Bandung, KabarSDGs – Dengan mengusung tema ”Apungkeun”, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memperingati 49 tahun perjalanan berkarya bagi bangsa, sebuah usia yang menandai hampir setengah abad kiprah di industri kedirgantaraan nasional.
Dalam momentum istimewa ini, PTDI menghadirkan rangkaian acara mulai dari turnamen olahraga “Piala Dirgantara” dan Seminar Nasional yang telah digelar pada minggu kedua Agustus 2025, berbagai kegiatan sosial, hingga perayaan puncak hari ini yang meliputi bazar dan pameran UMKM, promo khusus tiket DI Edutainment sebesar 23%, inisiatif program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL), serta gelaran Runtainment yang resmi dilepas oleh Komisaris Utama PTDI, Tonny Harjono.
Runtainment merupakan kegiatan fun run yang tahun ini menempuh jarak sejauh 4,9 km di kawasan produksi PTDI yang diikuti oleh 1.000 peserta, yang terdiri dari 50 komunitas lari ternama di kota Bandung, karyawan, tamu undangan VIP, Direksi dan Manajemen PTDI.
Pada kesempatan hari ini, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, juga menyerahkan award turnamen olahraga ”Piala Dirgantara” kepada para pemenang cabang olahraga yang telah digelar sebelumnya sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT PTDI.
Adapun sebagai bagian dari wujud syukur HUT ke-49, pada Jum’at (22/08), PTDI bersama DKM Masjid Habiburrahman juga telah menyelenggarakan kegiatan rutin Khitanan Massal bagi anak-anak sekitar lingkungan Perusahaan dan pemberian santunan kepada 50 anak yatim, sebagai bentuk kepedulian sosial Perusahaan untuk masyarakat.
Selain itu, Poliklinik PTDI bekerja sama dengan PMI juga menyelenggarakan kegiatan donor darah dengan partisipasi 178 karyawan PTDI sebagai pendonor.
”Usia ke-49 ini bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang PTDI dalam membangun kemandirian bangsa di bidang kedirgantaraan. Melalui rangkaian perayaan, termasuk program TJSL seperti Khitanan Massal, santunan anak yatim, dan donor darah, kami ingin mempertegas komitmen PTDI untuk terus berinovasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat ”Apungkeun” menjadi pengingat bagi seluruh insan PTDI untuk terus tumbuh, melompat lebih tinggi, dan selalu hadir bersama masyarakat,” ujar Gita Amperiawan, Direktur Utama PTDI.
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-49, PTDI juga meresmikan penamaan Gedung Nurtanio (sebelumnya Gedung Pusat Manajemen) oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, yang disaksikan juga oleh Komisaris Utama PTDI, Tonny Harjono, Ketua Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi, dan Tokoh Masyarakat Jawa Barat, Umuh Muchtar.
Peresmian ini menjadi simbol penghormatan kepada Laksamana Muda Udara Anumerta Nurtanio Pringgoadisuryo, perintis industri dirgantara nasional, sekaligus pengingat pentingnya semangat kemandirian dalam membangun industri penerbangan Indonesia.
Bandung Menuju Kota Dirgantara: Sinergi PTDI dan Pemkot Bandung Untuk Mewujudkan Pusat Dirgantara Nasional
Pada kesempatan ini, Walikota Bandung, Muhammad Farhan juga hadir menandatangani Kesepakatan Bersama dengan PTDI tentang pengembangan Bandung sebagai Kota Dirgantara dan pengembangan infrastruktur pendukung wisata kedirgantaraan di Kota Bandung.
Sebelumnya pada (11/08), telah dilaksanakan Seminar Nasional bertepatan dengan momentum HAKTEKNAS, yang bertema ”Forging The Future: Building Global Aerospace Frontier From Bandung” di Auditorium B.J. Habibie, yang menandai awal perwujudan kerja sama antara Pemkot Bandung dengan PTDI dan kedepannya bersama-sama ingin membentuk citra Bandung sebagai kota industri dirgantara Indonesia.
Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah rencana pembangunan Monumen Pesawat N219 karya anak bangsa di pintu masuk Kota Bandung, Jalan Djunjunan – Gerbang tol Pasteur. Dengan perjalanan sejarah panjang industri dirgantara di Kota Bandung, Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, menegaskan bahwa Kota Bandung sejatinya layak menjadi poros science dan teknologi kedirgantaraan nasional.
”Kita memiliki niat bulat yang sama untuk mengukuhkan bahwa Kota Bandung adalah Kota Dirgantara. Simbol utama hadirnya N219 pesawat nasional bermesin ganda dengan kapasitas 19 penumpang, adalah bukti nyata kita mampu untuk terbang Ngapungkeun Bandung. Tugu N219 di gerbang utara Kota Bandung nanti, bukanlah sekadar sebuah simbol tetapi sebuah pernyataan, sebuah sambutan bahwa Kota Bandung adalah kota yang telah hadir sebagai kota dengan ekosistem teknologi yang luar biasa,” ujar Muhammad Farhan.










Discussion about this post