Samarinda, Kabar SDGs – Lonjakan aktivitas digital mewarnai libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kalimantan. Telkomsel mencatat kenaikan lalu lintas data hingga 15,16 persen dibandingkan hari biasa, dengan konsumsi tertinggi terjadi pada malam pergantian tahun.
Puncak trafik tercatat pada 1 Januari 2026 dengan total volume mencapai 7,19 petabyte. Aktivitas pelanggan didominasi oleh layanan video streaming, media sosial, gim daring, serta komunikasi berbasis pesan instan dan panggilan video yang meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat selama masa liburan.
General Manager Regional Network Operations and Productivity Telkomsel Kalimantan, Wendy Adewijaya, mengatakan lonjakan trafik tersebut dapat dikawal dengan baik melalui penguatan kualitas jaringan selama periode Natal dan Tahun Baru.
“Upaya ini kami lakukan agar pelanggan tetap mendapatkan layanan yang stabil di momen dengan lonjakan trafik tinggi,” ujar Wendy, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, Telkomsel mengandalkan teknologi AI Autonomous Network untuk memantau sekaligus menangani potensi gangguan jaringan secara otomatis. Pemanfaatan teknologi ini turut menekan jumlah gangguan jaringan secara nasional hingga 21,92 persen selama periode Nataru.
Dari sisi pola konsumsi, layanan gim daring mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan hampir 40 persen. Pesan instan dan panggilan video tumbuh sekitar 27 persen, sementara video streaming meningkat lebih dari 24 persen. Aplikasi berbagi video pendek juga menjadi salah satu kontributor utama lonjakan trafik data di Kalimantan.
Meski layanan data mendominasi, penggunaan SMS turut mengalami kenaikan signifikan hingga 33 persen dibandingkan hari biasa. Adapun layanan suara tercatat meningkat sekitar 3 persen selama periode libur panjang tersebut.
“Sebaran trafik tertinggi di Kalimantan tercatat di Kutai Kartanegara, disusul Kutai Timur, Samarinda, Balikpapan, dan Berau,” kata Wendy.
Selama periode Natal dan Tahun Baru, Telkomsel juga melakukan uji jaringan 4G dan 5G serta menyiagakan posko jaringan dan layanan pelanggan di berbagai titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas layanan di tengah lonjakan mobilitas dan konsumsi digital masyarakat di Kalimantan.












Discussion about this post