Surabaya, Kabar SDGs – Realisasi investasi di Kota Surabaya hingga triwulan III tahun 2025 telah mencapai Rp31,3 triliun, mendekati target tahunan sebesar Rp42,69 triliun. Pemerintah kota menekankan bahwa setiap investasi yang masuk tidak hanya memperkuat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Surabaya, Lasidi, menegaskan bahwa investor wajib melibatkan warga lokal dalam operasional usaha mereka. “Kalau ada investasi masuk harus dibantu, tetapi juga harus mensejahterakan warga. Jangan sampai mengganggu warga,” ujarnya, Rabu (26/11/2025). Ia mencontohkan sektor perhotelan, di mana investor diminta memprioritaskan perekrutan tenaga kerja dari warga sekitar dan menggunakan produk lokal untuk kebutuhan operasional, mulai dari slipper hingga pasokan sayur mayur. “Seperti sayur-mayur itu ambil dari Kota Surabaya sendiri. Bahkan sekarang sudah ada Koperasi Merah Putih, jadi kita nyambung,” jelasnya.
Pada triwulan III 2025, realisasi investasi mencapai Rp9,185 triliun, terdiri dari penanaman modal dalam negeri sebesar Rp8,4 triliun dan penanaman modal asing Rp784 miliar. Tiga sektor yang menyumbang angka terbesar ialah industri pengolahan sebesar Rp1,904 triliun, perdagangan besar dan eceran Rp961 miliar, serta real estate Rp826 miliar. Lasidi menyampaikan bahwa kinerja investasi Surabaya selama lima tahun terakhir selalu memenuhi target, termasuk capaian tahun 2024 yang mencapai Rp40,47 triliun.
Untuk mempermudah perizinan dan menyediakan informasi bagi pelaku usaha, Pemkot Surabaya membuka Klinik Investasi di Gedung Siola lantai tiga. Layanan tersebut memberikan pendampingan terkait potensi usaha hingga simulasi kelayakan investasi. “Di situ ada peta potensi mau usaha apa, di mana, berapa tahun anggarannya dan berapa tahun bisa kembali. Ada hitung-hitungannya,” tambahnya.
Dengan berbagai kemudahan pelayanan serta penguatan keterlibatan warga lokal, Pemerintah Kota Surabaya berharap investasi yang masuk semakin berkualitas dan berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kota.












Discussion about this post