Bogor, Kabar SDGs – Peringatan World Cleanup Day 2025 di kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, diwarnai aksi nyata pelestarian lingkungan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, hingga komunitas lokal. Sebanyak 1000 bibit pohon ditanam dan dibagikan kepada masyarakat sebagai langkah menjaga kawasan wisata strategis nasional tetap lestari.
Kementerian Lingkungan Hidup bersama 13 KSO PTN 1 Regional 2 menginisiasi kegiatan ini dengan dukungan perusahaan swasta seperti PT Banyu Agung Perkasa (BAP), PT Tiara Agro Jaya, aparat TNI/Polri, komunitas, dan pemerintah daerah.
“Ini adalah langkah konkret menjaga keseimbangan antara alam, sosial, dan ekonomi. Kawasan Puncak harus tetap menjadi paru-paru hijau dan andalan pariwisata nasional,” ujar Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Tulus Laksono, Senin (22/9/2025).
Ribuan bibit yang dibagikan terdiri dari tanaman produktif seperti alpukat, mangga, jambu air, durian, petai, serta jenis konservasi seperti damar, mahoni, dan cemara angin. Uniknya, pembagian dilakukan langsung di jalur wisata Puncak saat aturan one way diterapkan, sehingga para pengendara turut serta menerima bibit dan membawanya pulang.
“Kami ingin gerakan ini tidak berhenti di acara seremonial saja. Pohon-pohon ini harus tumbuh di halaman rumah warga, di tepi sungai, di tanah kosong. Setiap pohon punya peran penting bagi masa depan Puncak,” kata Direktur Utama PT Banyu Agung Perkasa (BAP), Sandi Adam.
Selain membagikan bibit, PT BAP juga mengadakan kegiatan pembersihan sungai yang memiliki fungsi vital sebagai resapan air di kawasan Puncak.
Gerakan ini turut menjadi titik balik bagi sejumlah pelaku usaha pariwisata yang sebelumnya sempat dikenai sanksi administratif karena mengabaikan aspek lingkungan. Kini mereka menunjukkan komitmen baru untuk memperbaiki pengelolaan lingkungan.
“Kami sadar bahwa wisata tidak akan berkembang jika alamnya rusak. Kami ingin berperan menjaga ekosistem Puncak demi masa depan bersama,” kata H. Satrio, perwakilan dari PT Tiara Agro Jaya, salah satu mitra KSO yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Camat Cisarua, Heri Risnandar, menilai aksi bersama ini merupakan wujud kolaborasi ideal lintas sektor. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kelestarian kawasan Puncak.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa bersumber dari mana saja. Kolaborasi seperti ini membuat Puncak bukan hanya sejuk secara alam, tapi juga nyaman bagi wisatawan dan masyarakatnya,” tandasnya.












Discussion about this post