Aceh

by SDGS Admin
9 April 2026
Mahasiswa Myanmar Rasakan Hangatnya Studi di Banda Aceh
18
SHARES
112
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Banda Aceh, Kabar SDGs – Pengalaman belajar di lingkungan internasional dirasakan langsung oleh Htet Htet Hlaing, mahasiswa asal Myanmar yang menempuh pendidikan di Program Kelas Internasional Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Selama menjalani studi, ia tidak hanya memperoleh pemahaman akademik, tetapi juga merasakan kedekatan budaya masyarakat Aceh.

Mahasiswa berusia 23 tahun itu menuturkan bahwa sistem pembelajaran yang didominasi penggunaan bahasa Inggris memudahkannya mengikuti materi perkuliahan. Meski sempat mengalami kendala saat beberapa mata kuliah disampaikan dalam Bahasa Indonesia, ia mampu menyesuaikan diri seiring waktu.

BACA JUGA

Pemprov Kaltim Cairkan Bantuan UKT Gratispol Semester Genap 2026 untuk Lebih dari 21 Ribu Mahasiswa

Pemprov Kaltim Cairkan Bantuan UKT Gratispol Semester Genap 2026 untuk Lebih dari 21 Ribu Mahasiswa

19 Februari 2026
Ratusan Mahasiswa Balikpapan Dibekali Literasi Media oleh Pertamina Patra Niaga

Ratusan Mahasiswa Balikpapan Dibekali Literasi Media oleh Pertamina Patra Niaga

19 Februari 2026
Samarinda Gratiskan UKT Puluhan Ribu Mahasiswa Baru

Samarinda Gratiskan UKT Puluhan Ribu Mahasiswa Baru

5 Februari 2026

“Seiring waktu, saya mulai terbiasa dan merasa lebih nyaman mengikuti perkuliahan di sini,” ujarnya.

Ia juga menilai para dosen di kampus tersebut memiliki pendekatan yang terbuka dan suportif terhadap mahasiswa. Baginya, suasana belajar tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong interaksi aktif di dalam kelas.

“Saya merasa sangat terbantu karena para dosen selalu bersedia memberikan bimbingan dan membantu saya memahami materi,” tambahnya.

Di luar kegiatan akademik, kehidupan kampus yang dinamis memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang. Berbagai aktivitas yang tersedia membuka peluang untuk memperluas relasi dan pengalaman. Htet mengaku telah menjalin banyak pertemanan, tidak hanya dengan mahasiswa di fakultasnya, tetapi juga dari berbagai jurusan lain.

Selama tinggal di Banda Aceh, ia juga merasakan langsung karakter masyarakat setempat yang menjunjung tinggi budaya dan bahasa daerah. Interaksi sehari-hari justru menjadi sarana belajar yang menyenangkan baginya.

“Bahkan dalam percakapan sederhana, seperti saat menggunakan transportasi online, saya sering diajarkan beberapa kata dalam bahasa Aceh. Hal itu terasa sangat hangat dan menyenangkan,” katanya.

Menurutnya, rasa ingin tahu masyarakat terhadap dirinya sebagai mahasiswa asing membuka ruang komunikasi yang positif. Pertanyaan mengenai alasan memilih Banda Aceh sebagai tempat belajar sering ia terima, terutama karena kota tersebut dikenal dengan nilai-nilai Islam yang kuat.

“Percakapan seperti ini membuat saya lebih memahami identitas dan tradisi masyarakat Aceh, sekaligus belajar menghargai perbedaan,” ujarnya.

Selain pengalaman sosial dan akademik, keindahan alam Banda Aceh juga memberikan kesan tersendiri. Ia menikmati suasana pantai saat senja hingga panorama pegunungan yang menghadirkan ketenangan di tengah kesibukan perkuliahan.

“Banda Aceh adalah tempat yang membuat saya merasa dekat dengan alam dan menemukan ketenangan,” ujarnya.

Share7SendTweet5
Previous Post

Wisata Bromo Ditutup Sementara demi Pemulihan Alam

Next Post

PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Distribusi Semen melalui Pelabuhan Talang Duku

Next Post
PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Distribusi Semen melalui Pelabuhan Talang Duku

PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Distribusi Semen melalui Pelabuhan Talang Duku

Mualem Bangun Masjid Tanpa Dana Pemerintah

Mualem Bangun Masjid Tanpa Dana Pemerintah

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Pelindo Gelar Kampung Siap Kerja untuk Warga Surabaya

Pelindo Gelar Kampung Siap Kerja untuk Warga Surabaya

25 Mei 2026
Dolar, Wakaf, dan Pembangunan Berkelanjutan: Peluang di Tengah Krisis

Dolar, Wakaf, dan Pembangunan Berkelanjutan: Peluang di Tengah Krisis

25 Mei 2026
Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di 23 Daerah

Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di 23 Daerah

25 Mei 2026
Waspada Kemacetan di Tol Jakarta-Tangerang! Ada Pemeliharaan Jalan oleh Jasa Marga

Waspada Kemacetan di Tol Jakarta-Tangerang! Ada Pemeliharaan Jalan oleh Jasa Marga

25 Mei 2026
Rumah Hunian Aceh Tamiang, Dipastikan Nyamanan untuk Masyarakat

Rumah Hunian Aceh Tamiang, Dipastikan Nyamanan untuk Masyarakat

25 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    183 shares
    Share 73 Tweet 46
  • PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Hijau Lewat Pembangunan 16 Pabrik CBG

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Harga Sawit Kaltim Naik Dipicu Penguatan CPO

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Aceh Buka Bantuan Pendidikan Korban Bencana

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Kemnaker Buka Bantuan TKM Pemula 2026

    33 shares
    Share 13 Tweet 8

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.