Bali, Kabar SDGs – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa Tiongkok merupakan salah satu kontributor utama kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Bali. Ia mengungkapkan, pada tahun 2024 jumlah wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Bali mencapai lebih dari 448 ribu orang dan meningkat signifikan pada tahun 2025 menjadi lebih dari 537 ribu kunjungan.
“Kunjungan wisatawan Tiongkok ke Provinsi Bali berada di peringkat tiga, setelah Australia dan India,” ujarnya.
Menurut Wayan Koster, capaian tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara Bali dan Tiongkok, khususnya dalam sektor pariwisata. Ia berharap, hubungan baik antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Tiongkok dapat terus mendorong peningkatan kerja sama yang lebih luas antara Provinsi Bali dengan Tiongkok, tidak hanya di bidang pariwisata, tetapi juga pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Gubernur Bali itu menekankan pentingnya kolaborasi melalui program pertukaran pelajar, pelatihan, beasiswa, serta peningkatan kapasitas di bidang bahasa, teknologi, dan kepariwisataan. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki daya saing global tanpa meninggalkan akar budaya lokal yang menjadi identitas Bali.
Dalam kesempatan yang sama, Wayan Koster juga menyampaikan komitmennya untuk terus menciptakan ruang yang inklusif, aman, dan kondusif bagi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, dan budaya. Ia meyakini bahwa pembangunan berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kebersamaan, toleransi, serta kolaborasi lintas komunitas.
“Marilah kita jadikan perayaan Tahun Baru Imlek ini sebagai momen istimewa untuk memperkuat persahabatan, mempererat kerja sama, dan menumbuhkan optimisme dalam membangun masa depan yang lebih baik,” tegas Gubernur Koster.
Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar Zhang Zhisheng menjelaskan bahwa Tahun Baru Imlek merupakan hari raya tradisional terpenting bagi masyarakat Tionghoa. Ia menyebutkan bahwa Imlek telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia dan menjadi bagian penting dari keberagaman budaya di Indonesia.
“Jadi pada tanggal 17 Februari tahun ini, kita akan menyambut Tahun Baru Imlek, Tahun Kuda,” jelasnya.
Zhang Zhisheng juga menyampaikan doa dan harapannya bagi seluruh masyarakat di tahun yang baru. “Semoga Republik Rakyat Tiongkok dan Republik Indonesia senantiasa aman, damai, makmur, dan sejahtera,” ujarnya.












Discussion about this post