Pekanbaru, Kabar SDGs – Direktorat Lalu Lintas Polda Riau kembali menyambangi pelajar dalam rangkaian kegiatan Police Go To School, kali ini di SMK PGRI Pekanbaru, Selasa pagi, 22 Juli 2025. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari Operasi Patuh Lancang Kuning 2025 yang tengah berlangsung sejak 14 hingga 27 Juli mendatang.
Dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 08.30 WIB ini turut dihadiri Kasubdit Kamsel Ditlantas AKBP Dasril, Kasubdit Bintibsos Ditbinmas AKBP Bob Martin, serta sejumlah personel dari Ditlantas dan Ditbinmas. Kehadiran mereka disambut oleh Kepala Sekolah SMK PGRI Pekanbaru, Sri Sugiarti, beserta jajaran guru dan siswa-siswi.
Dalam arahannya, Kombes Taufiq menekankan pentingnya edukasi berlalu lintas sejak usia muda. Ia menjelaskan bahwa kegiatan Police Go To School dan Green Policing merupakan langkah preemtif yang tidak hanya bertujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pelanggaran kecil seperti tidak memakai helm atau melawan arus seringkali menjadi awal dari kecelakaan fatal. Karena itu, kami ingin siswa-siswi memahami bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Dirlantas Polda Riau juga memaparkan program Green Policing yang memberi kesempatan bagi pelajar usia 17 tahun untuk memperoleh SIM gratis dengan syarat menanam 10 bibit pohon dan mengunggah dokumentasinya ke media sosial. Program ini, kata dia, mengintegrasikan kepatuhan hukum dan kesadaran lingkungan dalam satu gerakan positif.
Selain itu, para pelajar juga diajak menjauhi kenakalan remaja dan menyalurkan minat otomotif dalam kegiatan yang lebih aman dan terorganisir seperti event Drag Bike. Menurut Kombes Taufiq, perilaku tertib berlalu lintas adalah bagian dari budaya bangsa dan harus dibina sejak dini.
Kepala Sekolah Sri Sugiarti menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran Ditlantas Polda Riau atas kepedulian terhadap siswa-siswi SMK PGRI. Ia menyebut kegiatan ini sebagai pembelajaran penting yang mampu menumbuhkan kesadaran hukum, disiplin, dan cinta lingkungan dalam diri peserta didik.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar anak-anak kami tumbuh menjadi generasi yang taat aturan dan peduli terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian helm kepada siswa yang berhasil menjawab kuis dengan benar, penanaman bibit pohon secara simbolis oleh Dirlantas, serta sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama menuju lalu lintas yang lebih tertib dan lingkungan yang lebih hijau.











Discussion about this post