• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
14 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

PHR Turut Dukung Konservasi Lutung Kokah di Wilayah Operasinya

by SDGS Admin
7 Mei 2025
PHR Turut Dukung Konservasi Lutung Kokah di Wilayah Operasinya
26
SHARES
162
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Riau, Kabar SDGs — Di tengah hamparan hijau yang ada di area operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), sebuah narasi tentang harapan dan tantangan dalam konservasi terus berkembang. Ini bukan mengenai rig pengeboran atau volume minyak yang dihasilkan, melainkan tentang keberadaan penghuni hutan: Lutung Kokah (Presbytis femoralis).

Primata endemik dari Sumatra ini, dengan wajah hitam dan bulu perak yang mencolok, dulunya bebas melompat antara dahan di hutan Riau. Namun, waktu terus berlalu, dan daerah tersebut pun mengalami transformasi. Wilayah hutan yang menjadi tempat tinggal mereka kini tidak lagi seluas pada masa lalu.

BACA JUGA

Pendanaan Internasional Dorong Pengembangan Proyek Panas Bumi PGEO

Pendanaan Internasional Dorong Pengembangan Proyek Panas Bumi PGEO

10 Juni 2026
CSR Pertamina Balikpapan Raih Penghargaan Nasional

CSR Pertamina Balikpapan Raih Penghargaan Nasional

30 Mei 2026
Pertamina Edukasi Siswa Lewat Program IFFD Goes to School

Pertamina Edukasi Siswa Lewat Program IFFD Goes to School

26 Mei 2026

Informasi terbaru mengenai hutan di sekitar areal PHR memberikan rincian yang cukup jelas. Berdasarkan data dari Rimba Satwa Foundation (RSF), mitra pelaksana program konservasi PHR, terdapat sekitar 20 lutung kokah yang tersisa di Hutan Talang, sementara Hutan Kojo memiliki jumlah yang sedikit lebih besar, yaitu 24 lutung.

Sekilas harapan terlihat di Taman Hutan Raya (Tahura) Minas, yang masih mendukung populasi yang signifikan dengan jumlah mencapai 139. Di samping itu, kawasan Giam Siak Kecil menjadi tempat tinggal bagi sekitar 90 ekor primata yang pemalu ini.

Keempat area, yaitu Hutan Talang, Hutan Kojo, Tahura, dan Giam Siak Kecil, menjadi kantong yang menyediakan habitat bagi lutung kokah di tengah aktifitas industri dan perubahan lingkungan. PHR menyadari tanggung jawabnya terhadap keberagaman hayati di area operasional dan tidak hanya diam.

“Upaya yang dilakukan PHR adalah bentuk komitmen untuk turut berkontribusi dalam memulihkan keseimbangan ekosistem, serta memastikan bahwa jejak lutung kokah tetap ada di tanah Riau untuk masa depan,” kata Iwan Ridwan Faizal, Manajer Community Involvement & Development (CID) PHR.

Iwan menjelaskan bahwa langkah-langkah konkret telah diambil untuk memulihkan habitat yang semakin menyusut. Di PT Kojo, ribuan bibit pohon telah ditanam sebagai investasi jangka panjang untuk menyediakan pakan dan ruang hidup bagi lutung kokah.

Sebanyak 2.000 bibit matoa, yang buahnya disukai oleh primata ini, serta 1.000 bibit jengkol ditanam dengan harapan pohon-pohon tersebut bisa tumbuh tinggi dan menjadi sumber pakan alami. Pucuk daun jengkol pun merupakan makanan bagi Lutung Kokah, dan pohonnya juga berfungsi sebagai tempat aktivitas mereka.

Langkah serupa dilakukan di Tahura, dengan penanaman 1.000 bibit matoa dan 500 bibit jengkol untuk mendukung upaya konservasi di kawasan yang kini menjadi rumah bagi populasi lutung kokah terbesar di area operasional PHR. Bahkan, upaya untuk memperluas habitat turut dilakukan di Pematang Pudu, dengan penanaman 500 bibit matoa.

“Langkah PHR bukan sekadar ceremonial. Ini adalah bukti komitmen untuk memulihkan keseimbangan ekosistem, serta untuk memastikan jejak lutung kokah tetap ada di tanah Riau di masa mendatang,” ungkap Iwan.

Namun, melakukan konservasi untuk lutung kokah tidak semudah menanam bibit. Ada tantangan besar yang harus dihadapi. Perubahan fungsi lahan menjadi ancaman nyata, yang mencabut habitat alami dan memisahkan populasi lutung kokah.

Hutan yang sebelumnya saling terhubung kini terpisah-pisah, menyulitkan pergerakan dan reproduksi di antara kelompok-kelompok. Selain itu, keterbatasan sumber makanan juga menjadi masalah serius. Ketika area hutan menyusut, pasokan makanan alami pun berkurang.

Upaya melestarikan lutung kokah adalah sebuah perjalanan panjang yang memerlukan kerjasama dari banyak pihak. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PHR tidak hanya fokus pada penanaman pohon, tetapi juga berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi primata tersebut. Edukasi, patroli hutan, dan tindakan untuk mengurangi konflik merupakan komponen vital dari strategi konservasi yang dilakukan.

Dengan populasi yang masih rentan, inisiatif konservasi perlu terus diperkuat. Setiap pohon yang ditanam membawa harapan baru. Setiap tingkat kesadaran yang terbentuk di masyarakat adalah sebuah kekuatan.

Masa depan lutung kokah di hutan hujan sangat bergantung pada dedikasi berbagai pihak saat ini, sebelum dicap sebagai terancam punah oleh The International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Share10SendTweet7
Previous Post

CEO Talks FIA UI: Dirut KAI Bagikan Strategi Inovasi Pelayanan Publik yang Berkelanjutan

Next Post

Warga Kundur Goro Bersihkan Sungai Akibat Tiga Kali Alami Kebanjiran

Next Post
Warga Kundur Goro Bersihkan Sungai Akibat Tiga Kali Alami Kebanjiran

Warga Kundur Goro Bersihkan Sungai Akibat Tiga Kali Alami Kebanjiran

KAI Group: Kereta Bandara Perkuat Konektivitas Nasional

KAI Group: Kereta Bandara Perkuat Konektivitas Nasional

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

Surabaya Temukan Lebih dari Empat Ribu Kasus TBC Hingga Mei 2026

14 Juni 2026
BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Way Gemol

14 Juni 2026
Internet BAKTI Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Maratua

Internet BAKTI Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Maratua

14 Juni 2026
Kementerian Koperasi Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,34 Triliun

Kementerian Koperasi Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,34 Triliun

14 Juni 2026
TP PKK Bali Dorong Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting

TP PKK Bali Dorong Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting

13 Juni 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    628 shares
    Share 251 Tweet 157
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    383 shares
    Share 153 Tweet 96
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    349 shares
    Share 140 Tweet 87
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    346 shares
    Share 138 Tweet 87
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    355 shares
    Share 142 Tweet 89

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.