• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
13 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Indonesia Norwegia Perkuat Model Pendanaan Iklim Berbasis Hasil

by SDGS Admin
16 Desember 2025
Indonesia Norwegia Perkuat Model Pendanaan Iklim Berbasis Hasil
25
SHARES
156
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Kerja sama Indonesia dan Norwegia dalam pendanaan iklim memasuki fase krusial setelah Norwegia menyalurkan dukungan lebih dari US$432 juta atau setara sekitar Rp7,08 triliun melalui skema Result-Based Contribution (RBC). Nilai tersebut menempatkan kemitraan kedua negara sebagai salah satu model pendanaan iklim paling progresif di tingkat global.

Dukungan ini bukan sekadar kerja sama finansial. Dengan tutupan hutan hujan tropis lebih dari 10 persen dari total hutan tropis dunia, Indonesia memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas iklim global. Hutan di Kalimantan, Sumatra, Papua, hingga kawasan mangrove terluas di dunia berfungsi sebagai penyerap karbon berskala besar yang memengaruhi keseimbangan iklim kawasan Asia-Pasifik dan dunia.

BACA JUGA

Kaltim Perkuat Pengawasan Lingkungan Berbasis Data

Kaltim Perkuat Pengawasan Lingkungan Berbasis Data

13 Mei 2026
DPRD Bali Dorong Pulau Menjangan jadi Kawasan Lindung

DPRD Bali Dorong Pulau Menjangan jadi Kawasan Lindung

11 April 2026
Pemprov Riau Matangkan Penetapan FREL Untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Pemprov Riau Matangkan Penetapan FREL Untuk Mitigasi Perubahan Iklim

14 Maret 2026

Sejumlah peneliti bahkan menyebut hutan Indonesia sebagai global climate stabilizer karena kemampuannya menyerap miliaran ton karbon dioksida dan mengatur pola iklim regional. Dalam dua dekade terakhir, Indonesia berhasil menekan laju kehilangan hutan hingga mencapai titik terendah, sebuah capaian yang menjadi dasar utama Norwegia menyalurkan pembayaran berbasis hasil, bukan bantuan konvensional.

Setiap dana RBC yang diterima Indonesia diberikan setelah penurunan emisi diverifikasi oleh lembaga independen dan dapat diaudit secara transparan. Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan Norwegia yang hanya mendukung negara dengan capaian penurunan emisi yang terukur dan terbukti. Karena itu, Indonesia menjadi mitra utama dalam portofolio pendanaan iklim global Norwegia.

Skema RBC yang telah berjalan mencakup pembayaran atas penurunan emisi periode 2016–2017 sebesar US$56 juta yang disalurkan pada 2020, atas keberhasilan menurunkan emisi 11,2 juta ton CO₂e. Selanjutnya, pembayaran gabungan periode 2017–2019 senilai US$100 juta disalurkan pada 2024, disusul pembayaran US$60 juta untuk periode 2019–2020 pada Desember 2024 sebagai pengakuan atas keberhasilan menekan deforestasi lanjutan. Kemitraan ini diperpanjang hingga 2030 dengan komitmen hibah sebesar US$216 juta untuk mendukung strategi FOLU Net Sink 2030, yang menargetkan sektor kehutanan menjadi penyerap bersih karbon sebelum akhir dekade.

Komitmen besar Norwegia didorong oleh sejumlah pertimbangan strategis. Indonesia merupakan pemilik hutan tropis terbesar kedua di dunia dengan cadangan karbon mencapai sekitar 13 miliar ton, terutama di lahan gambut. Selain itu, model pay for performance dinilai lebih efektif karena pembayaran hanya dilakukan setelah hasil penurunan emisi terverifikasi. Kebijakan Norwegian International Climate and Forest Initiative (NICFI) sejak 2008 juga memang difokuskan pada negara-negara pemilik hutan tropis. Dari sisi ekonomi iklim, pencegahan kerusakan hutan dinilai jauh lebih murah dibandingkan menanggung dampak krisis iklim di masa depan.

Pendanaan RBC tidak masuk langsung ke kas negara, melainkan dikelola melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Dana tersebut digunakan untuk mendukung perlindungan hutan primer, restorasi gambut dan mangrove, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, penguatan peran masyarakat adat sebagai penjaga hutan, pemantauan deforestasi, serta implementasi agenda FOLU Net Sink 2030.

Kerja sama Indonesia–Norwegia sempat terhenti pada 2021 akibat polemik pembayaran. Namun, pada 12 September 2022, kedua negara menandatangani kemitraan baru yang sepenuhnya berbasis hasil. Sejak saat itu, aliran pendanaan kembali berjalan dengan nilai yang meningkat, menandai babak baru kolaborasi strategis dalam menghadapi krisis iklim global.

Share10SendTweet6
Previous Post

Sidoarjo Kirim 103 Ton Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra

Next Post

Astra Honda Dorong Jalatrang Jadi Desa Wisata Berkelanjutan

Next Post
Astra Honda Dorong Jalatrang Jadi Desa Wisata Berkelanjutan

Astra Honda Dorong Jalatrang Jadi Desa Wisata Berkelanjutan

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Rayakan 68 Tahun dengan Aksi Sosial

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Rayakan 68 Tahun dengan Aksi Sosial

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Kaltim Perkuat Pengawasan Lingkungan Berbasis Data

Kaltim Perkuat Pengawasan Lingkungan Berbasis Data

13 Mei 2026
Ratusan Personel Polres Kuansing Ikuti Tes Kesamaptaan

Ratusan Personel Polres Kuansing Ikuti Tes Kesamaptaan

13 Mei 2026
Pekanbaru Daftarkan Baju Singkap Sebagai HAKI

Pekanbaru Daftarkan Baju Singkap Sebagai HAKI

13 Mei 2026
Dana Beasiswa Pekanbaru Segera Cair

Dana Beasiswa Pekanbaru Segera Cair

13 Mei 2026
Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 Lewat Foto Lingkungan

Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 Lewat Foto Lingkungan

12 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Hijau Lewat Pembangunan 16 Pabrik CBG

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Izin Bus ALS Berpotensi Dicabut Kemenhub

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • KAI Services Buka Lowongan Pramugara dan Pramugari Kereta Api

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • BPDP Promosikan Produk UMKM Sawit di PALMEX 2026

    19 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.