Pelalawan, Kabar SDGs – Bersama PT Stalindo Wahana Perkasa dan PT Safari Riau, PT Adei Plantation & Industry melaksanakan Refresh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di Lapangan Serba Guna Divisi 3 Nilo Complex, Desa Telayap, Kecamatan Pelalawan, Kamis (12/2/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan apel penutupan Bulan K3 Nasional 2026 tersebut diikuti jajaran manajemen tiga perusahaan bersama seluruh karyawan di kawasan Nilo Complex.
Manager Nilo Palm Oil Mill (NPOM) 2 PT Adei Plantation & Industry, Sudarno, menegaskan bahwa Bulan K3 Nasional tidak boleh dipahami sekadar sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi bersama untuk meneguhkan kembali komitmen melindungi tenaga kerja dan membangun dunia kerja yang aman, sehat, produktif, serta bermartabat. “Pengelolaan K3 berdampak langsung pada perlindungan tenaga kerja, moral dan kepercayaan pekerja, produktivitas perusahaan, hingga daya saing nasional,” ujarnya.
Ia menyebut kecelakaan kerja sebagai alarm keras yang menandakan masih adanya celah dalam sistem, baik di tingkat perusahaan maupun nasional. Menurutnya, satu kecelakaan bukan hanya kegagalan teknis, tetapi kegagalan sistem secara menyeluruh. “Kecelakaan terjadi karena masih ada proses kerja yang tidak aman, peralatan yang tidak layak, pengawasan yang belum optimal, serta budaya K3 yang belum sepenuhnya mengakar. Tantangan K3 hari ini tidak bisa disikapi dengan pendekatan parsial atau reaktif. Kita membutuhkan lompatan cara berpikir dan cara kerja yang berbeda,” paparnya.
Sudarno juga mengulas tantangan struktural pengelolaan K3 nasional, mulai dari kualitas dan pemerataan pelayanan K3 yang belum optimal hingga kapasitas pembinaan dan pengawasan yang belum sebanding dengan luas wilayah dan jumlah tempat kerja. Selain itu, pendekatan K3 dinilai masih terfragmentasi dan promotif-preventif belum menjadi arus utama, padahal investasi pencegahan jauh lebih efisien dibandingkan biaya penanganan kecelakaan.
Ia menambahkan, masih rendahnya jumlah perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) menjadi pekerjaan rumah bersama. Keberadaan SMK3, menurutnya, memastikan kebijakan K3 yang jelas, pemetaan risiko dan mitigasi, pelatihan SDM, prosedur tanggap darurat, serta mekanisme evaluasi yang sistematis. “Tahun 2026 merupakan fase strategis pembangunan nasional yang menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas kerja, dan daya saing nasional secara berkelanjutan. Tantangan ke depan akan semakin kompleks,” tegasnya.
Dalam pandangannya, ekosistem K3 harus dibangun secara terintegrasi dengan peran pemerintah sebagai regulator dan fasilitator, dunia usaha sebagai pelaksana dan inovator, pekerja sebagai subjek utama sekaligus mitra aktif, akademisi dan asosiasi profesi sebagai sumber pengetahuan dan standar praktik terbaik, serta media sebagai penguat literasi publik. “Setiap aktor harus bergerak dalam satu arah tujuan guna mencegah kecelakaan dan melindungi pekerja,” katanya.
Ia menekankan bahwa sistem K3 yang andal harus tetap efektif dalam kondisi normal maupun saat krisis, yang dibangun melalui perencanaan matang, pelaksanaan konsisten, pelatihan berkelanjutan, serta evaluasi yang jujur dan terbuka. Kolaborasi lintas pihak menjadi kunci utama. “Kolaborasi berarti berbagi praktik baik, belajar dari kegagalan, dan membangun kepercayaan,” tandasnya.
Di akhir sambutannya, Sudarno berharap K3 dipahami sebagai nilai bersama, bukan sekadar kewajiban regulatif, sehingga setiap pekerja memiliki hak pulang dengan selamat dan produktivitas berjalan seiring keselamatan. Dengan berakhirnya Bulan K3 Nasional 2026, PT Adei Plantation & Industry diharapkan terus menjaga target Zero Accident dan menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, serta produktif bagi seluruh insan perusahaan.












Discussion about this post