• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
14 Januari 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Urgensi Standarisasi dan Perlindungan Talenta Kreatif Dibahas dalam FCE Meeting

by Riski Yanti
22 Oktober 2025
Urgensi Standarisasi dan Perlindungan Talenta Kreatif Dibahas dalam FCE Meeting
19
SHARES
121
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs – Ekosistem ekonomi kreatif secara global memerlukan standarisasi dan perlindungan para pegiat ekonomi kreatif. Hal ini yang terus didorong Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) dalam Friends of Creative Economy (FCE) Meeting 2025.

“Perlindungan terhadap para pekerja, baik pekerja lepas maupun non-lepas di bawah payung ekonomi kreatif harus dapat kita lindungi. Masing-masing profesi di industri kreatif juga harus bisa didefinisikan secara global oleh asosiasi atau komunitas sehingga punya standarisasi,” ujar Wamen Ekraf Irene saat General Sharing Session FCE Meeting 2025 di Conference Hall, Thamrin Nine Ballroom, Jakarta pada Selasa, 21 Oktober 2025.

BACA JUGA

Jenama Desain Rêmên Bakal Mejeng di Festival Internasional

Jenama Desain Rêmên Bakal Mejeng di Festival Internasional

9 Januari 2026
Karang Taruna Nasional Jadikan Pemuda Pilar Utama Kembangkan Ekonomi Kreatif

Karang Taruna Nasional Jadikan Pemuda Pilar Utama Kembangkan Ekonomi Kreatif

24 November 2025
BDD 2025 Cetak 1.000 Talenta Digital Baru, Ekraf adalah Masa Depan Indonesia

BDD 2025 Cetak 1.000 Talenta Digital Baru, Ekraf adalah Masa Depan Indonesia

23 November 2025

Wamen Ekraf Irene turut menyampaikan kolaborasi berbasis kearifan lokal (lokalisasi) sebagai bentuk kemitraan yang dibangun atas dasar tujuan bersama dengan memperhatikan standarisasi profesi dan perlindungan bagi para talenta kreatif.

Wamen Ekraf Irene sepakat bahwa kreativitas dapat membawa setiap negara ke masa depan yang melampaui batas di tengah persaingan global. Namun, kolaborasi budaya bisa memupuk empati, inklusi, dan tanggung jawab bersama dengan menempatkan misi perdamaian sebagai fondasi utama.

“Ekonomi kreatif bisa berperan meningkatkan kesejahteraan sebagai fondasi perdamaian dunia. Tidak ada lagi ego sektoral sebab semua melakukan penciptaan kreativitas bersama untuk mengatasi hal-hal yang krusial. Kita harus bisa mengidentifikasi masalah apa saja yang ada di sekitar dan apa yang dapat kita lakukan untuk menghadapi masalah itu. Misal, terkait regulasi yang menunjukkan bahwa perlu kerja sama untuk menetapkan standar baru bagi penggunaan teknologi di seluruh dunia,” jelas Wamen Ekraf Irene.

Ketua Dewan Pengawas Komite Ekraf Jakarta Ricky Joseph Pesik yang juga menjadi panelis menambahkan bahwa tiap subsektor ekonomi kreatif punya dampak atau sebagai kontributor ekonomi global yang signifikan sebab industri kreatif selalu punya rantai nilai dari proses kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi.

“Kita perlu menjadikan ekonomi kreatif sebagai kebijakan umum di antara negara-negara yang menempatkan industri kreatif sebagai strategi terdepan pembangunan manusia. FCE Meeting 2025 tak hanya sekadar memperluas pengalaman atau mencoba cari tahu kebijakan apa yang terbaik bagi negara yang fokus pada ekonomi kreatif. Sebenarnya forum ini menunjukan betapa hebat subsektor ekraf di seluruh dunia punya kontribusi terhadap ekonomi dunia yang lebih besar dan lebih produktif,” ungkap Ricky Pesik.

Diskusi berlanjut semakin seru yang dipandu Duta Besar Indonesia untuk Mozambik dan Malawi Kartika Candra Negara.

Para panelis yang hadir membahas kebijakan dan kerangka kerja terhadap pengembangan standarisasi ekonomi kreatif global yang relevan dan kontekstual, perlindungan talenta kreatif, serta mobilisasi pembiayaan dari beberapa negara dengan contoh Filipina dan Wales.

Dalam diskusi panel tersebut, turut menjadi panelis yaitu Ketua Manajemen Dossier Bandung untuk UNESCO sekaligus Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Dwinita Larasati, Country Director British Council Indonesia and Southeast Asia Cluster Lead Summer Xia, beserta Kepala Program Ekonomi Kreatif UN Trade and Development (UNCTAD) Marisa Henderson yang hadir secara virtual.

Rangkaian akhir FCE Meeting 2025 ini akan menghasilkan Chair Summary yang berisi rekomendasi catatan atau perumusan kebijakan yang akan dibahas selanjutnya pada rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

Share8SendTweet5
Previous Post

Lewat Styles AsikFest, Kementerian Ekraf Dorong 20 Jenama Lokal Akses Pasar di 69 Lippo Mall

Next Post

20 Finalis “Wonderful Indonesia Scale-up Hub 2025” Bertemu Calon Invesor di Demoday Jakarta

Next Post
20 Finalis “Wonderful Indonesia Scale-up Hub 2025” Bertemu Calon Invesor di Demoday Jakarta

20 Finalis "Wonderful Indonesia Scale-up Hub 2025" Bertemu Calon Invesor di Demoday Jakarta

PDAM Surya Sembada Siap Ekspansi Penjualan Air ke Sidoarjo dan Gresik

PDAM Surya Sembada Siap Ekspansi Penjualan Air ke Sidoarjo dan Gresik

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Planet Surf Hadirkan Wajah Baru Bergaya Industri di Trans Studio Mall

Planet Surf Hadirkan Wajah Baru Bergaya Industri di Trans Studio Mall

14 Januari 2026
Program Pertapreneur Aggregator Ubah Pola Pikir UMKM Menuju Bisnis Berbasis Sistem

Program Pertapreneur Aggregator Ubah Pola Pikir UMKM Menuju Bisnis Berbasis Sistem

14 Januari 2026
Akses Internet Desa Kalimantan Timur Capai 95 Persen

Akses Internet Desa Kalimantan Timur Capai 95 Persen

14 Januari 2026
Kementerian PU Mulai Bangun Permanen Jembatan Krueng Tingkeum Minggu Ketiga Januari 2026

Kementerian PU Mulai Bangun Permanen Jembatan Krueng Tingkeum Minggu Ketiga Januari 2026

14 Januari 2026
Penerbangan Perdana Subsidi Angkutan Udara Perintis Korwil Gorontalo Perkuat Konektivitas Wilayah Kepulauan

Penerbangan Perdana Subsidi Angkutan Udara Perintis Korwil Gorontalo Perkuat Konektivitas Wilayah Kepulauan

14 Januari 2026

POPULAR

  • Pembangunan Superblok Pakuwon di IKN Segera Dimulai Maret 2026

    Pembangunan Superblok Pakuwon di IKN Segera Dimulai Maret 2026

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Poco Umumkan Peluncuran Poco M8 Dengan Layar Lengkung 3D Tahan Ekstrem

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Clicks Communicator Hadirkan Sensasi Mengetik ala BlackBerry dalam Balutan Android Modern

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pembangunan SMA Taruna Nusantara IKN Ditargetkan Rampung Januari 2026

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Wamen Ekraf Dukung Lapak Gaming Battle Arena dan Talenta Gim Lokal

    19 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.