Medan, Kabar SDGs – Ratusan individu, termasuk warga, mahasiswa, dan anggota komunitas, berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan sampah di kawasan wisata Danau Siombak, yang terletak di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, pada hari Rabu, tanggal 4 Juni.
Yudha Lesmana Pohan, selaku koordinator sekaligus Ketua Ikatan Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (IKAHUT USU), menyatakan bahwa kegiatan pembersihan Danau Siombak dilaksanakan untuk merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Aksi ini juga merupakan bentuk kepedulian terhadap akumulasi sampah yang terdapat di lokasi wisata Danau Siombak. Kegiatan pembersihan akan terus berlangsung sampai hari Kamis, tanggal 5 Juni.
“Tahun ini, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kami mengadakan pembersihan di Danau Siombak. Mengapa memilih Danau Siombak? Karena danau ini adalah salah satu yang diutamakan di Kota Medan,” ungkap Yudha.
Ia menjelaskan bahwa Danau Siombak memiliki potensi sebagai tempat yang tepat untuk menikmati keindahan matahari terbenam di Kota Medan. Kegiatan pembersihan ini dilakukan karena lokasi Danau Siombak adalah daerah pasang surut, yang terhubung langsung dengan lautan.
“Ketika air pasang, maka sampah dari laut akan masuk ke danau ini,” jelasnya.
Dalam aksi pembersihan kali ini, sekitar 250 orang turut berpartisipasi, berasal dari berbagai komunitas serta akademisi dari kalangan mahasiswa, termasuk Lentera Pertiwi Sumatera, Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Medan, Orari, ILUSMAN 3 Medan, dan komunitas lainnya.
“Semoga Danau Siombak dapat terjaga kebersihannya, tidak menimbulkan bau serta penyakit bagi penduduk setempat, dan menjadi destinasi wisata yang menakjubkan untuk masyarakat,” tutup Yudha.
Peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi perahu karet milik Badan Pengendali Bencana Daerah (BPBD) Medan, serta sejumlah kayak dari Simba (Siombak Mangrove Biodiversity Adventure). Kegiatan ini juga melibatkan banyak pihak terkait di bawah Pemerintah Kota Medan, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata Kota Medan.
Nabila Putri Ramadhani, seorang mahasiswa dari Fakultas Kehutanan USU yang ikut serta dalam aksi pembersihan ini, mengidentifikasi bahwa Danau Siombak termasuk salah satu tujuan wisata unggulan.
Ditambahkannya, di kampus mereka juga mempelajari tentang Ekowisata, dan yang kebetulan di Danau Siombak terdapat banyak sampah yang berserakan, terutama sampah rumah tangga.
“Menarik perhatian kami, kami pun merasa terdorong untuk melakukan aksi bersih pada Danau Siombak. Kami berharap masyarakat lebih sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama karena Danau Siombak merupakan sebuah ikon tempat Ekowisata di sini,” pungkasnya.












Discussion about this post