Jakarta, Kabar SDGs – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mengapresiasi semangat kolaborasi karya kreatif lokal yang tampil dalam rangkaian K-Life & K-Live Indonesia HUG K-Pop Concert. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai kegiatan yang dipersembahkan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Republik Korea bersama Korea Creative Content Agency (KOCCA Indonesia) tersebut menjadi titik awal yang menjanjikan bagi penguatan kerja sama industri kreatif antara Indonesia dan Korea.
Irene Umar menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi momentum awal kolaborasi yang lebih terstruktur antara KOCCA dan Indonesia. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya bersifat seremonial, melainkan harus diarahkan pada pertukaran budaya yang mampu memperdalam pengembangan industri kreatif yang berkelanjutan di kedua negara.
“Tahun 2026 menjadi awal permulaan kolaborasi KOCCA dan Indonesia. Sudah pasti semangat kolaborasi tersebut harus didukung dengan memperkuat dan meningkatkan pertukaran budaya untuk memperdalam pengembangan industri kreatif yang berkelanjutan,” ucap Irene.
Rangkaian HUG K-Pop Concert digelar selama dua hari, dengan konser utama yang menghadirkan Minho SHINee dan grup Highlight pada Sabtu malam, 17 Januari 2026. Kegiatan dilanjutkan pada Minggu, 18 Januari 2026 dengan Handprinting Ceremony, Meet & Greet, serta Friday Noraebang yang berlangsung di Main Atrium KOREA 360, Lotte Mall Jakarta.
Dalam agenda tersebut, Irene Umar hadir membawa simbol kolaborasi budaya melalui busana yang dikenakannya, yakni hanbok dengan sentuhan teknik batik. Kehadiran tersebut turut diperkuat dengan partisipasi Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Isyana Bagoes Oka, yang menunjukkan dukungan lintas kementerian terhadap pengembangan industri kreatif berbasis kolaborasi internasional.
Irene menegaskan, kolaborasi lintas negara di sektor kreatif memiliki potensi besar untuk mendorong peningkatan Produk Domestik Bruto masing-masing negara. Ia mencontohkan HUG K-Pop Concert yang tidak hanya menampilkan artis Korea, tetapi juga melibatkan talenta nasional dan kekayaan intelektual lokal.
“Saat HUG K-Pop Concert semalam, Kementerian Ekraf menjadi saksi bahwa IP-IP lokal dan talenta musisi nasional bisa hadir bersama talenta berbakat dari Korea. Ini sebagai wujud kebanggaan kolaborasi dari hati lewat cinta sebagai bentuk perpaduan lintas budaya global yang semakin berkembang,” ujar Irene yang didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu.
Konser tersebut juga menghadirkan penyanyi Indonesia Tiara Andini serta IP lokal Fun Cican, yang dinilai memperkuat posisi kreator dalam negeri di panggung kolaborasi internasional. Sementara itu, Handprinting Ceremony menjadi simbol persahabatan dan pertukaran budaya antara Korea dan Indonesia, sedangkan sesi Meet & Greet memberi ruang interaksi eksklusif antara penggemar dan para idola melalui talk session serta pertemuan langsung.
Minho, anggota boy group SHINee yang debut pada 2008 di bawah naungan SM Entertainment, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme penggemar Indonesia. Dikenal sebagai performer dengan energi panggung kuat, Minho juga aktif sebagai aktor dan solois yang terus memperluas kiprahnya di industri hiburan Korea.
“Resolusi 2026 masih menyesuaikan jadwal yang ada dan pastinya akan kembali lagi ke Indonesia untuk menyapa para penggemar di sini lebih lama,” ungkap Minho.
KOCCA Indonesia sendiri merupakan lembaga yang mendukung pengembangan konten kreatif Korea di tingkat domestik dan global. Sejak berdiri sebagai cabang pertama di Asia Tenggara pada Oktober 2016, KOCCA Indonesia aktif mempromosikan kerja sama industri kreatif seperti broadcasting, animasi dan karakter, musik, fesyen, komik, gim, hingga konten imersif. Kolaborasi dengan Kementerian Ekraf menjadi tindak lanjut dari audiensi sejak Oktober 2025, dengan tujuan menggeliatkan industri kreatif melalui konser musik dan pertukaran budaya yang dinilai mampu menarik minat pasar global.












Discussion about this post