Jember, Kabar SDGs – Pemerintah Kabupaten Jember terus mengintensifkan langkah percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui kerja sama lintas sektor. Hal ini disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait dalam forum strategis yang berlangsung di Gedung Soedjarwo, Universitas Jember, pada Senin (13/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan PTPN, Perhutani, Badan Pertanahan Nasional, DPRD, hingga kalangan akademisi. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bagian dari upaya menyatukan langkah dalam mencari solusi konkret bagi permasalahan kemiskinan.
Dalam forum itu, Bupati Muhammad Fawait menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan pihak perkebunan dan kehutanan untuk memaksimalkan potensi lahan yang tersedia. Ia mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 36 hingga 38 ribu hektare lahan hutan sosial yang berpotensi dimanfaatkan oleh masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa masih ada sekitar 90 ribu kepala keluarga di Jember yang berada pada kelompok desil 1 atau kategori kemiskinan paling rendah, sehingga membutuhkan perhatian serius dalam upaya peningkatan kesejahteraan.
“Oleh karena itu, pemanfaatan lahan tidur milik PTPN menjadi salah satu strategi yang didorong untuk membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah sekitar hutan dan perkebunan,” jelas Fawait.
Meski tren penurunan angka kemiskinan di Jember menunjukkan hasil yang cukup signifikan dibandingkan daerah lain di Jawa Timur, pemerintah daerah menegaskan bahwa penanganan kemiskinan ekstrem tetap menjadi fokus utama pembangunan.
Pemkab Jember juga berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan Perhutani agar program intervensi yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Kolaborasi strategis ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember,” kata Fawait.










Discussion about this post