• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
28 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Urgensi Standarisasi dan Perlindungan Talenta Kreatif Dibahas dalam FCE Meeting

by Riski Yanti
22 Oktober 2025
Urgensi Standarisasi dan Perlindungan Talenta Kreatif Dibahas dalam FCE Meeting
24
SHARES
152
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs – Ekosistem ekonomi kreatif secara global memerlukan standarisasi dan perlindungan para pegiat ekonomi kreatif. Hal ini yang terus didorong Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) dalam Friends of Creative Economy (FCE) Meeting 2025.

“Perlindungan terhadap para pekerja, baik pekerja lepas maupun non-lepas di bawah payung ekonomi kreatif harus dapat kita lindungi. Masing-masing profesi di industri kreatif juga harus bisa didefinisikan secara global oleh asosiasi atau komunitas sehingga punya standarisasi,” ujar Wamen Ekraf Irene saat General Sharing Session FCE Meeting 2025 di Conference Hall, Thamrin Nine Ballroom, Jakarta pada Selasa, 21 Oktober 2025.

BACA JUGA

Dari Museum Joang 45 ke Las Vegas, Menekraf Dorong Modifikasi Otomotif Nasional Mendunia

Dari Museum Joang 45 ke Las Vegas, Menekraf Dorong Modifikasi Otomotif Nasional Mendunia

20 Agustus 2026
TIFF 2026 Bawa Identitas Lokal Mendunia

TIFF 2026 Bawa Identitas Lokal Mendunia

12 Agustus 2026
Fesyen Lokal Bidik Pasar Malaysia-Singapura

Fesyen Lokal Bidik Pasar Malaysia-Singapura

12 Agustus 2026

Wamen Ekraf Irene turut menyampaikan kolaborasi berbasis kearifan lokal (lokalisasi) sebagai bentuk kemitraan yang dibangun atas dasar tujuan bersama dengan memperhatikan standarisasi profesi dan perlindungan bagi para talenta kreatif.

Wamen Ekraf Irene sepakat bahwa kreativitas dapat membawa setiap negara ke masa depan yang melampaui batas di tengah persaingan global. Namun, kolaborasi budaya bisa memupuk empati, inklusi, dan tanggung jawab bersama dengan menempatkan misi perdamaian sebagai fondasi utama.

“Ekonomi kreatif bisa berperan meningkatkan kesejahteraan sebagai fondasi perdamaian dunia. Tidak ada lagi ego sektoral sebab semua melakukan penciptaan kreativitas bersama untuk mengatasi hal-hal yang krusial. Kita harus bisa mengidentifikasi masalah apa saja yang ada di sekitar dan apa yang dapat kita lakukan untuk menghadapi masalah itu. Misal, terkait regulasi yang menunjukkan bahwa perlu kerja sama untuk menetapkan standar baru bagi penggunaan teknologi di seluruh dunia,” jelas Wamen Ekraf Irene.

Ketua Dewan Pengawas Komite Ekraf Jakarta Ricky Joseph Pesik yang juga menjadi panelis menambahkan bahwa tiap subsektor ekonomi kreatif punya dampak atau sebagai kontributor ekonomi global yang signifikan sebab industri kreatif selalu punya rantai nilai dari proses kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi.

“Kita perlu menjadikan ekonomi kreatif sebagai kebijakan umum di antara negara-negara yang menempatkan industri kreatif sebagai strategi terdepan pembangunan manusia. FCE Meeting 2025 tak hanya sekadar memperluas pengalaman atau mencoba cari tahu kebijakan apa yang terbaik bagi negara yang fokus pada ekonomi kreatif. Sebenarnya forum ini menunjukan betapa hebat subsektor ekraf di seluruh dunia punya kontribusi terhadap ekonomi dunia yang lebih besar dan lebih produktif,” ungkap Ricky Pesik.

Diskusi berlanjut semakin seru yang dipandu Duta Besar Indonesia untuk Mozambik dan Malawi Kartika Candra Negara.

Para panelis yang hadir membahas kebijakan dan kerangka kerja terhadap pengembangan standarisasi ekonomi kreatif global yang relevan dan kontekstual, perlindungan talenta kreatif, serta mobilisasi pembiayaan dari beberapa negara dengan contoh Filipina dan Wales.

Dalam diskusi panel tersebut, turut menjadi panelis yaitu Ketua Manajemen Dossier Bandung untuk UNESCO sekaligus Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Dwinita Larasati, Country Director British Council Indonesia and Southeast Asia Cluster Lead Summer Xia, beserta Kepala Program Ekonomi Kreatif UN Trade and Development (UNCTAD) Marisa Henderson yang hadir secara virtual.

Rangkaian akhir FCE Meeting 2025 ini akan menghasilkan Chair Summary yang berisi rekomendasi catatan atau perumusan kebijakan yang akan dibahas selanjutnya pada rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

Share10SendTweet6
Previous Post

Lewat Styles AsikFest, Kementerian Ekraf Dorong 20 Jenama Lokal Akses Pasar di 69 Lippo Mall

Next Post

20 Finalis “Wonderful Indonesia Scale-up Hub 2025” Bertemu Calon Invesor di Demoday Jakarta

Next Post
20 Finalis “Wonderful Indonesia Scale-up Hub 2025” Bertemu Calon Invesor di Demoday Jakarta

20 Finalis "Wonderful Indonesia Scale-up Hub 2025" Bertemu Calon Invesor di Demoday Jakarta

PDAM Surya Sembada Siap Ekspansi Penjualan Air ke Sidoarjo dan Gresik

PDAM Surya Sembada Siap Ekspansi Penjualan Air ke Sidoarjo dan Gresik

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Hadapi Tantangan Industri Penerbangan, Perwira PPI Curug Diminta Cari Solusi Inovatif

Hadapi Tantangan Industri Penerbangan, Perwira PPI Curug Diminta Cari Solusi Inovatif

28 Agustus 2026
Bayan Open 2026 Diikuti 1.284 Peserta

Bayan Open 2026 Diikuti 1.284 Peserta

28 Agustus 2026
Ditjen Hubdat Lakukan Normalisasi Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Kalimantan Timur

Ditjen Hubdat Lakukan Normalisasi Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Kalimantan Timur

28 Agustus 2026
B-Connect Perkuat Pengawasan Keamanan Balikpapan

B-Connect Perkuat Pengawasan Keamanan Balikpapan

28 Agustus 2026
Sterilisasi Pelabuhan Resmi Diterapkan

Sterilisasi Pelabuhan Resmi Diterapkan

27 Agustus 2026

POPULAR

  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    2077 shares
    Share 831 Tweet 519
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2097 shares
    Share 839 Tweet 524
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2083 shares
    Share 833 Tweet 521
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2392 shares
    Share 957 Tweet 598
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2135 shares
    Share 854 Tweet 534

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.