Jakarta, Kabar SDGs – Ajang Electricity Connect 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC) menjadi panggung bagi PLN Nusantara Power (PLN NP) untuk menegaskan komitmen sebagai pelopor transisi energi nasional. Selama tiga hari pameran, 19–21 November 2025, seluruh lini usaha PLN NP memamerkan berbagai inovasi hijau yang diarahkan menuju target Net Zero Emission 2060.
Sekretaris Perusahaan PLN NP, Hamidi Hamid, menjelaskan bahwa partisipasi PLN NP dalam acara ini merupakan langkah konsisten mendukung percepatan energi bersih. “Ini adalah kegiatan rutin tahunan yang diikuti PLN NP sebagai bentuk dukungan transisi energi menuju NZE 2060. Kami membawa semua grup usaha PLN NP, mulai dari PLN NP Services, Construction, Renewable, dan Suku Cadang. Semua PLN NP Grup hampir semuanya menampilkan green energi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (20/11/25).
Salah satu inovasi yang menjadi pusat perhatian adalah pemanfaatan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) sebagai bahan bakar alternatif pembangkit gas. Bahan bakar ini dihasilkan dari pengolahan limbah cair kelapa sawit (POME) yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan. “Dengan kandungan metana tinggi dan bersifat karbon-netral, Bio-CNG mampu menggantikan sebagian gas alam pada pembangkit sehingga menekan emisi karbon sekaligus mendayagunakan limbah organik sebagai energi bersih,” kata Hamidi.
PLN NP telah melakukan operasi perdana dan uji coba co-firing 5 persen Bio-CNG pada PLTGU Belawan pada 14 Agustus 2025. Uji coba berjalan lancar. “PLTGU Belawan memiliki dua blok pembangkit, masing-masing 260 MW dan 359 MW. Dua pembangkit telah melakukan co-firing dan COD dengan lancar,” tambahnya. Upaya ini diperkuat dengan penandatanganan MoU bersama PT KIS Biofuel Indonesia pada 22 September 2025 serta kerja sama bersama PLN EPI untuk memperkuat rantai pasok.
Pemanfaatan Bio-CNG dinilai menjadi langkah strategis mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan ketahanan energi nasional. Dengan akses melimpah terhadap limbah POME di berbagai daerah, inovasi ini membuka peluang besar dalam pengembangan industri hijau. PLN NP kini tengah memetakan sumber potensial di berbagai wilayah untuk replikasi penggunaan Bio-CNG pada pembangkit gas lainnya.
Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan dekarbonisasi pembangkit listrik di Indonesia. “Bio-CNG membuktikan bahwa Indonesia punya kekuatan besar dalam transisi energi berbasis potensi lokal. Dari limbah sawit, kita hasilkan energi bersih yang dapat langsung digunakan di pembangkit. Ini adalah contoh nyata ekonomi sirkular sekaligus langkah konkret menuju Net Zero Emission 2060,” tegasnya.
Selain Bio-CNG, PLN NP juga menampilkan inovasi lain seperti pemanfaatan hidrogen hijau, digitalisasi pembangkit melalui Nusantara Innovision Center (NIC), penggunaan FABA sebagai material konstruksi, hingga produk Beyond kWh yang mencakup Asset Management, Consultancy Services, Digitalization, dan Sustainable Solutions. NIC sendiri menjadi pusat teknologi yang menghadirkan analitik performa, digital twin, pemantauan terpusat, dan fitur I-CORE untuk meningkatkan ketepatan pengelolaan aset. Pengunjung juga dapat mencoba fitur Carbon Calculator untuk menghitung dan melakukan offset jejak karbon.
Selama pameran, PLN NP menandatangani berbagai kerja sama strategis dengan sejumlah pihak. Langkah ini mempertegas komitmen perusahaan memperluas akselerasi transisi energi nasional serta memastikan kontribusi nyata menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.












Discussion about this post