• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
14 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Dari Lahan Kosong Tumbuh Kemandirian di Bumi Hijau

by SDGS Admin
6 Maret 2026
Dari Lahan Kosong Tumbuh Kemandirian di Bumi Hijau
21
SHARES
130
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Bengkalis, Kabar SDGs – Di sudut halaman rumah warga, semerbak rimpang jahe yang baru dipotong menguar menyatu dengan udara pagi yang masih basah oleh embun. Bagi sebagian orang, wangi itu tak lebih dari aroma dapur. Namun bagi Murni (37), Ketua Kelompok PKK di lingkungannya, harum tersebut adalah tanda kebangkitan. Tanaman yang kerap dianggap biasa justru ia maknai sebagai penopang kesehatan sekaligus simbol berdirinya kemandirian keluarga.

Peringatan World Wildlife Day tahun ini mengangkat tema “Tanaman Obat dan Aromatik: Melestarikan Kesehatan, Warisan, dan Mata Pencaharian.” Tema tersebut seakan merekam persis langkah yang ditempuh Murni bersama para ibu dalam Program Puteri Proklim Melayu Lestari. Di tengah arus modernisasi, mereka memilih kembali menanam dan merawat tanaman obat sebagai bentuk perlawanan sunyi terhadap lunturnya pengetahuan tradisional.

BACA JUGA

Polinela Kembangkan Biochar untuk Tanaman Rampai

Polinela Kembangkan Biochar untuk Tanaman Rampai

6 Oktober 2026
Pertamina Perkuat Kapasitas UMKM di Kalimantan

Pertamina Perkuat Kapasitas UMKM di Kalimantan

5 Oktober 2026
Pelindo Kelola Puluhan Ton Sampah Lewat Program WISE

Pelindo Kelola Puluhan Ton Sampah Lewat Program WISE

4 Oktober 2026

Bagi masyarakat Melayu di Bengkalis, jahe merah, kunyit, dan beragam rimpang bukan sekadar pelengkap masakan, melainkan simpanan kesehatan yang diwariskan turun-temurun. Jahe dipercaya membantu menghangatkan tubuh dan meredakan gejala flu ringan, sementara kunyit kerap diracik untuk menjaga pencernaan serta kebugaran. Namun kebiasaan meramu sendiri perlahan tersisih oleh produk instan dan obat kimia yang serba cepat.

Momentum peringatan global itu juga mengingatkan bahwa seperempat obat modern berakar dari flora liar. Kesadaran inilah yang mendorong Murni dan kelompoknya menanam kembali Jahe Putih, Jahe Merah, hingga Ompu Kunyit di lahan fasilitas umum. Apa yang mereka lakukan mungkin tampak sederhana, tetapi sejatinya merupakan langkah konservasi dalam skala kecil—menjaga keberlanjutan tanaman aromatik sekaligus merawat ingatan kolektif agar tak terputus di generasi mereka.

Awalnya, lahan kosong di RW 29 Bumi Hijau, Kelurahan Air Jamban, hanya ditumbuhi semak dan dilewati tanpa arti. Keinginan menghadirkan kebun Tanaman Obat Keluarga sempat muncul, tetapi rasa ragu kerap membayangi. Mereka takut tenaga dan bibit terbuang percuma di tanah yang keras dan tak terurus.

“Dulu lahan ini membisu melihat keraguan kami. Niat mandiri itu ada, tapi nyali kami ciut sebelum mencoba,” kenang Murni dengan senyum tipis.

Perubahan mulai terasa setelah mereka mendapatkan pelatihan serta pendampingan berkelanjutan dari PT Pertamina Hulu Rokan. Sentuhan tangan para ibu mengubah wajah lahan tersebut. Tunas-tunas hijau bermunculan, menjadi saksi keberanian mereka yang tak lagi surut. Mereka belajar menyemai Jahe Putih, Jahe Merah, Ompu Kunyit, hingga merawat tanaman hortikultura dengan pupuk organik.

Dampaknya terasa nyata. Warga kini lebih mudah memperoleh tanaman obat tanpa harus ke pasar. Pengeluaran rumah tangga dapat ditekan, terutama ketika harga rempah melonjak. Anak-anak pun kembali mengenal rupa tanaman obat yang sebelumnya hanya mereka dengar dari cerita orang tua.

“Dulu lahan ini hanya tanah kosong yang kami lewati setiap hari, sekarang setiap tunas yang tumbuh di sini seperti mengingatkan bahwa kami juga bisa tumbuh dan berubah bersama,” ujar Murni penuh haru.

Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengaku tersentuh melihat kegigihan para ibu tersebut. Baginya, keberhasilan yang lahir dari sebidang lahan sederhana adalah cerminan kemandirian yang tumbuh dari pola pikir.

“Menyaksikan perjuangan Ibu Murni dan kawan-kawan adalah pelajaran tentang ketangguhan. Mereka membuktikan bahwa dari sepetak lahan jahe dan kunyit, kita bisa menjaga kesehatan keluarga sekaligus melestarikan warisan leluhur,” ungkap Iwan.

Peringatan World Wildlife Day sejatinya bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi pengingat bahwa menjaga flora liar berarti menjaga denyut kehidupan manusia. Di Bumi Hijau, langkah itu telah dimulai. Di tangan para perempuan yang tekun merawat tanah, sebatang rimpang tak lagi sekadar komoditas, melainkan warisan, kebanggaan, dan martabat yang terus bertunas.

Share8SendTweet5
Previous Post

Garuda Indonesia Turun Peringkat Jadi Maskapai Bintang Empat Versi Skytrax

Next Post

Lahat Panen Eco Enzyme Bhayangkari Dorong Gerakan Peduli Lingkungan

Next Post
Lahat Panen Eco Enzyme Bhayangkari Dorong Gerakan Peduli Lingkungan

Lahat Panen Eco Enzyme Bhayangkari Dorong Gerakan Peduli Lingkungan

Banyuasin Perkuat Dukungan Program Tiga Juta Rumah dan Jaminan Produk Halal

Banyuasin Perkuat Dukungan Program Tiga Juta Rumah dan Jaminan Produk Halal

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Elnusa Bidik Pasar Internasional untuk Perkuat Pertumbuhan Bisnis

Elnusa Bidik Pasar Internasional untuk Perkuat Pertumbuhan Bisnis

14 Oktober 2026
Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System

Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System

14 Oktober 2026
Kaltim Kekurangan Pasokan Daging Domba hingga 50 Persen Kebutuhan

Kaltim Kekurangan Pasokan Daging Domba hingga 50 Persen Kebutuhan

14 Oktober 2026
Aktivasi Creative Hub Perkuat 50 Talenta Kreatif di Banten

Aktivasi Creative Hub Perkuat 50 Talenta Kreatif di Banten

14 Oktober 2026
Asahan Terima 27 Truk untuk Dukung Operasional Koperasi Desa Merah Putih

Asahan Terima 27 Truk untuk Dukung Operasional Koperasi Desa Merah Putih

14 Oktober 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3762 shares
    Share 1505 Tweet 941
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3755 shares
    Share 1502 Tweet 939
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3700 shares
    Share 1480 Tweet 925
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3726 shares
    Share 1490 Tweet 932
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4050 shares
    Share 1620 Tweet 1013

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.