Jember, Kabar SDGs – Bupati Kabupaten Jember, Muhamad Fawait, meninjau langsung aktivitas perusahaan penanaman modal asing (PMA) PT Nankai Indonesia di Desa Garahan, Kecamatan Silo, Sabtu (14/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam kesempatan itu, rombongan melihat secara langsung proses produksi plywood atau triplek yang menggunakan bahan baku kayu sengon dari hasil budidaya masyarakat setempat.
Bupati bersama rombongan berkeliling pabrik untuk menyaksikan tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang siap dipasarkan.
Menurut Fawait, keberadaan perusahaan milik investor asal Jepang tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan investasi di Kabupaten Jember. Ia menyebutkan nilai investasi yang ditanamkan di perusahaan tersebut mencapai sekitar 10 juta dolar Amerika Serikat.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Jember karena ada tambahan investasi asing baru yang masuk ke daerah kita,” kata Fawait.
Ia menjelaskan, saat ini perusahaan tersebut beroperasi dengan satu shift kerja dan telah mempekerjakan sekitar 250 tenaga kerja.
“Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen merupakan warga Jember, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pabrik. Sementara sebagian kecil pekerja masih didatangkan dari luar daerah karena kebutuhan keahlian tertentu,” ungkapnya.
Fawait berharap kehadiran perusahaan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, khususnya dalam membuka peluang kerja.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Jember akan terus mendorong pertumbuhan investasi sebagai salah satu strategi untuk menekan angka kemiskinan di daerah.
“Selain melalui belanja pemerintah, investasi juga sangat penting karena mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru,” ujarnya.
Fawait juga mengungkapkan bahwa Pemkab Jember saat ini tengah menyelesaikan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang diharapkan dapat semakin mendukung masuknya investor ke daerah.
Dengan regulasi tersebut, Jember ditargetkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan investasi di wilayah timur Pulau Jawa.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh kepala OPD untuk menunjukkan bentuk efisiensi anggaran sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung iklim investasi.
Fawait mengatakan, kondisi ekonomi global yang dinamis turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena itu, sejumlah skenario efisiensi mulai dipersiapkan, termasuk kemungkinan penerapan sistem kerja fleksibel seperti work from anywhere (WFA) maupun work from home (WFH).
“Pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa sistem kerja fleksibel tetap bisa menjaga kinerja pemerintahan,” katanya.
Kegiatan kunjungan kerja tersebut kemudian ditutup dengan buka puasa bersama antara Bupati Jember, jajaran OPD, dan manajemen perusahaan dalam suasana Ramadan.











Discussion about this post